Ingin Rendah Terkena Penyakit Jantung dan Diabetes ? Tinggallah di Pegunungan

Pegunungan

PERCIKANIMAN.ID – – Tahukah Anda jika letak geografis tempat tinggal dapat memengaruhi kesehatan? Udara di daerah perbukitan yang tak tersentuh oleh komersialisasi membuatnya masih segar dan sehat. Sebuah studi telah menemukan, risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes lebih rendah pada orang yang tinggal di dataran tinggi. Hal ini ini menunjukkan, wilayah geografis berkontribusi terhadap risiko penyakit.

“Kami menemukan bahwa orang-orang yang hidup antara 457 sampai 2.297 meter memiliki risiko lebih rendah menderita sindrom metabolik daripada mereka yang tinggal di 0-121 di atas permukaan laut,” kata Amaya Lopez-Pascual yang melakukan ini sebagai bagian dari gelar PhD di University of Navarra, Spanyol, tulis okezone yang mengukutip Zeenews, Rabu (1/2/2017).

Sindrom metabolik adalah istilah medis untuk kombinasi tekanan darah tinggi, kadar gula dan kolesterol, serta kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang. Hal tersebut dapat berdampak pada masalah kesehatan yang serius. Peningkatan sindrom metabolik terutama disebabkan tingginya tingkat obesitas, merokok dan gaya hidup kurang berolahraga. Sedikit yang mengetahui bila lingkungan tempat tinggal juga memengaruhi kesehatan.

“Hidup di ketinggian tampaknya membantu jantung dan fungsi paru-paru, penurunan berat badan dan meningkatkan sensitivitas insulin,” tutur asisten penulis studi ini, Pedro Gonzalez-Muniesa.

Pada studi ini, para peneliti menggunakan data dari proyek Spanyol, di mana peserta telah secara sukarela menyerahkan informasi tentang kesehatan mereka dua kali setahun sejak 1999. Informasi dari ribuan peserta yang awalnya sehat digunakan untuk menyelidiki perkembangan sindrom metabolik dalam kaitannya dengan tinggal di tempat perbukitan atau pegunungan.

promooktober

Hasilnya yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers dalam Fisiologi cukup jelas. Semakin tinggi ketinggian tempat tinggal, maka semakin kecil kemungkinan terkena penyakit sindrom metabolik. [ ]

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment