Cara Menghitung Zakat Emas

Gelang emas

 

 

Asalamu’alaykum…. Pak Aam, insya Allah saya akan membeli emas seharga Rp. 5 jutaan, apakah saya sudah wajib terkena zakat ?. mohon penjelasannya. Terima kasih. (Respati by email)

 

 

 

Wa’alaykumsalam Wr.Wb…… Iya Pak Respati dan pembaca sekalian, terkait dengan zakat ini sebenarnya sudah sering kita bahas namun untuk mengingatkan kembali maka kita bahas secara pokoknya saja. Mengeluarkan atau menunaikan zakat adalah salah pilar dalam Islam yakni bagian dari rukun Islam.

Zakat itu sendiri merupakan sesuatu yang diatur dan ada batasannya untuk mengeluarkannya. Pertama, harta yang wajib dikeluarkan zakat harus kepemilikan penuh, bukan punya orang lain atau sebagian milik orang lain. Kedua, harta sudah haul atau setahun mengendap dalam kepemilikan penuh. Ketiga, harta harus mencapai hisab atau takaran atau ukuran yakni sebesar 85 gram emas. Maka jika harta kita memenuhi aturan tersebut wajib dikeluarkan zakatnya.

Demikian juga dengan harta emas yang kita miliki maka wajib mengeluarkan zakat jika sudah memenuhi ketentuan: mencapai haul yakni satu tahun, telah mencapai nishab yakni seberat 85 gram emas murn maka besar zakat 2,5 %.

Untuk cara menghitungnya sebagai berikut:

  1. Jika seluruh emas/perak yang dimiliki, tidak dipakai atau dipakainya hanya setahun sekali. Zakat emas/perak = emas yang dimiliki x harga emas x 2,5 %
  2. Jika emas yang dimiliki ada yang dipakai. Zakat = (emas yang dimiliki – emas yang dipakai) x harga emas x 2,5 %

Jika harga emas saat ini 1 gramnya sekira Rp.600.000; maka dikalikan 85 gram yakni sekira Rp.51.000.000; maka kalau Anda akan membeli emas senilai Rp.5 jutaan maka belum terkena zakat, apa lagi kepemilikan masih belum ada 1 tahunan. Namun demikian Anda tetap dianjurkan untuk mengeluarkan infaq atau sedekahnya.

Mungkin ada yang bertanya, mengapa harus emas? Bagaimana dengan harta lainnya? Maka jawaban singkatnya sebab zaman dulu orang menyimpan uang atau harta dalam bentuk emas, karena emas pada waktu itu mempunyai nilai investasi yang cukup baik dan stabil dan mudah dikenali. Namun sekarang ini berbagai sarana bisa dibuat untuk menyimpan harta, baik itu menabung di bank, atau investasi berupa rumah dan sebagainya. Bahkan rumah yang bersifat investasi wajib kena zakat karena hampir rata-rata sekarang sudah masuk nisab 85 gram atau sudah ada bertahun tahun, serta sudah merupakan kepemilikan penuh.

Dalam Islam, harta yang diam akan kena zakatnya banyak, berbeda dengan harta yang bergerak atau produktif zakatnya relatif kecil. Contoh, apabila rumah yang kita dikontrakan, maka setiap penghasilan kontrakan tersebut di potong 2.5% zakatnya, berbeda jika rumah tersebut didiamkan, maka zakat yang dikeluarkan 2.5% dari total harga rumah. Wallahu’alam. [ ]

 

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment