Ahli Polri Pastikan Keaslian Video Ahok Dapat Dipertanggungjawabkan

Ahok_antara

PERCIKANIMAN.ID – – Kasubbid Komputer Forensik Puslabfor Mabes Polri AKPB Muhammad Nuh al-Azhar yang dihadirkan sebagai ahli dalam lanjutan sidang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, video pidato Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 dapat dipertanggungjawabkan keasliannya.

“Tidak ditemukan penambahan atau pembuangan frame. Artinya momen yang ada di sana benar adanya,” kata Nuh saat memberikan keterangan dalam sidang kesembilan Ahok di auditorium Kementerian Pertanian seperti dilansir dari antara Jakarta, Selasa (7/2/2017).

iklan donasi pustaka2

Nuh menyatakan, terdapat empat video Ahok yang dianalisis oleh tim Puslabfor Mabes Polri. Pertama, dari Dinas Kominfo DKI Jakarta, kedua dari saksi pelapor Novel Chaidir Hasan, ketiga dari saksi pelapor Muhammad Burhanuddin, dan keempat juga dari saksi pelapor Habib Muchsin Alatas. Hasil analisis video itu kemudian dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) baik untuk Puslabfor Mabes Polri maupun penyidikan.

“Artinya hasil analisa itu tidak hanya secara ilmiah, tetapi juga dengan pertanggungjawaban secara hukum,” kata Nuh.

Ahok dikenakan dakwaan alternatif yakni pasal 156a dengan ancaman lima tahun penjara dan pasal 156 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara.

Sementara itu dalam persidangan ini juga di hadirkan dua saksi nelayan yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang kesembilan kasus dugaan penodaan agama oleh Basuki Tjahja Purnama atau Ahok, mengaku kecewa dengan pernyataan Ahok yang menyinggung surah al-Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja sosialisasi budidaya ikan kerapu di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada 27 September, lalu. Meskipun, kedua saksi fakta yakni Jaenudin (39 tahun) dan Sahbudin (46 tahun), mengaku tidak terlalu memahami surah al-Maidah ayat 51.

“Kecewa saja Pak. Tapi ya setelah itu biasa saja tanggapan saudara dan teman yang lain,” kata Sahbudin kepada majelis hakim dalam persidangan di auditorium Kementerian Pertanian, Jalan Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, seperti dikutip dari republika.co.id,  Selasa (7/2/2017).

JPU pun mempertanyakan alasan Sahbudin kecewa. Pasalnya, sebelumnya saat menghadiri sosialisasi, Sahbudin mengaku tak terlalu memerhatikan pidato Ahok. “Saya kan Islam, Pak Ahok kan orang Kristen. Katanya kan kalau orang Cina Kristen Pak. Yang matanya sipit juga Cina. Karena kata orang-orang bilang al-Maidah, itu surah dalam Alquran,” katanya. [ ]

Red: admin

Editor: iman

Foto: antara

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment