Saat Kiamat, Seluruh Anggota Badan Menjadi Saksi

hari akhir, kiamat

(Tafsir Q.S. Al-Buruuj Ayat 3)

Dalam dua ayat pertama surat Al-Buruuj, Allah swt. menjelaskan tentang kehebatan gugusan-gugusan bintang  dan suatu saat alam semesta termasuk gugusan-gugusan bintang  tersebut akan mengalami kehancuran total alias kiamat.

Pada ayat berikutnya, Allah menjelaskan secara lebih detil tentang apa yang akan terjadi saat kiamat tersebut :

وَشَاهِدٍ وَمَشْهُودٍ

dan yang menyaksikan dan yang disaksikan.

promo oktober

Syahid artinya ”yang menyaksikan”. Masyhud artinya ”yang disaksikan”. Apa maksudnya? Pada hari kiamat, seluruh anggota badan kita akan menjadi saksi (syahid atau yang menyaksikan) atas segala ucapan dan perbuatan yang pernah kita perbuat di dunia ini (masyhud atau yang disaksikan). Penafsiran seperti ini senada dengan ayat berikut.

”Pada hari di mana lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas apa yang dahulu mereka kerjakan.” (Q.S. An-Nur 24: 24). ”Pada hari penghisaban ini, Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (Q.S. Yaasin 36: 65)

Sebagian ahli tafsir menjelaskan bahwa Allah adalah saksi dan yang dipersaksikan, karena yang ada hanyalah Allah—la ilaha illallah (tiada Tuhan selain Allah).

Nabi Muhammad Saw mengatakan bahwa syahid adalah Yawm al-Jum’ah dan masyhud (yang disaksikan) adalah Yawm al-‘Arafat (Hari Arafah dalam ibadah Haji). Kita masing-masing adalah saksi, secara terus-menerus, berulang kali, setiap menit dari setiap hari, setiap minggu, setiap Jum’at. Ini juga bermakna menjadi saksi dalam arti kolektif, karena hari berkumpul (Jum’at) adalah latihan untuk menghadapi saat ketika semua jiwa akan dikumpulkan setelah Kebangkitan.

AYAT SELANJUTNYA…>>

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment