Cara Merubah Takdir Menurut Islam

jalantakdir

Assalamu’alaykum……. Pak Aam mohon dijelaskan masalah takdir dan bisakah takdir kita ubah atau mengubah takdir buruk menjadi baik?. Terima kasih atas penjelasannya. ( Robby by email)

Wa’alaykumsalam Wr Wb……. Iya Pak Robby dan pembaca sekalian, secara bahasa pengertian takdir berasal dari kata “qadara” artinya “ukuran, ketentuan, dan kepastian.” Jadi, takdir artinya “Ketentuan atau kepastian yang Allah SWT tetapkan pada suatu realitas”.

Selain takdir yang terjadi manusia, alam semesta pun mengalami takdir sebagai sebuah keteraturan yang telah Allah Swt tetapkan. Seperti dalam Al Quran dimana Allah Swt telah berfirman:

Allah menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk be¬r¬is¬tirahat serta menjadikan matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.” (QS. Al-An’am: 96). Demikian juga dalam ayat lain:

Allah-lah Yang memiliki kerajaan la¬ngit dan bumi, tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-Nya. Allah pun menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat.” QS. Al-Furqan 25 : 2,  dll.

donasi perpustakaan masjid

Kesimpulannya bahwa segala sesuatu yang ada di kesemestaan ini ada takdir-Nya (ukuran, takaran atau ORDE). Demikian terkait dengan takdir pada manusia, salah satuya contohnya adalah Allah menciptakan manusia ada yang laki-laki dan perempuan, ada yang punyai anak namun ada pula yang tidak bisa punya anak (mandul). Dimana dalam Al Quran secara jelas telah disebutkan:

Milik Allah kerajaan langit dan bumi. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, memberikan anak perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang dikehendaki-Nya, atau Allah menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan dan menjadikan mandul siapa yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Mengetahui, Mahakuasa.”(QS. As-Syura 42 : 49-50)

Begitu pula dengan takdir-takdir yang lainnya, dimana dalam Al Quran juga telah Allah Swt jelaskan dan ada  contoh nyata dalam kehidupan manusia. Kesimpulannya adalah bahwa secara biologis manusia terikat takdir karena dia merupakan bagian dari kesemestaan.  Itulah salah satu hikmah takdir masuk dalam rukun iman. Hal ini berarti bahwa iman kepada takdir merupakan bentuk keimanan akan kekuasaan Allah sebagai Pencipta, Pengurus, dan Pengatur alam semesta.

Ada dua macam takdir yang harus kita pahami untuk mengetahui hubungan takdir dengan ikhtiar, yaitu: Pertama, Takdir Mu’allaq, yaitu takdir yang erat kaitannya dengan ikhtiar manusia, seperti contohnya kaya dan miskin, pintar dan bodoh dan sebagainya. Pada mulanya manusia terlahir semua sama tidak berpakain, tidak membawa harta serta tidak tahu apa-apa. Namun dalam perjalanannya manusia ada yang kerja keras dan diiringi dengan belajar maka takdirnya ia menjadi punya harta serta punya ilmu pengetahuan. Hal ini seperti yang dijelaskan Allah Swt dalam firman :

“…………Sesung¬guhnya, Allah tidak akan meng¬ubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri…………(Q.S. Ar-Ra’d : 11)

Kedua adalah Takdir Mubram, yaitu takdir yang terjadi pada diri manusia dan tidak dapat di tawar-tawar lagi. Seperti kelahiran dan kematian seseorang. Meski kelahiran dapat diprediksi soal tanggalnya misalnya, namun tepatnya tidak ada yang tahu. Demikian juga dengan kematian, maka ketika ajal telah ditentukan hari dan waktunya termasuk caranya maka tidak ada yang bisa mengubahnya.

Lalu bagaimana cara merubah takdir? Tentu saja dengan berpedoman pada Al Quran dan Sabda Rasulullah Saw maka ada beberapa cara atau langkah untuk merubah takdir, khususnya dari yang buruk kepada yang baik terkait dengan takdir Takdir Mu’allaq, yakni:

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment