Kak Seto Minta Kemkominfo Blokir Akun yang Tampilkan Aktivitas Skip Challenge

Skip Challange

PERCIKANIMAN.ID – – Pemerhati anak Seto Mulyadi meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menghapus akun media sosial yang menampilkan aktivitas skip challenge.

“Mohon Kemkominfo segera menghapus (akun itu). Video itu sangat tak layak untuk anak, berbahaya. Selain merusak otak, juga bisa menyebabkan kematian,” katanya seperti dilansir republika.co.id, Ahad (12/3/2017).

Pria yang akrab disapa Kak Seto itu meminta kepedulian dari pemangku kepentingan, seperti aparat dan Kemkominfo untuk menghapus akun media yang menampilkan aktivitas skip challenge. Selain itu, ia meminta pemangku kepentingan di RT dan RW harus mengawasi kegiatan anak-anak di daerah masing-masing. Kak Seto juga meminta guru dan kepala sekolah aktif, karena praktik kekerasan justru terjadi di lingkungan sekolah.

Sebelumnya Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ferdiansyah meminta agar siswa yang melakukan “skip challenge” diberikan hukuman yang mendidik sehingga tak lagi mengulangi aksi tersebut.

“Orang tua, sekolah dan pendidik harus melakukan pengawasan secara rutin. Begitu juga pelakunya diberikan hukuman yang mendidik, sementara yang menjadi korban supaya diberikan motivasi untuk bisa menolak,” ujar Ferdi di Jakarta.

kalender percikan iman 2018

Dia meminta korban untuk segera melapor ke guru maupun sekolah jika dipaksa melakukan “skip challenge”. Menurut dia, tindakan seperti itu sangat membahayakan kesehatan dan berakibat sesak napas, pingsan, sampai kematian.

Aksi “skip challenge” menjadi tren baru di kalangan anak muda. Peserta tantangan itu harus ditekan dadanya sekeras mungkin selama beberapa waktu. Akibat tekanan itu suplai oksigen ke otak berkurang dan kondisi ini berujung hilangnya kesadaran hingga kematian. Aksi tersebut menjadi tren karena menyebar melalui internet.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy telah meminta guru untuk melarang siswa atau peserta didiknya bermain “skip challenge”.

“Kepada guru, terutama wakil kepala sekolah kesiswaan untuk memantau dan melarang anak-anak untuk melakukan itu,” kata Mendikbud Muhadjir.

Mendikbud mengingatkan kepada pelajar tentang bahaya dari permainan tersebut karena bisa mengancam jiwa.

Sebelumnya, sebuah akun media sosial mempertunjukkan video siswa melakukan tantangan skip challenge atau pass out challenge. Tantangan ini dilakukan dengan cara menekan dada sekeras-kerasnya selama beberapa waktu sehingga menyebabkan pelakunya kejang dan pingsan. Mereka pingsan karena asupan oksigen ke otak terhenti beberapa saat. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: youtube

 

 

REKOMENDASI

Leave a Comment