Allah Mencipta Seluruh Mahluk dengan Sempurna (Tafsir Surat Al A’la Ayat 2)

galaksi

Berikut adalah kutipan ayat kedua dari surat Al A’la  :

الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّى

yang menciptakan dan menyempurnakan

Mengapa kita harus selalu bertasbih kepada Allah? Karena Allah swt. yang menciptakan semua makhluk dan menyempurnakan ciptaan-Nya. Allah swt. tak sekadar menciptakan, tapi yang menentukan kadar masing-masing serta memberikan petunjuk pada masing-masing makhluk, sehingga setiap makhluk mampu menjalankan peranannya masing-masing.

Apakah yang diciptakan secara sempurna itu hanya manusia? Tentu saja tidak, tapi seluruh makhluk diciptakan secara sempurna. “Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.” (Q.S. As-Sajdah 32: 7). Ayat ini mengaskan bahwa apa pun yang Allah ciptakan itu sempurna.

Namun diakui bahwa manusia diberi sejumlah kelebihan oleh Allah karena manusia diberi taklif (tugas) untuk beribadah dan menjadi khalifah (pengelola) bumi. Di antara kelebihannya yaitu diberi potensi naluriah, potensi indrawi, potensi intelektual, dan potensi spiritual. Sementara binatang hanya diberi dua potensi, yaitu naluri (insting) dan indrawi.

Sebenarnya ada sejumlah binatang yang memiliki insting dan indra lebih hebat dari manusia. Misalnya, elang memiliki kemampuan tatapan mata jauh lebih hebat dari manusia, bayangkan dalam jarak dua kilometer, seekor elang mampu melihat mangsanya secara akurat. Seekor harimau dalam jarak satu kilometer mampu mengendus keberadaan anaknya.  Mampukan manusia melakukan hal itu? Tentu tidak, bukan.

Namun mengapa manusia dinilai sebagai makhluk yang paling sempurna? Ada dua potensi yang menjadikan manusia mendapat “julukan” ini, yakni potensi akal dan spiritual. Memang benar, mata dan telinga (indra) manusia memiliki kelemahan jika dibandingkan dengan dengan binatang, namun dengan kempuan intelektualnya manusia bisa membuat alat untuk menutupi kekurangan-kekurangan tersebut. Bukankah kita bisa membuat teleskop untuk melihat benda-benda yang jauh dan mikroskop untuk melihat benda yang kecil?

Yang paling penting dari seluruh potensi manusia adalah potensi spiritual atau potensi fitriah. Potensi spiritual atau potensi fitriah adalah suatu kekuatan yang Allah tanamkan pada manusia untuk menyadari keberadaan Allah swt., untuk bisa berterima kasih pada Khalik, yaitu Allah swt. Perhatikan ayat ini.

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’ Mereka menjawab, ‘Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.’ (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, ‘Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)’” (Q.S. Al A’raf 7: 172)

“Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul, kami menjadi saksi.” Ayat ini menjelaskan bahwa saat kita berada dalam rahim, Allah telah menanamkan potensi spiritual, yaitu sebuah persaksian dari dalam diri bahwa Allah swt. adalah Tuhan kita.  Itulah sebabnya kita akan merasakan ketenangan batin saat dekat dengan Allah swt. dan akan meraasakan kegelisahan bahkan keputusasaan saat batin kita jauh dengan-Nya.

Potensi spiritual inilah yang menyebabkan manusia akan mampu menerima petunjuk Allah. Yaitu berupa ajaran-ajaran yang harus dilaksanakan oleh manusia dengan sebaik-baiknya.

Bersambung ke ayat berikutnya ….

 

tafsir kontemporer

 

REKOMENDASI

Leave a Comment