Hakikat Dzikir Itu Seperti Apa?

dzikir

 

 

 

 

Pak Aam mohon di jelaskan cara berdzikir yang benar. Apa benar dizikir itu hanya sekedar ingat kepada Allah tanpa memaksimal ibadah lainnya?. Terima kasih ( Fitria by email)

 

 

 

 

 

 

Dzikir ( الذكر ) menurut bahasa artinya “ingat”. Secara lebih luas makna dzikir atau juga disebut dengan dzikrullah adalah mengingat Allah atas dasar cinta dan rindu sehingga berupaya taqarrub (mendekatkan diri) kepada-Nya, dan melakukan  aktivitas yang berorientasi untuk menjadi kekasih Allah. Dalam Al Quran banyak disebut tentang dzikir ini:

iklan donasi pustaka2

 

Hai, Bani Israil! Ingatlah pada nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu. Penuhi janjimu kepada-Ku, pasti Aku penuhi janji-Ku kepadamu, dan hanya kepada-Ku, kamu harus tunduk (taat).”(Q.S. Al-Baqarah 2 : 40)

 

Meski secara spesifik ayat tersebut menyebut Bani Israil untuk ingat kepada Allah namun tentu makna adalah menyuruh kepada manusia atau khususnya orang-orang yang berimana. Cara berdzikir setidaknya ada tiga yakni dengan perbuatan, hati dan lisannya.

 

  • Dzikir dengan perbuatan (dzikir bil-amal), yaitu mengingat Allah dengan perilakunya, beramal shalih, shalat, silaturrahmi dan sebagainya.
  • Dzikir dengan hati (dzikir bil-qalb), yaitu : Mengingat Allah dengan hati.
  • Dzikir bil-lisan, yaitu : Mengingat Allah dengan ucapan. Dzikir bil-lisan dibagi dua, yaitu: Dzikir ma’tsurat adalah lafadz-lafadz dzikir yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw dan dzikir ghair ma’tsurat adalah lafadz-lafadz dzikir yang bersumber dari para ulama atau dari ungkapan bahasa

 

Berkenaan dengan dzikir ada situasi atau objeknya sehingga kita diminta untuk berdzikir. Para ulama setidaknya menjabarkannya dalam beberapa situasi dalam membagi objek dzikir ini antara lain:

 

  • Dzikrullah yakni berdzikir kepada Allah secara mutlak dalam keadaan apapun dan kapan pun.

Tidak satu pun kaum yang berdzikir Kepada Allah kecuali akan dikelilingi Malaikat dan dirahmati” (HR. Tirmidzi)

 

  • Dzikrul Maut ini berkenaan dengan situasi kematian atau saat kita mengingat kematia.

Perbanyaklah mengingat pemusnah kelezatan yakni Kematian (Maut).” ( H.R. Ibnu Majah)

 

  • Dzikrul Adzab. Kisah atau cerita tentang negeri atau kaum yang di adzab oleh Allah dalam Al Quran tentu membuat kita menjadi takut dan berusaha untuk dijauhkan dari adzab tersebut. Sebab bisa saja Allah juga akan mengadzab kita jika kita juga berperilaku seperti mereka.

Sesungguhnya aku takut pada adzab hari kiamat, jika aku mendurhakai Tuhanku.” (Q.S. Al-An’aam 6 : 15)

 

  • Dzikru Nikmat. Ini berkenaan dengan ribuan bahkan tak dapat kita hitung dengan angka atas nikmat yang Allah berikan kepada kita dari bangun tidur hingga tidur kembali semuanya penuh nikmat. Kita harus berdzikir kepada Allah karena hakikatnya segala nikmat tersebut datangnya dari Allah.

Hai manusia, ingatlah akan  nikmat Allah kepadamu. ..” (QS. Faathir 35:3)

 

Semoga kita menjadi ahli dzikir yang senantiasa ingat kepada Allah dimana pun dan kapan pun sehingga Allah juga ingat dan menolong kepada kita. Wallahu’alam. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment