Sempat Menjadi Negara Islam, Gambia Kembali Menjadi Sekuler

Presiden Gambia -

PERCIKANIMAN.ID – – Dunia khususnya kaum muslimin sempat dibuat terpana mana kala 2015 lalu dibawah Presiden Yahya Jammeh Negara Gambia memproklamirkan diri sebagai Negara Islam. Kabar tersebut sempat menyita perhatian dunia ditengah ragam isu negatif yang ditujukan kepada Ummat Islam di berbagai belahan Negara. Banyak harapan disematkan pada negeri di kawasan Afrik Barat tersebut akan membawa arah yang lebih baik setelah selama puluhan tahun menganut Negara sekuler.

Namun tidak sedikit yang khawatir bahwa proklamasi tersebut seperti hendak menabuh genderang perang kepada negara-negara barat yang tidak suka Islam berkembang dan maju termasuk memimpin sebuah negara. Kekhawatiran tersebut akhirnya menjadi kenyataan, setelah berjalan lebih kurang dua tahunan menyandang Negara Republik Islam Gambia, di awal 2017 ini Gambia kembali menjadi sekuler.

Pergantian kepemimpinan di Gambia ternyata berdampak pula pada status dan bentuk negara Afrika Barat itu. Setelah resmi menjabat, presiden baru Gambia, Adama Barrow menghapus kata “Islam” dari nama resmi negara itu dan mengembalikan status Gambia sebagai negara sekuler.

Gambia semula memang negara sekuler. Tapi, pada tahun 2015 Presiden Yahya Jammeh mengubah negara itu menjadi negara Islam dengan nama “Republik Islam Gambia”. Jammeh yang kalah pemilu Desember 2016 setelah berkuasa 22 tahun telah melarikan diri ke pengasingan setelah sebelumnya menolak lengser.

Dalam konferensi pers pertamanya sejak mengambil alih kepemimpinan Gambia, Barrow mengatakan bahwa dia akan segera merombak lembaga pemerintah untuk membuat pemerintahan lebih efektif.

”Aturan hukum akan jadi dalam urutan hari,” kata Barrow seperti dilansir alrabiya, Sabtu (4/2/20170) akhir pekan lalu.

Meski 90 persen warganya beragama Islam namun pemimpin baru yang beragama Islam tersebut tetap tak ingin “jatuh ke lubang “ warisan Presiden Yahya Jammeh . Dalam konferensi pers tersebut, dia menyatakan Gambia tidak lagi menjadi “Republik Islam” dan bertekad kembali menjadi sekuler seutuhnya.

Presiden berumur 51 tahun yang sebelumnya menjadi pengusaha ini menyerukan semua warganya untuk bersatu. Dia berjanji untuk mengembangkan negaranya dengan menerapkan serangkaian reformasi demokratis.

”Untuk semua orang, dan rekonsiliasi total, jika orang berdamai, itu akan menyatukan semua orang, dan kami ingin pemerintah saya melihat semua bidang dan akan ada perombakan total dari sistem,”ujar Barrow. [ ]

Red: admin

Editor: iman

Foto: reuters

 

(Visited 3 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment