Hukum Bermain Musik di Masjid

Dzikir Masjid At Tin

Assalamu’alaykum wr wb…  Pak Ustadz mohon penjelasannya, belum lama ini di masjid kami mengadakan ceramah namun pihak panitia menampilkan pertunjukan nasyid di dalam masjid sebelum ceramah dimulai. Apakah hal ini dibolehkan? Minta penjelasan disertai dalil-dalilnya. Terima kasih (Wati by email)

 

 

 

W’alaykumsalam Wr.Wb…… iya begini ibu Wati dan pembaca sekalian  sebenarnya kita dianjurkan atau boleh untuk melakukan kreativitas dalam berdakwah yang mungkin disesuaikan dengan pendengar atau mad’u (obyek dakwah). Meski demikian tentu saja harus tetap mengikuti aturan-aturan atau kaidah-kaidah berdakwah seperti yang telah ditetapkan dan dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

Sebenarnya sah-sah saja  jika pihak panitia meramu acara ceramah dengan berbagai pertunjukan seni sebagai salah satu daya tarik agar jamaah (obyek dakwah) mau datang ke tempat dimana diadakan ceramah, salah satunya adalah pertunjukan nasyid. Ini bagus kalau dilihat dari aspek kretivitas dakwah, namun bertentangan dengan aturan yang ditetapkan Nabi Saw.

Apabila pertunjukkan nasyid itu dilakukan di halaman atau diluar masjid tentu tidak masalah, namun terlarang kalau dilakukan di dalam masjid. Hal ini dijelaskan dalam riwayat berikut.  Amer r.a. berkata,

”Rasulullah saw. melarang mendendangkan syair-syair di masjid.” (H.R. Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, dan Baihaqi)

promooktober

Dalam hadits lain juga disebutkan ”Rasulullah Saw  melarang bernyanyi dan berjual beli di Masjid”. ( HR. Tirmidzi dan Nasa’i )

Sementara dari Abu Hurairah menyampaikan bahwasanya Rasulullah pernah bersabda “Siapapun mendengar seseorang bernyanyi-nyanyi tiada menentu di Masjid maka katakan kepadanya, ‘Sesungguhnya Masjid itu bukan tempat untuk bernyanyi.’ ( HR. Muslim dan Abu Dawud )

Bertolak dari keterangan ini bisa disimpulkan bahwa mendendangkan atau mengadakan pertunjukkan musik termasuk nasyid di dalam masjid itu terlarang atau haram. Namun, kalau dilakukan di halaman atau luar masjid, hukumnya mubah alias diperbolehkan.  Meski demikian tentu harus diperhatikan cara berpenampilan yang harus menutup aurat dan tidak mendendangkan syair-syair yang mengadung kemunkaran serta bagi suara wanita tentu tidak dianjurkan yang mendayu -dayu sebab ada sebagian kalangan ulama  yang menganggap suara wanita adalah aurat. Wallahu a’lam. [ ]

 

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: istimewa

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

REKOMENDASI

Leave a Comment