Hukum Dakwah di Diskotik

dugem

Assalamu’alaykum wr. wb…. Pak Ustadz mohon maaf mau bertanya, bagaimana hukumnya berceramah atau dakwah agama Islam di diskotek? Sepertinya ini bertolak belakang karena disatu sisi orang mengajak kepada kebaikan namun disisi lain orang berbuat munkar. Mohon penjelasan disertai dalil-dalilnya. Terima kasih (Reza by email)

 

 

 

 

Wa’alaykumsalam wr wb…. Iya Pak Reza dan pembaca sekalian, sebagaimana kita pahami ceramah agama merupakan salah satu bentuk dakwah (dakwah bil lisan). Dakwah artinya mengajak manusia untuk berada dalam jalan Allah Swt. dan menjauhi apa yang dimurkai-Nya. Dakwah bukan hanya kewajiban para ustadz, ulama, dan kiai namun merupakan kewajiban setiap individu muslim. Sebagaimana yang telah Allah Swt perintahkan dalam Al Quran:

 

”Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan kepada manusia, untuk menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah…” (Q.S. Ali Imran 3:110)

 

Ayat ini menegaskan bahwa amar ma’ruf dan nahyi ’anil mungkar (menyuruh pada kebaikan dan mencegah kemunkaran) merupakan kewajiban setiap individu muslim agar menjadi umat terbaik. Dengan demikian salah jika ada anggapan bahwa dakwah atau mengajak kepada kebaikan dan menjauhi yang kemunkaran hanya boleh dilakukan oleh ustadz atau ahli agama namun kewajiban setiap muslim untuk senantiasa mengajak kebaikan.

 

Meski demikian dalam Islam memerintahkan agar kita bahwa dalam berdakwah harus dengan berbasiskan pada ilmu, menggunakan bahasa yang santun dan memahami kebutuhan atau kondisi  orang-orang yang akan menjadi objek dakwah atau orang yang hendak didakwahi (mad’u). Penguasaan ilmu ini penting sehingga dakwah yang kita sampaikan betul-betul berdasarkan dalil yang benar yakni sesuai dengan Al Quran dan hadits Nabi Saw. Sementara bahasa yang santun digunakan untuk obyek dakwah tidak merasa dimarahi sehingga bisa membuatnya tersinggung. Hal ini seperti yang diperintah Allah Swt:

promo oktober

 

”Serulah kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah (ilmu)  dan nasihat yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl 16: 125)

 

Lalu dimana kita harus berdakwah, apakah harus selalu di masjid? Bagaimana kalau berceramah atau dakwah di diskotek, kafe dan tempat-tempat lainnya.? Sejatinya, tidak ada satu hadis atau ayat pun yang memberikan batasan tempat berdakwah. Kapan dan di mana pun berada, kita diwajibkan  amar ma’ruf dan nahyi ’anil mungkar (menyuruh pada kebaikan dan mencegah kemunkaran).

 

Abu Said al Khudri r.a. berkata, Saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Siapa di antara kamu melihat kemungkaran, dia wajib dengan kekuasaannya. Apabila tidak mampu, ubahlah dengan lisan (opini)-nya. Apabila tidak mampu, ubahlah dengan hatinya dan ini adalah selemah-lemah iman.”  (H.R. Muslim).

 

Bertolak dari keterangan-ketarangan di atas, bisa disimpulkan bahwa tidak dilarang berceramah atau berdakwah di tempat-tempat yang berkonotasi tempat maksiat, misalnya di diskotek, tempat lokalisasi PSK, tempat perjudian dan sebagainya. Dengan catatan tentu kita tidak boleh terlibat dengan kemaksiatan di tempat tersebut. Selain itu yang perlu diperhatikan adalah kesiapan mental dan juga spiritual, sebab tidak menutup kemungkinan dakwah ditempat-tempat mempunyai tantangan tersendiri, seperti penolakan yang lebih nyata, cemoohan, cibiran bahkan intimidasi baik fisik maupun psikis.

 

Jika kita baca maka banyak tokoh atau dai yang sukses berdakwah di tempat-tempat tersebut. Demikian juga banyak tokoh atau public figure yang mendapat hidayah baik yang sebelumnya muslim namun tidak taat maupun non-muslim yang kemudian mendapat hidayah dan menjadi mualaf. Itulah lahan atau ladang-ladang amal shalih yang perlu mendapat sentuhan dakwah.

 

Bisa jadi mereka-mereka yang terbiasa di tempat-tempat tersebut sebenarnya ingin kembali ke jalan yang benar atau galau dengan kehidupannya namun untuk pergi ke masjid atau majelis taklim mereka malu. Nah, siapa tahu dengan cara di dakwahi langsung di tempatnya membuat mereka merasa mendapat perhatian dan kepedulian sehingga mau kembali ke jalan Islam. Jadi hemat saya tidak ada larangan berdakwah di diskotik dan tempat sejenisnya. Wallahu a’lam. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

One Thought to “Hukum Dakwah di Diskotik”

  1. Jual Buku Islam / Toko Buku Islam Online Terlengkap mengapresiasi artikel-artikel yang disajikan di web Percikan Iman ini, sangat bermanfaat bagi Kaum Muslim yang ingin terus mengkaji ilmu agama.

    Terimakasih,
    https://goo.gl/Mrzkql

Leave a Comment