Orang Tua Menelantarkan, Haruskah Anak Tetap Berbuat Baik?

marah orang tua

 

Assalamu’alaykum…..Pak Aam, sejak umur 6 tahun orangtua saya sudah berpisah, sejak kecil saya diurus Ibu, sekarang ibu saya sudah meninggal.  Saat saya sudah dewasa dan bekerja tiba-tiba bapak berani minta uang, namun saya merasa tidak diurus sama ayah, jadi saya suka mikir mikir kalau mau memberi uang kepada ayah. Bagimana pendapatnya Pak Aam. (Ani by email)

 

 

 

Wa’alaykumsalam.Wr.Wb.

Iya teh Ani dan pembaca sekalian sikap dan perilaku bapak Anda bisa disebut tidak adalah orang tua durhaka pada anaknya. Ia bertanggung jawab sebagai seorang ayah. Kita juga bisa memaklumi sikap marah Anda kepada bapak Anda. Itu sikap yang manusiawi jika melihat atau merasakan sesuatu yang tidak baik lalu muncul perasakaan tidak suka atau kecewa. Namun demikian kitaharus menyadari bahwa Allah Swt menghadirkan kita semua ke dunia ini karena sebab adanya orangtua termasuk sosok seorang ayah. Untuk itu menurut hemat saya meski Anda sakit hati atau marah atas perilaku ayah yang tidak mengurus atau tidak peduli hingga Anda dewasa sebaiknya Anda bisa memaafkan dan berlapang dada menerimanya.

 

Memang ini bukan hal yang mudah namun juga bukan hal sulit apalagi mustahil. Memaafkan dan berbuat baik kepada ayah yang telah mengabaikan sejak kecil jauh akan lebih mulia daripada Anda mendiamkan atau acuh kepadanya. Anda bisa menunjukkan jiwa besar Anda kepada orangtua khusus ayah Anda. Ingat, mungkina ada mantan suami atau mantan istri namun tidak ada istilah mantan anak atau mantan orangtua. Meski keduanya telah berpisah namun tetap anaknya dan dia tetap ayah Anda.

 

Untuk itu sudah sepantasnya jika Allah mewajibkan kita untuk berbakti kepada keduanya. Bagaimana perintah dan cara berbakti kepada orangtua ini dapat kita simak dalam Al Quran dimana Allah Swt telah mewasiatkan kepada kita:

kalender percikan iman 2018

 

Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain kepada Allah dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam perawatanmu, maka janganlah kamu berkata yang menyakitkan, janganlah  membentaknya namun ucapkanlah perkataan mulia, rendahkanlah dirimu terhadap mereka dengan penuh kasih sayang dan doakanlah: ”Ya Tuhanku, sayangi  kedua orang tuaku, sebagaimana mereka telah mendidikku dengan kasih sayang  waktu kecil“.     (QS. Al Isra’17: 23 – 24)

 

Dari ayat tersebut dapat kita pahami salah satu cara berbakti kepada orangtua adalah dengan merawatnya sekiranya mereka telah tua bahkan jompo. Selain itu selama merawat tentu harus bersikap lemah lembut dan penuh kasih sayang. Kita harus ingat bahwa demikianlah kita dulu sewaktu kecil, merepotkan, menyita waktu dan sebagainya namun orangtua tidak pernah mengeluh dalam merawat kita. Sikap demikian juga yang saharusnya kita tunjukkan kepada orangtua.

Ada beberapa keutamaan dengan kita berbakti pada orangtua yang insya Allah akan kita dapatkan atau rasakan sejak di dunia maupun hingga akhirat kelak:

  1. Derajatnya sama dengan shalat dan jihad

Aku bertanya kepada Nabi saw, ‘Amal apakah yang paling utama?’ Nabi saw menjawab, ‘Shalat di awal waktu’. Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?’ Nabi menjawab: ‘Berbakti kepada kedua orang tua’. Aku bertanya lagi: ‘Kemudian apa?’ Nabi menjawab, ‘Jihad di jalan Allah’.” (HR. Bukhari)

  1. Sumber diturunkannya ridha Allah

Ridha Allah tergantung kepada keridhaan orang tua, dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua” (HR. Baihaqy)

  1. Menjadi pintu surga

Abu Umamah berkata: ada seorang  lelaki bertanya, ”Ya Rasulullah, apakah hak kedua orang tua terhadap anaknya?” Beliau menjawab: “Keduanya adalah surgamu dan nerakamu.” (H.R. Ibnu Majah)

  1. Dapat mengatasi kesulitan

Rasulullah Saw bersabda, bahwa suatu hari ada tiga orang dari ummat sebelum kalian sedang melakukan perjalanan, lalu mereka kehujanan. Mereka berteduh pada sebuah gua di kaki gunung. Tiba-tiba ada batu besar jatuh dan menutupi mulut gua. Sebagian mereka berkata kepada yang lain: ‘Ingatlah amal terbaik yang pernah kamu lakukan.’ Kemudian mereka memohon kepada Allah dan bertawassul melalui amal tersebut, dengan harapan agar Allah mengatasi kesulitan yang mereka hadapi. Salah seorang di antara mereka berdoa: ‘Ya Allah, aku mempunyai kedua orang tua yang sudah lanjut usia, sedangkan aku mempunyai isteri dan anak-anak yang masih kecil. Aku menggembala kambing, ketika pulang ke rumah aku selalu memerah susu dan memberikan kepada kedua orang tuaku sebelum orang lain. Ya Allah, seandainya perbuatan ini adalah perbuatan yang baik karena mengharap ridha-Mu, maka bukakanlah batu yang menghalangi mulut gua ini.’ Maka batu yang menutupi pintu gua itu pun bergeser terbuka..” (HR. Muslim)

Hemat saya kalau kita berbuat baik, jangan berpikir apa jasa orang lain kepada kita. Saran saya, ketika Anda mampu memberi bantulah, supaya menjadi kebaikan, dengan memberi yang  ikhlas. Selama Anda ada rejeki dan bisa memberi kenapa tidak, itu juga masih bapak Anda, ada darah daging Anda pada ayah. Nabi sering mencontohkan membalas keburukan dengan kebaikan. Kadang ini susah, tetapi kalau bisa dilakukan Anda akan merasakan kebahagiaan dan menjadi mulia. Wallahu’alam.[ ]

 

Buku Muliakan Ibumu 1

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

REKOMENDASI

Leave a Comment