Macam-macam Jihad Menurut Islam

unta kafilah

 

Assalamu’alaykum.Wr.Wb

Pak Aam, mohon dijelaskan tentang makna jihad dan cara meraihnya. Terima kasih (Firdaus by email)

 

 

 

 

Wa’alaykusalam Wr.Wb

Jika kita mendengar kata “jihad” maka yang terbayang adalah maju ke medan perang untuk melawan musuh. Pandangan demikian tentu tidak  salah namun juga harus dipahami makna jihad itu sendiri. Jihad atau berjihad di jalan Allah mempunyai arti yakni bersungguh-sungguh dalam mengerjakan suatu pekerjaan hingga tuntas.

Dalam penjelasan Al Quran sendiri jihad ini ada dalam beberapa ayat yang biasanya selalu diikuti kata  jihad dan hijrah atau beriman dan berjihad sehingga mempunyai makna yang dalam. Al Quran sendiri mengkategorikan jihad sendiri dalam bentuk harta (maal) dan jiwa (anfus). Seperti dalam Al Quran:

promooktober1

Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Hal itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (QS.At Taubah: 41)

Selain itu, jihad juga terkategorikan sebagai salah satu cara meraih kematian yang indah atau mulia sehingga banyak kaum muslimin bercita-cita dapat menjadi syahid atau meninggal dijalan Allah atau dalam rangka membela dan mempertahankan agama Allah. Namun jika kita baca penjelasan Rasulullah Saw dalam haditsnya bahwa orang bisa disebut syahid itu bukannya hanya karena ia meninggal di medan pertempuran saja, seperti sabda Rasulullah :

Barangsiapa meninggalkan rumahnya untuk berjihad  di jalan Allah, lalu ia mati tertabrak, karena disengat serangga beracun, mati di atas kasur, atau mati dengan cara apa pun yang dikehendaki Allah. Maka sesungguhnya dia itu syahid dan baginya surga”. (H.R. Abu Dawud).

 

Macam-macam Jihad

Berdasarkan pada Al Quran dan Hadits Nabi maka para ulama membagi atau mengklasifikasi jihad ke dalam beberapa makna dan perbuatan. Diantaranya dapat kita simak sebagai berikut:

  • Jihaadul Qalbi (Jihad dengan Hati).

Hal ini berdasar pada sabda Rasulullah saw :. “Siapa yang berjihad melawan kebatilan  dengan tangannya, berarti ia mukmin. Siapa yang berjihad melawan kebatilan dengan lisannya, berarti ia mukmin. Siapa yang berjihad melawan kebatilan  dengan hatinya, berarti ia mukmin. Tak ada iman setelah itu, walau sebesar biji sawi.” (H.R. Muslim)

  • Jihaadul Lisaani (Jihad dengan Lisan).

Dalam Al Quran sendiri Allah berfirman: “Orang yang paling baik perkataannya adalah  orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shaleh dan berkata: ’Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?’.” (QS. Fushshilat 41 : 33)

  • Jihaadul Maal (Jihad dengan Harta).

Hal ini kita bisa membaca dalam Al Quran : “Hai orang-orang  beriman, maukah Aku tunjukkan pada perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari adzab ? Kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan-mu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan memasukkan kamu ke tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” (Q.S. Ash-Shaaf 61 : 10 – 12)

  • Al-Jihaadu Nafsi.

Adalah jihad dengan jiwa, yang berarti menggunakan seluruh potensi diri berupa ilmu, pikiran, tenaga, harta sampai pada nyawa sekali pun,   untuk berjuang  demi tegaknya agama Allah.Bisa jadi Anda yang saat ini sedang kuliah atau belajar maka jihad adalah dengan bersungguh, tegun dan teguh dalam menuntut ilmu sehingga lulus tepat waktu atau malah lebih cepat. Demikian juga yang bergelut dengan bidang ekonomi, pendidikan atau kesehatan dan sebagainya.

Dengan memahami makna jihad itu sendiri maka setidaknya kita bisa tahu bahwa makna jihad sendiri tidak selama berkaitan dengan perang. Wallahu’alam. [ ]

 

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

REKOMENDASI

Leave a Comment