Cara Mengatasi Hati Gelisah Karena Dosa

gelap

Assalamu’alaykum….Pak Aam, saya sering melakukan kesalahan sehingga merasa banyak dosa. Akibatanya saya sering gelisah, galau dan takut nanti akan menjadi kesengsaraan di akhirat. Saya juga sudah bertaubat dan berusaha berbuat baik namun ketakutan tersebut tetap menghantua khususnya saat malam menjelang tidur. Mohon nasihatnya, bagaimana mengatasinya ?. Terima kasih ( Ronie by email)

 

 

 

 

 

Wa’alaykumsalam Wr.Wb… Iya Kang Roni dan pembaca sekalian tentu kita harus bersyukur kepada Allah jika usai melalukan kesalahan timbul perasaaan takut akan dosa dan siksa. Hal ini menunjukkan bahwa hati kita masih hidup dan sehat sertai ada keimanan di dalamnya. Sebaliknya jika tidak ada perasaan takut atau malah biasa saja usai berbuat dosa maka itu salah satu indikasi hati yang sakit bahkan hatinya telah mati.

 

Tentu saja bagi orang yang beriman, takut akan pembalasan akhirat itu dianjurkan, agar  selalu mendekatkan diri kita pada Allah Swt. Namun yang perlu diperhatikan jangan sampai berlebihan diluar kendali, misalkan saking takutnya berdalih ingin dekat terus kepada Allah, terus saja duduk wirid, sampai meninggalkan kewajiban lainnya menafkahi istri, anak, dan berkegiatan sosial di masyarakat. Meski waktu kita di dunia sepenuhnya diniatkan untuk ibadah namun ibadah dalam arti yang luas sehingga yang namanya bekerja, memberi nafkah keluarga, belajar dan sebagainya tetap harus dilakukan.

 

Ada beberapa cara atau langkah untuk menenangkan hati yang sedang dalam keadaan gelisah karena merasa banyak dosa atau masalah lainnya. Tentu kita harus merujuk pada tuntunan yang telah dicontohkan Rasulullah Saw dan syariat Islam. Berikut ini tips agar kita mempunyai hati yang tenang dan terhindar dari perasaan gelisah:

 

  1. Sabar

 

Sikap sabar akan membuat seseorang merasa lebih tenang dan terukur dalam bertindak.  Selain itu orang yang mempunyai kesabaran dapat menenangkan jiwa, dan menstabilkan kacaunya akal pikiran akibat beratnya beban yang dihadapi. Orang yang mampu bersikap sabar maka setiap masalah berat yang mendatanginya akan mampu diselesaikan dengan hati yang lapang. Dalam Al Quran Allah Swt berfirman:

promooktober

 

Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (QS. Al Baqarah: 153).

 

 

  1. Pasrah kepada Allah

 

Kegelisahan Anda karena merasa banyak berbuat dosa akan menjadi ringan jika Anda mampu menghadirkan Allah dalam setiap waktu. Bertaubat dan mintalah ampun kepada Allah dan pasrahkan segala sehingga Anda akan menjadi berkurang beban. Yakinlah bahwa Allah Swt Maha Pengampun dan akan mengampuni segala dosa hamba-Nya. Setiap hari kita telah diajarkan untuk pasrah dan hanya mengadu kepada Fatihah , yakni:

 

Hanya kepada-Mulah kami menyembah, dan hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan” (QS. Al Fatihah 5).

 

 

  1. Bersikap husnudzon (berbaik sangka) kepada Allah.

 

Perasaan Anda yang selalu takut akan dosa dan kelak akan mendapat kesengsaraan di akhirat adalah salah satu bentuk kasih saya Allah kepada Anda. Dengan memiliki perasaan takut tersebut Anda menjadi lebih berhati-hati untuk berbuat salah. Itu adalah sinyal bahwa hati dan nurani Anda dalam keadaan sehat dan hidup. Ingatlah bahwa segala kesusahan hidup bersifat sementara dan setelah kesusahan Allah akan menghadirkan kemudahan atau kesenangan,

 

Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah: 5-6).

 

  1.      Membaca Al Quran

 

Membaca Al Quran dengan hati yang ikhlas dapat menhalau dan menyembuhkan penyakit hati yang mencakup iri, dengki, senang membicarakan keburukan orang lain, merasa dendam, gelisah, takut dan sebagainya.

 

Allah telah menurunkan perkataan terbaik, yaitu Al-Qur’an yang serupa ku¬alitas ayat-ayatnya lagi berulang-ulang. Kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya gemetar karenanya, kemudian kulit dan hati mereka menjadi tenang ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah……..(QS.Az-Zumar: 23)

 

 

Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw bersabda:

 

Sesungguhnya hati pun dapat berkarat sebagaimana besi yang menjadi berkarat karena tersentuh air.” Lalu bagaimana agar hati ini tidak berkarat? tanya para sahabat, maka Rasullulah SAW menyampaikan ” Perbanyakalah ..dengan membaca Al Quran.”

 

  1. Dzikrullah (Mengingat Allah)

 

Orang yang senantiasa mengingat Allah dalam segala hal yang dikerjakan maka jiwa akan dengan tenang sehingga rasa galau, gelisah yang ada dalam hati perlahan-perlahan dihilangkan.  Allah  Swt telah berjanji bahwa dengan mengingat-Nya maka hati akan menjadi tenang dan tentram, sebagaimana yang difirmankan-Nya:

 

Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram” (QS. Ar-Ra’du: 28).

 

Dzikir tidak hanya dilakukan sebatas ucapan lisan atau hati saja namun merupakan serangkaian aktivitas yang melibatkan segenap hati, lisan, dan juga perbuatan. Tanpa bersatunya ketiga aspek ini, maka tidak mungkin bagi hati kita menjadi dekat dengan Allah Swt.

 

 

  1. Wudhu dan Shalat

 

Berwudhu adalah salah satu rangkain membersihkan diri dari najis sebelum shalat. Beberapa penelitian moderen juga menyebutkan bahwa berwudhu akan menyehatkan bukan hanya secara fisik namun juga psikisnya. Sementara shalat merupakan ibadah paling utama bagi umat muslim yang merupakan salah satu sarana penangkal dan penawar berbagai macam penyakit hati yang bersarang di dalam jiwa manusia. Seluruh bacaan dalam shalat adalah doa-doa kepada Allah Swt. Dalam Al Quran juga Allah Swt memerintahkan kepada kita untuk menjadikan shalat dan sabar sebagai penolong:

 

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (QS. Al Baqarah: 45-46)

 

 

Shalat yang khusyuk dan tumaninah akan membuat hati menjadi damai dan tentram jiwa. Selain shalat wajib maka Anda boleh memperbanyak dengan shalat sunnah khususnya shalat malam atau tahajud.

 

Dengan demikian takut akan azab Allah diperbolehkan sebagai bentuk pengakuan dosa dan lemahnya manusia, akan tapi jangan sampai sakit jiwa dengan takut yang berlebihan diluar batas kewajaran. Menutup diri dari realitas kehidupan sebenarnya. Jangan Anda apatis terhadap duniawi, menghindari segala yang sifatnya duniawi karena ingin beriman dan bertaqwa kepada Allah dengan mengurung diri. Rasa takut adalah salah satu karunia sudah ditanamkan oleh Allah kepada manusia. Yang penting Anda harus optimis bahwa segala dosa itu diampuni. Wallahu’alam.[ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

REKOMENDASI

Leave a Comment