Apa Saja Tanda Iman yang Lemah?

Daun layu

Assalamu’alaykum Wr.Wb

Pak Aam, kadang saya begitu semangat beribadah dan dalam ketaatan namun terkadang juga timbul rasa malas dan tidak semangat dalam beribadah dan beramal baik. Apakah demikian itu iman saya sedang turun atau lemah? Apa saja tanda-tanda iman kita sedang turun? Mohon penjelasannya. Terima kasih. ( Evie by email)

iklan donasi pustaka2

 

 

 

Wa’alaykumsalam Wr.Wb

Iya ibu Evie dan pembaca sekalian sebagaimana hadits yang sering kita dengar bahwa Rasulullah bersabda yang menggambarkan kondisi iman seseorang bahwa iman itu kadang naik namun kadang turun. Seperti yang Anda rasakan kadang semangat dalam beribadah namun kadang timbul perasaan malas atau menunda-nunda berbuat baik.

Ibaratnya begini, apa yang Anda rasakan ketika sakit flu? Tulang terasa pegal-pegal, demam, pusing, sakit kepala, bersin-bersin, tubuh lemas dan tidak ada nafsu makan dan sebagainya. Iman itu bagaikan tubuh; kadang mengalami sakit, mengalami degradasi, dan penurunan daya tahan dan akhirnya timbul rasa malas untuk beribadah.

Iman yang lemah ibarat pohon yang kering dan daunnya layu. Lambat laun akan mati jika tidak disirami. Lalu bagaimana gejala keimanan yang mengalami sakit atau lemah?. Setidaknya mengacu pada Al Quran maupun Hadits Nabi maka dapat terindikasi sebagai berikut.

  1. Mengalami Kegersangan Hati

Hati yang gersang adalah hati yang tidak bisa merasakan nikmtanya beragama. Beribadah dan menjalankan perintah agama seperti menjadi beban sehingga timbul perasaan keterpaksaan. Untuk itu diajarkan agar selalu berdoa agar dijauhkan dari kegersangan hati. Do’a supaya dijauhkan dari hati yang gersang :

Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sungguh hanya Engkaulah Yang Maha Pemberi Karunia.” (Q.S. Ali Imran 3 : 8)

2. Diperbudak Hawa Nafsu

Hawa Nafsu adalah dorongan jiwa kepada obyek yang rendah dan tercela sehingga segala perilaku tercela bersumber dari hawa nafsu. Nah, orang yang imannya lemah sangat mudah diperbudak hawa nafsunya.

Pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, sedangkan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta menutup penglihatannya? Maka, siapa yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah membiarkannya sesat? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (Q.S. Al-Jaatsiyah 45 : 23)

Itulah nafsu Ammarah atau nafsu terendah yang selalu menyuruh pada perbuatan buruk. Hidupnya hanya termotivasi pada perbuatan dosa dan buruk. Gambaran ini bisa baca dalam Al Quran surat Yusuf 12  ayat 53.

Namun ada juga nafsu baik yang ada dalam diri manusia yakni yang disebut dengan nafsu Muthmainnah. Nafsu atau keinginan ini selalu mendorong untuk berbuat baik. Kita selalu bersemangat pergi ke masjid atau ke pengajian meski hujan, tetap shalat tahajud walau masih ngantuk dan dingin, tetap baca Quran meski harus memakai kaca mata tebal dan sebagainya. Meski ada rasa malas namun dalam hati kecil ada keinginan untuk berbuat baik hanya kemalasannya yang mengalahkannya. Balasannya orang yang menuruti nafsu muthmainnah adalah surga,

Hai, jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridho dan diridhoi-Nya. Masuklah ke golongan hamba-hamba-Ku, masuklah ke surga-Ku. “(Q.S. Al-Fajr 89 : 27 – 30)

3. Tidak Merasakan Kenikmatan dalam Beribadah

Ada 2 kualitas orang beribadah, Pertama, Ibadah merupakan wujud cinta dan syukur pada Allah Swt., sehingga bisa merasakan kenikmatan  beribadah. Rasa malas maupun berat dalam ibadah tidak ia rasakan, yang ada hanya nikmat dan bahagia saja.

Kedua, Melakukan ibadah sekedar menggugurkan kewajiban bahkan kadang merasa terpaksa, sehingga tidak bisa menikmatinya .  Inilah kualitas ibadah orang yang lemah iman.

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

(Visited 6 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment