Takutlah kepada Allah agar Mendapat Pelajaran (Tafsir Surat Al A’la Ayat 10-11)

Berikut adalah kutipan surat Al-A’la ayat 10 :

وَيَتَجَنَّبُهَا الْأَشْقَى
orang yang takut akan mendapat pelajaran

Pada ayat sembilan (lihat artikel sebelumnya ) disebutkan bahwa Nabi saw. diperintahkan oleh Allah untuk memberikan peringatan. Nah, pada ayat ini Allah swt. mengaskan bahwa orang-orang yang memiliki rasa takut pada Allah hatinya akan terbuka untuk menerima pelajaran atau peringatan-peringatan tersebut.

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Nabi saw. pernah memberikan ilustrasi bahwa hati manusia dalam menerima peringatan atau pelajaran diumpamakan bagaikan tanah.

Pertama, ada tanah yang subur, yaitu tanah yang mampu menyerap air dengan baik kalau tersiram hujan, lalu air tersebut disimpan dan bisa dimanfaatkan sebagai cadangan saat datang musim kemarau. Bukan hanya itu, tapi pada tanah tersebut akan tumbuh berbagai tanaman yang subur. Inilah gambaran orang yang hatinya hidup, kalau diterpa nasihat atau pelajaran, hatinya akan menyerap pelajaran itu dan menjadi energi untuk beramal saleh. Itulah gambaran yang dijelaskan pada ayat ini, orang yang takut  akan mendapat pelajaran.

promooktober

Kedua, ada tanah yang kalau ditimpa hujan dia tidak dapat menyerap air, bahkan menjadi licin dan membahayakan. Inilah gambaran hati yang gersang, yaitu hati yang menolak ajaran-ajaran kebenaran. Ini digambarkan pada ayat berikutnya.


الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَى
dan orang-orang yang celaka akan menjauhinya

Dalam ayat ini, Allah swt. menyebut orang-orang yang menjauhi pelajaran atau peringatan-peringatan-Nya dengan panggilan orang-orang yang celaka. Mengapa? Karena tidak ada orang yang paling rugi dan celaka kecuali orang-orang yang hatinya tertutup dari ajaran-ajaran Allah swt. Tipe manusia seperti ini digambarkan lebih sesat dari binatang.

Dikatakan lebih sesat, sebab binatang hanya mengandalkan insting dan indrawinya, sementara manusia selain diberi naluri dan indrawi diberi juga akal atau fikiran. Karena itu kalau manusia sudah sesat, dia akan lebih berba haya dari binatang.

”Dan sesungguhnya Kami jadikan penghuni jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami kebenran  dan mereka mempunyai mata tidak dipergunakannya untuk melihat kebenaran, dan mereka mempunyai telinga tidak dipergunakannya untuk mendengar kebaikan. Mereka itu bagaikan binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Q.S. Al A’raf 7: 179)

Karena kelalaian dalam menerima pelajaran Allah swt., mereka berhak mendapatkan sanksi sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikutnya.

(bersambung ke ayat berikutnya..)

REKOMENDASI

Leave a Comment