Arif Rahman Lubis, Inspirator Dakwah di Media Sosial

Arif Rahman Lubis

PERCIKANIMAN.ID – –  Dakwah atau mengajak kebaikan adalah kewajiban yang harus dijalankan setiap muslim. Namun dalam praktiknya, ada banyak cara dalam berdakwah yang tidak sebatas berceramah di atas mimbar semata. Dalam era informasi teknologi sekarang ini, media sosial pun (medsos) bisa dimanfaatkan untuk berdakwah atau menyebarkan kebaikan kepada orang lain.

Hal ini pula yang dimanfaatkan Arif Rahman Lubis ( 31).  Ia menjadikan media sosial sebagai  sarana berdakwah dan bukan hanya sekedar update status atau curhat semata.  Sejak 2011 silam,  Kang Arif-  demikian ia akrab disapa –  memanfaatkan  Fanspage Facebook dan Twitter sebagai sarana menebar kebaikan dengan mengusung Teladan Rasul sebagai ikonnya.

“Menurut saya berbagi informasi positif dan bermanfaat atau berdakwah melalui interaksi sosial maupun jejaring sosial merupakan sebuah bentuk amal jariah. Hal tersebut juga termasuk dalam rangka Taqarrub Ilallah khususnya Taqarrrub Rasulullah yang penuh teladan hidup yang wajib kita contoh,” terang pria kelahiran Aek Loba Sumatera Utara, 29 September 1986 dalam sebuah perbincangan dengan Percikaniman.id,  bulan Februari silam.

Ia menjelaskan,  Teladan Rasul adalah media untuk menyebarkan keindahan akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan keindahan Islam di sosial media. Sementara muatan yang dilakukan Teladan Rasul adalah memproduksi konten-konten dakwah visual dan audio visual dengan bahasa yang bisa diterima anak muda. Konten-konten itu secara kontinu disebarkan ke berbagai channel Teladan Rasul di sosial media. Untuk merambah jangkauan lebih luas dan lebih banyak yang bisa menikmati, maka kemudian di akhir  2014 merambah juga ke Instagram dengan alamat @Teladan.Rasul.

“Di twitter Teladan Rasul bisa berbagi sekitar 20 konten perhari, di Instagram bisa sekitar 60 konten perhari  dan di Fanpage Facebook sekitar 2-3 konten perhari,”ungkap alumni ITB ini.

promooktober1

Dengan konten yang bervariasi, sederhana namun penuh makna tersebut maka tak mengherankan jika di media social tersebut Teladan Rasul mempunyai ratusan ribu pengikut. Selain online atau dunia maya, komunitas Teladan Rasul juga mengadakan acara-acara offline. Berupa seminar Teladan Rasul sejak tahun 2013 yang diadakan secara rutin setahun sekali di Jakarta dan Bandung.

“Tahun 2016 lalu kami adakan juga di Yogyakarta dan 2017 ini in syaa Allah  kita akan adakan pula di Surabaya dan Malang. Alhamdulillah setiap seminar yang kami adakan dihadiri antara sekitar 500-1000 peserta,”terang Arif.

Di samping seminar, Arif bersama anggota komunitasnya juga mengadakan kajian keislaman yang diberi nama Majelis Teladan Cinta yang merupakan kerjasama dengan Pemuda Istiqomah Kota Bandung. Majelis ini diisi kajian rutin bulanan membahas seputar jodoh, pernikahan dan persiapan membangun rumah tangga islami serta persoalan ringan kerumahtanggaan. Untuk narasumber atau pengisinya bukan hanya dari timnya namun juga daru berbagai latar belakang keahlian, mulai dari ustadz, ahli perencanaan keuangan, ahli parenting, pengusaha, motivator, dan lainnya. Dalam setiap kajian pesertanya sekira 400-700 per acara yang mayoritas dari kalangan anak-anak muda.

Sebagai founder Teladan Rasul, Arif tak sekedar menuangkan tulisannya di media sosial. Namun juga ia tuangkan dalam bentuk  buku. Arif  juga tergolong penulis yang produktif. Ini dibuktikan dengan hasil karyanya.  Bukunya yang pertama berjudul Keajaiban Cinta Rasul   terbit  pada tahun 2013. Pada  awal 2017 ini, ia menulis buku ke 7 yang berjudul The Real Muslimah.

“Buku lain yang saya tulis dan digemari pemuda pemudi muslim berjudul Open Your Heart Follow Your Prophet, Halaqah Cinta dan Arasy Cinta.  Temanya tentang cinta sesuai dengan segmen pemuda namun saya kemas dengan cinta yang hakiki yakni berharap cinta kepada Allah,”jelasnya.

Arif Rahman Lubis bersama keluarga dan tim Teladan Rasul
Arif Rahman Lubis bersama keluarga dan tim Teladan Rasul

Sebagai seorang suami, ayah dari tiga orang putri serta kepala rumah tangga, Arif pun tidak melupakan kewajibannya  memberi nafkah keluarga. Ia coba menjemput rezeki dari Allah dengan berniaga buku-buku khususnya yang ditulisnya sendiri.

“Di samping Teladan Rasul, saya memiliki bisnis yang bergerak di bidang penjualan Buku Islami dan Al Qur’an yakni Surgabuku.com . Usaha ini sudah berjalan sekitar 3 tahun dengan dibantu 11 orang. Salah satu tujuannya adalah  memperluas semangat membaca buku-buku referensi Islam di kalangan pemuda-pemudi muslim, khususnya yang menjadi follower jaringan media kami,”terangnya .

Meski hari-harinya sibuk dengan pekerjaan baik di rumah maupun di luar rumah, namun Arif tetap bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan keluarganya. Ia pun sengaja menjadikan rumahnya sebagai tempat usahanya sekaligus membangun bisnisnya sehingga tidak banyak waktu terbuang di luar rumah.

“Bagi saya keluarga adalah tempat berkarya sekaligus tempat beristirahat. Karya untuk membangun keluarga dakwah yang produktif dan menebar manfaat, istarahat dari penat aktivitas dan mendapatkan suntikan kebahagiaan dan semangat dari istri dan anak-anak,” ungkap suami Helni Agustini yang dinikah Oktober 2008 ini.

Dalam mewujudkan keluarga harmonis sakinah mawaddah dan penuh rahmat (samara) tersebut, Arif menerapkan pola pomunikasi yang dibangun intens bersama istri dan anak-anak. Hampir semua hal ia bicarakan dengan istri, termasuk bermusyawarah semua hal penting. Walaupun keputusan akhir di tangan suami, namun bagi Arif  masukan dan saran istri sangat penting.

Demikian juga dengan anak-anak. Ia selalu berusaha bisa sedekat mungkin dengan memberikan waktu berkualitas kepada ketiga buah hatinya. Arif selalu berusaha mengajari berakhlak islami sejak dini, menjaga shalat, berpakaian islami, mendekat dengan Qur’an dan berbagai aktivitas pendidikan lainnya. Komunikasi dengan anak juga coba dibangun seintens mungkin, sehingga bisa terus memantau perkembangan akhlak dan karakter anak.

“Sayak berusaha banyak bersama anak. Baik dengan cara sering mengajak istri dan anak untuk ikut kegiatan saya (diluar jam sekolah anak). Atau dengan mengantar jemput anak ke sekolah sendiri. Dan berusaha membantu istri menyiapkan anak sekolah juga jika memungkinkan bersama anak di malam hari khususnya menjelang tidur,” ujar alumni SMAN I Medan ini.

Bagi Arif, berdakwah bukan sekedar mengajak orang lain atau sekedar menunjukkan teladan rasul kepada orang lain saja. Akan tetapi sedikit demi sedikit ia menerapkannya kedalam kehidupan keluarga bersama istri dan anak-anaknya. Ia pun mencoba berusaha untuk belajar terus bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membangun keluarganya.

“Intinya, berusaha membangun komunikasi dengan istri sebaik mungkin. Berusaha terbuka dan menjadi sahabat bagi anak-anak. Berusaha membangun diri, istri dan anak-anak menjadi sosok yang bermanfaat bagi sekitarnya,”pungkasnya. [ ]

Rep: iman

Editor: candra

Foto: percikaniman.id

(Visited 12 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment