Bagaimana Hukum Merokok di Dalam Masjid ?

No Smooking 1

 

 

Assalamu’alaykum.. Pak Ustadz, mohon maaf jika pertanyaan ini sedikit sensitif namun tidak bermaksud menyudutkan personal. Saya pribadi merasa risih dan kurang nyaman ketika melihat seorang ustadz bersama beberapa pengurus masjid merokok di dalam masjid setelah selesai pengajian. Selain ruangan masjid menjadi kurang sedap juga terlihat kurang mendidik. Bagaimana hukum merokok di dalam masjid? Mohon penjelasan Pak Aam disertai dalil-dalilnya. Terima kasih sebelumnya. (Yusmaniar by email)

 

 

 

 

Wa’alaykumsalam….  iya Ibu Yusmaniar dan pembaca sekalian, kita yakin dan percaya bahwa semua agama pasti mewajibkan umatnya untuk menjaga kebersihan dan menghargai tempat ibadahnya. Begitu juga dengan kita selaku umat Islam wajib menjaga kebersihan dan menghormati masjid sebagai tempat ibadahnya. Panutan dan teladan kita yakni, Rasulullah Saw. selalu memakai pakaian bersih dan terbaik bahkan memakai wangi-wangian saat pergi ke mssjid. Ini wujud penghormatan beliau pada masjid.

 

Rasulullah Saw. mengharamkan membawa bau-bauan terutama yang tidak sedap ke dalam masjid. Dalilnya bisa kita perhatikan keterangan berikut dimana Rasulullah saw bersabda,

 

Orang yang makan bawang putih atau bawang merah dilarang mendekati masjid karena para malaikat terganggu dengan apa-apa yang manusia terganggu dengannya.” (H.R. Muslim)

 

Coba Anda renungkan, orang yang makan bawang putih atau bawang merah saja dilarang ke masjid karena dikhawatirkan bau bawang tersebut dapat mengganggu orang lain khususnya jemaah yang ada di dalam masjid,  bahkan dalam hadis di atas ada penegasan bahwa malaikat rahmat pun terganggu.   Bagaimana dengan asap rokok yang bukan hanya baunya yang mengganggu, namun juga menimbulkan penyakit baik bagi si perokoknya (perokok aktif) maupun orang lain (perokokok pasif). Jadi, sangat cukup logis dan jelas bahwa   berdasarkan dalil di atas merokok di dalam masjid hukumnya haram.

promooktober1

 

Mohon maaf sebelumnya, tanpa bermaksud mengurangi rasa hormat saya kepada para ulama atau ustadz yang masih merokok. Menurut saya bahwa orang yang berani merokok di dalam masjid sebenarnya dia melakukan pelecehan pada tempat ibadahnya sendiri. Jadi, bukan hanya mengotori dengan baunya atau mengganggu orang lain, namun bisa dikategorikan melecehkan atau menghinakan tempat ibadah.

 

Coba perhatikan tempat-tempat untuk pertemuan resmi, misalnya ruang rapat, ruang pengadilan, ruang perkuliahan, dan sebagainya. Selalu tertera larangan untuk tidak merokok di tempat tersebut dan orang mentaati bahkan jika dikendaraan umum yang ber-ac kemudian ada yang merokok si penumpang sampai ada yang dikeluarkan. Ini menunjukkan bagaimana orang bisa menghormati tempat demikian tinggi. Lalu bagaimana dengan masjid? Tentu lebih layak lagi untuk dhihormati dengan dilarang tidak merokok di masjid.

 

Bagimana kalau yang merokoknya itu seorang ustadz atau panutan umat? Ingat, ustadz itu manusia, bukan malaikat. Ustadz juga punya hawa nafsu. Jadi, jangan mentang-mentang ada ustadz yang berani merokok di masjid kemudian itu dianggap benar. Tetap saja hukum merokok di dalm masjid itu haram walaupun ada ustadz yang berani melakukannya dengan alasan dalilnya belum sampai haram tetapi masih makruh.

 

Maaf, sekali lagi tanpa bermaksud mengurangi rasa hormat saya kepada ustadz yang masih merokok, sejatinya ustadz atau kiai yang berani merokok di dalam masjid, dia melakukan tiga dosa sekaligus. Pertama, dia telah melakukan perbuatan haram. Kedua, dia berani melecehkan tempat ibadah. Ketiga, memberikan contoh buruk pada umat atau jamaah.

 

Bertolak dari analisis di atas, bisa disimpulkan bahwa merokok di dalam masjid hukumnya haram. Lebih haram lagi kalau dilakukan oleh panutan umat semisal ustadz atau kiai. Dalam hidup hidup ini banyak Dosa-dosa yang tidak dirasa oleh kita. Meski itu kita anggap dosa kecil, namun jika dilakukan secara terus menerus dalam waktu yang lama maka bisa menjadi dosa besar. Wallahu a’lam. [ ]

 

Buku Ketika Dosa Tak Dirasa

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

 

 

 

 

 

(Visited 2 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment