Kriteria Calon Suami Yang Ideal

pasangan

 

 

Assalamu’alaykum wr.wb…. Pak Aam, saya akhwat 23 tahun yang berencana menikah insya Allah tahun ini. Saya sudah mempunyai calon yang secara lahiriah terlihat shalih. Namun beberapa minggu ini saya agak kaget setelah membaca status dan beberapa postingan di media sosialnya yang terlihat menulis kata-kata kasar dan juga ada beberapa teman-teman yang terlihat seperti preman. Saya sudah konfirmasi dan dia mengaku katanya itu tidak sengaja serta bukan dia sendiri yang menulis. Namun tidak langsung percaya sebab beberapa teman-temannya juga mengungkapkan jika calon saya tersebut mempunyai perangai yang buruk. Mohon nasihat bagaimana menegurnya dan bagaimana memilik pasangan yang ideal sesuai syariat Islam. Terima kasih ( Dina by email)

 

 

Wa’alykumsalam wr.wb… Iya teh Dina dan pembaca sekalian, tentua sudah menjadi fitrahnya jika manusia itu mempunyai keinginan untuk mempunyai pasangan hidup (suami istri) dan membangun rumah tangga serta bahagia dalam mahligai keluarga. Dalam ayat Al Quran mungkin sering kita dengar hingga menjadi hafal, Allah Swt menjelaskan sekaligus menegaskan:

Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia (Allah) menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar Ruum: 21).

Inilah salah satu dalil yang sangat popular yang menjadi lansan orang berumah tangga atau menikah dengan lawan jenis. Tentu saja semua orang baik laki-laki maupun perempuan pasti menginginkan mendapat pasangan yang ideal sesuai kriterianya. Namun dalam kenyataan tentu calon yang sempurna itu sulit atau mungkin tidak ada, yang jelas semua orang mempunyai kekurangan juga kelebihan masing-masing.

Tentu saja jika kita mengacu kepada landasan hidup seorang muslim yakni Al Quran dan Hadits Nabi Saw maka kriteria pasangan baik sebagai suami atau istri adalah yang shalih dan shalihah sesuai dengan kaidah Islam. Sederhana sebenarnya, hanya saja kadang menurut kita masih harus ditambahi lagi dengan criteria lainnya seperti ganteng, cantik, mapan, tinggi, berpendidikan dan sebagainya. Namun itu semua kan relative. Meski demikian ada beberapa kriteria atau tipe laki-laki yang tidak layak dijadikan suami. Ini berdasar tinjauan psikologis dan secara Islam juga sepakat. Tipe pria atau laki-laki yang sebaiknya tidak dijadikan suami antara lain:

promooktober1
  1. Kata-Kata dan Sikapnya Kasar

Jangan pernah menjalin hubungan dengan pria yang kata-kata dan sikapnya kasar. Jangan sampai pria ini menjadi bagian dari masa depan Anda. Bayangkan, jika kelak Anda menikah dengannya dan memiliki anak, contoh figur ayah yang berwibawa dan baik akan hilang. Belum lagi jika dia sering memukul Anda di depan anak-anak.

  1. Selalu Membicarakan Keburukan Orang Lain

Pria biasanya tidak suka membicarakan orang lain. Jika pria ini sering membicarakan kejelekan orang lain setiap waktu, maka kemungkinan dia adalah pria yang hanya bisa melihat keburukan orang lain. Hal ini berbahaya, karena Anda bisa menjadi orang yang dijelek-jelekkan. Sebagus apapun usaha untuknya kelak, yang dilihat hanya keburukan Anda.

  1. Pemalas dan Tidak Bertanggung Jawab

Pria adalah pemimpin, maka dia wajib menjadi sosok yang bertanggung jawab, baik pada hidupnya dan hidup Anda kelak. Jika pada dirinya sendiri tidak bisa bertanggung jawab, bagaimana terhadap Anda? Pria harus rajin dan bertangungjawab, karena dialah calon kepala rumah tangga.

  1. Pelit dan Menggerus Uang Anda

Kalau belum menikah atau masih pendekatan, wajar kok jika Anda dan dia membayar makan atau tiket nonton gantian. Namun jika semua hal selalu Anda yang bayar, termasuk pulsa dan uang makannya, wah.. jangan-jangan dia sedang menggerus uang Anda. Ingat, pria punya harga diri tinggi, mereka biasanya justru malu jika ‘dibayari’ oleh perempuan yang dicintainya.

Lalu bagaimana kalau Anda bertemu dengan laki-laki yang tekun beribadah, tetapi memiliki sifat-sifat buruk itu? Layakkah dijadikan suami?. Pikirkan secara matang untuk menikah dengan laki-laki yang tekun beribadah tetapi tidak mengamalkan Islam!. Ibadah rajin namun karakter atau perilakunya buruk maka sejatinya ibadahnya tidak membekas dalam dirinya. Menikahlah dengan laki-laki yang mau mengamalkan Islam secara konsisten sehingga ibadanya bagus dan akhlaknya juga mulia. Bagaimana tipe laki-laki yang ideal untuk dijadikan suami?. Berikut kriterianya:

  1. Punya emosi yang stabil

Jangan cari suami yang pemarah. Carilah suami yang bisa mengendalikan emosinya. Sekalipun mungkin ada sebuah masalah yang sedang Anda perdebatkan, pastikan saja bahwa Anda berdua bisa sama-sama konsentrasi mencari jalan keluar.

  1. Bertanggung jawab pada komitmen

Ketika sudah membuat sebuah janji, maka ia akan menepati. Itulah suami yang akan membuat Anda bahagia dan menghindarkan hubungan Anda dari keretakan. Ketika ia tahu komitmen yang telah dibuat itu besar, dan ia berhasil menanganinya, maka tak akan ada masalah berarti dalam pernikahan Anda kelak. Dalam Al Quran salah satu ciri suami atau kepala keluarga adalah berkomitmen menjaga seluruh anggota keluarga dari siksa api neraka:

Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)

  1. Penyayang

Carilah pria yang tak malu mengungkapkan rasa sayangnya. Dengan tahu bagaimana membuat Anda nyaman, maka ia akan membuat Anda bahagia setiap hari, dan menghargai kehadiran dirinya.

  1. Memotivasi

Pria yang mudah patah semangat bukanlah contoh pria yang cocok dijadikan suami. Carilah orang yang punya semangat dan tidak lelah mencoba sesuatu bahkan ketika sudah gagal. Pria yang seperti ini akan membantu Anda untuk tetap menjadi wanita tegar.

  1. Menghargai perasaan

Pria yang cocok dijadikan suami adalah yang tahu bagaimana menghargai perasaan Anda. Ia akan menjawab pertanyaan soal berat badan Anda dengan jujur, tetapi kalimat yang ia pakai adalah kalimat bijaksana yang tak membuat Anda terlalu khawatir akan berat badan.

  1. Pandai mengatur keuangan

Suami yang baik adalah suami yang selalu berusaha mendapatkan rezeki yang halal dan bisa mengatur keuangannya. Sekalipun pria itu , tetapi ia  tetap berpikir jernih dan memprioritaskan kepentingan keluarganya, tak lagi kepentingan dirinya.

  1. Berpenampilan rapi

Sekalipun pria dikenal sebagai makhluk yang benci kerapian, namun carilah suami yang tahu benar bagaimana berpenampilan rapi. Tak harus up to date soal fashion, tetapi setidaknya ia tahu bagaimana memilih busana yang pantas digunakan untuk bepergian dengan Anda

Sebagai seorang yang beriman tentu yang kita dambakan dalam hidup berumah tangga adalah keluarga yang sakinah, mawaddah dan penuh rahmat. Secara garis besar pilar keluarga sakinah dibangun dengan kekuatan agama, kekuatan cinta, kekuatan doa, kekuatan kata-kata dan kekuatan ilmu.  Intinya keluarga sakinah diraih bukan dengan KEMUJURAN tetapi digapai melalui PERJUANGAN yang tak mengenal lelah. Untuk lebih jelasnya dan detail dalam pembahasan ini saya sudah menulisanya dalam sebuah buku yang berjudul Insya Allah Sakinah” dan juga “ Membingkai Surga Dalam Rumah Tangga”, anda bisa membacanya juga calon Anda. Wallahu’alam. [ ]

 

Buku insya Allah Sakinah

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment