5 Langkah Melatih Anak Agar Rajin Salat

anak shalat

 

PERCIKANIMAN.ID – – Sudah menjadi keumuman jika orangtua lebih banyak menuntut anak memenuhi kewajibannya, seperti wajib taat, wajib berbakti dan sebagainya. Namun orangtua khususnya ayah jarang yang sadar dan ingat bahwa anak juga mempunyai hak alias kewajiban orangtua yang harus dipenuhi kepada anak-anaknya. Umar bin Khattab mengungkapkan bahwa hak anak yang harus dipenuhi ayahnya itu ada 3, yaitu memilihkan ibu yang baik, memberi nama yang baik, dan mengajarkan Al Quran.

 

Terkait yang terakhir tengtang mengajarkan Al Quran bahwa mengajarkan shalat adalah salah satu perintah dalam Al Quran. Itulah mengapa mengajarkan shalat pada anak harus jadi prioritas utama setiap ayah. Masalahnya, bagaimanakah cara terbaik mengajarkan shalat pada anak-anak? Tentu Rasulullah Saw yang punya jawaban dan cara terbaik.  Seperti dilansir dari mosleemfamily, berikut ini langkah-langkah agar anak menjadi rajin dan istiqumah dalam mengerjakan shalat:

iklan donasi pustaka2

 

  1. Menjadi teladan kedispilinan shalat

 

Sejak usia masih sangat dini, anak sudah begitu lekat memperhatikan seluruh perilaku orangtuanya. Begitulah otaknya bekerja di usia tersebut : mengamati dan meniru. Dan anak adalah peniru yang sangat ulung. Maka saat ia menyaksikan sang Ayah selalu melakukan sesuatu yang sama sekian kali dalam sehari, secara alami anak akan tergerak untuk meniru.

 

Para Ayah pasti sudah pernah melihat bagaimana anak usia dua atau tiga tahun mulai berdiri, membungkuk, lalu duduk menungging untuk meniru gerakan shalat ayahnya. Ini sebuah pemandangan dan pengalaman yang sangat indah.

 

  1. Mulai mengajak anak untuk shalat

 

Kapankah mulai mengajak anak untuk shalat? Abdullah bin Habib menyampaikan bahwa Rasulullah Saw bersabda,

 

Apabila  seorang anak dapat membedakan mana kanan dan kiri, maka perintahkanlah dia untuk mengerjakan shalat.” (HR Ath-Thabari)

 

Anak bisa membedakan kanan dan kiri menandakan otaknya sudah cukup berkembang. Pada masa ini, anak sudah mampu mengerti bahwa ibadah itu untuk mendekatkan diri dengan Rabb-nya.

 

  1. Mengajarkan anak tentang shalat saat usia 7 tahun

 

Dibeberapa negara usia 7 tahun adalah waktu anak mulai memasuki bangkau sekolah maka sebagian psikolog menyarankan pada usia ini mulai diajarkan untuk bertanggung jawab pada dirinya sendiri termasuk shalat. Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash mengatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Perintahkanlah anak kecil untuk shalat apabila sudah berusia tujuh tahun…” (HR Abu Dawud dan al-Hakim)

 

Dalam praktiknya pada usia ini, kedua orang tua mulai mengajarkan rukun-rukun shalat, kewajiban-kewajiban shalat, dan pembatal-pembatal shalat.

 

  1. Mulai menghukum anak jika ia lalai saat usia 10 tahun

 

Tahapan ini dimulai pada usia 10 tahun, beberapa tahun sebelum anak baligh. Sesuai kelanjutan dari hadits riwayat Abu Dawud dan al Hakim dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash sebelumnya,

 

Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat pada usia 7 tahun dan pukullah mereka untuk shalat pada usia 10 tahun serta pisahkanlah tempat tidur mereka.

 

Oleh karena itu, pertanda seorang ayah cinta pada anaknya adalah memastikan kalau anaknya menjalankan kewajiban shalat saat anaknya baligh. Tahapan menghukum jika anak lalai dalam shalat tentunya diperlukan agar anak benar-benar memahami hal ini baik secara sadar maupun di alam bawah sadarnya.

 

  1. Melatih anak untuk ikut shalat berjamaah

 

Pekerjaan jika dilakukan sendiri maka akan terasa berat demikian juga shalat. Meski shalat adalah hukumnya fardlu ain (wajib bagi setiap muslim) namun jika dilakukan bersama-sama (berjamaah) maka akan menjadi semangat tersendiri. Demikian juga dalam shalat jika dikerjakan sendiri mungkin akan timbul perasaan malas maka dengan shalat berjamaah apalagi bersama teman-temannya akan tambah semangat.

 

Salah satunya maka ajaknya anak-anak khususnya yang laki-laki untuk shalat di masjid. Shalat Jumat itu wajib yang pelaksanaannya seminggu sekali pada siang hari. Selain itu pada bulan Ramadhan dengan adanya shalat Tarawih maka bisa menjadi sarana mengajak sekaligus mengajarkan pentingnya shalat berjamaah di masjid. [ ]

 

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment