Cara Merasakan Nikmatnya Beribadah

shalat

Assalamu’alaykum Wr.Wb

Pak Aam, saya seorang mahasiswa, saya lahir dari keluarga islami, Alhamdulillah shalat lima waktu tidak pernah terlewat, bahkan sering melakukan shaum sunnah. Namun kenapa ibadah yang dilakukan seperti hampa ? Terima kasih. (Tendi by email)

 

Wa’alaykumsalam Wr.Wb

Iya pak Tendi dan pembaca sekalian sebagaimana yang Nabi sabdakan bahwa iman seseorang itu kadang bertambah atau menurun. Maka berdampak pula pada ibadah juga kadang nikmat atau malah hampa. Hal ini tidak bisa dipungkiri sudah menjadi bagian mekanisme dalam diri kita. Terpenting tugas kita bagaimana mempertahankan iman agar stabil, agar ibadah yang kita rasakan menjadi lebih bermakna dan berisi.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga suasana ibadah agar tidak menjadi hampa, bisa dilakukan beberapa cara diantaranya, menjadikan ibadah sebagai tanda syukur kita kepada Allah, jadi kita akan sungguh-sungguh melakukan ibadah tersebut dengan baik dan benar. Kedua memahami esensi ibadah yang kita lakukan. Kalau dalam shalat pahami bacaannya agar lebih  tahu arti dan maksud dari setiap yang kita baca dalam shalat. Ketiga, mengasah hati agar mempunyai hati yang bersih. Karena hati itu terbagi menjadi tiga bagian pertama qolbun mayyitun, hati yang mati sangat sulit untuk menerima nasehat, kedua qolbun marittun hati yang sakit, dan yang ketiga adalah qolbun salim hati yang bersih, hati yang sehat yang selalu dipupuk oleh Al-quran, ibadah, dzikir. Maka dengan qolbun salim ini akan sangat mungkin menikmati nikmatnya ibadah kepada Allah SWT.

promooktober1

Ibnu Taimiyah berkata, “Apabila kamu belum mendapatkan balasan amal berupa kenikmatan dalam hatimu, kelapangan dalam dadamu maka curigailah amalnya, maka sesungguhnya Allah Maha Syukur, yaitu Dia harus memberi balasan orang yang beramal atas amalnya di dunia berupa kenikmatan dalam hatinya. Juga kekuatan, lapang dada, dan kesenangan. Maka jika dia belum mendapatkannya, maka amalnya pasti rusak.”

Pupuklah keimanan tersebut dengan banyak membaca buku-buku atau mendengar kisah orang shalih yang merasakan kelezatannya dalam beribadah. Selain itu coba berkumpul dengan orang shalih yang senantiasa dapat melaksanakan ibadah tepat waktu dan senantiasa membicarakan tentang keimanan bukan membicarakan duniawi semata.

Coba perhatikan orang-orang yang secara fisik mempunyai kekurangan namun mereka senantiasa beribadah kepada Allah. dengan demikian Anda bisa membandingkan betapa beruntungnya Anda sehingga akan rugi dan tidak pandai atau bisa bersyukur jika melalaikan ibadah apalagi menyia-nyiakan kesempatan yang telah Allah berikan. Wallahu’alam. []

 

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

 

 

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment