Hakim Federal Batalkan Kebijakan, Trump Marah Besar

Donald Trump

PERCIKANIMAN.ID – – Hakim federala Amerika Serikat James Robart telah memutuskan yang fenomenal yakni mencabut sementara larangan imigrasi bagi muslim yang dikeluarkan Donald Trump, pada Jumat (3/2/2017). Keputusan tersebut juga mencabut larangan masuknya warga dari tujuh negara mayoritas Muslim. Robart beralasan bahwa kebijakan Trump tersebut bertentangan dengan semangat demokrasi di dunia.

Selain itu kebijakan Trump tersebut dinilai sebagai kebijakan ‘primitif’ yang tidak sejalangan dengan semangat persamaan manusia dan perdamaian dunia. Beberapa kalangan menyambut keputusan Robart tersebut dengan nada positif sebagai sinyal ‘menyelamatkan ‘ dunia. Namun tidak demikian bagi Trump sendiri yang dikabarkan sangat marah mendengar hal tersbeut.

iklan donasi pustaka2

Presiden Donald Trump meradang dengan menyatakan bahwa dia tidak akan mau bertanggung jawab jika serangan teroris menimpa Amerika Serikat karena dia merasa upayanya mencegah terorisme dengan mengeluarkan larangan masuk ke AS kepada warga tujuh negara muslim, telah dibatalkan oleh hakim agung pada mahkamah agung federal negeri itu.

Trump mengambinghitamkan hakim federal dan sistem peradilan Amerika Serikat yang menyimpulkan larangan masuk ke AS sementara untuk tujuh negara muslim sebagai melanggar konstitusi.

“Sulit dipercaya seorang hakim menempatkan negara kita pada bahaya besar seperti ini,” tulis Trump dalam Twitter, dua hari setelah hakim James Robart membatalkan perintah larangan untuk pengungsi dan kunjungan warga tujuh negara muslim itu seperti dilansir the guardian, Minggu malam.

Omongan Trump di Twitter ini juga disampaikan hanya sehari setelah sebuah panel hakim membatalkan banding Gedung Putih untuk memberlakukan kembali larangan itu.

“Jika sesuatu terjadi salahkan dia (hakim) dan sistem peradilan,” cuit Trump lagi.

Cuitan Trump ini rangkaian terakhir dari serangannya terhadap sistem peradilan AS. Belum lama Minggu waktu setempat, Wakil Presiden Mike Pence berkata bahwa Trump berhak mengkritik dua cabang pemerintahan (yudikatif dan legislatif), tapi itu bukan berarti mempertanyakan legitimasi hakim.

Trump menambahkan, “Saya telah memerintahkan (Departemen) Keamanan Dalam negeri untuk memeriksa orang-orang yang masuk ke negeri kita dengan sangat hati-hati. Pengadilan telah membuat pekerjaan menjadi sangat sulit!”

Selama akhir pekan ini Trump menghabiskan waktu di resort Mar-a-Lago miliknya di Florida dan selama itu pula dia mendadak bungkam.

Sepekan terakhir Trump justru terus-terusan berkicau di Twitter, mulai dari memposting jam kerjanya sampai membela mati-matian keputusannya melarang warga negara Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Surian dan Yaman masuk ke AS selama 90 hari ke depan, selain menangguhkan program pengungsi selama 120 hari dan memutus sama sekali program pengungsi Suriah. Hingga berita ini dirilis belum ada rencana resmi dari pihak Trump tentang kebijakan controversial tersebut. [ ]

Red: admin

Editor: iman

Foto: pixabay

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment