Kapan Waktu Terbaik Untuk Berdoa Agar Diijabah?

berdoa berdzikir

Assalamu’alaykum Wr.Wb. Pak Aam, punten saya sedang banyak masalah untuk segera diselesaikan. Saya sudah ikhtiar dan sebagian masalah terselesaikan namun ada beberapa masalah yang justru bertambah berat. Saya sudah berdoa termasuk menunaikan ibadah sunnah (sedekah dan tahajud). Kata teman dalam berdoa kita harus tahu waktu terkabulnya doa. Apakah ada ketentuan atau keafdalan dalam berdoa sehingga tercepat terkabul? Terima kasih ( Lena by email)

 

 

 

Wa’alaykumsalam. Wr Wb. Iya ibu Lena dan juga pembaca sekalian  yang dimuliakan Allah, pada intinya, berdoa itu bisa kita lakukan kapan dan di mana saja. Boleh dengan suara keras atau dengan hati maksudnya dalam hati saja.  Akan tetapi, dalam sejumlah riwayat disebutkan ada sejumlah waktu yang sangat baik untuk diisi dengan doa, yaitu:

  1. Sepertiga akhir malam.

Rasulullah Saw. bersabda, “Setiap malam, Tuhan kita turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam yang akhir. Maka Allah berfirman, ‘Barang siapa yang berdoa kepada-Ku, pasti akan Aku kabulkan, dan siapa yang memohon kepada-Ku, pasti akan Aku beri, dan siapa yang mohon ampun kepada-Ku, pasti akan Aku ampuni.’” (H.R. Bukhari, Muslim, Tirmidzi). Yang dimaksud sepertiga akhir malam, sekitar pukul tiga pagi.

  1. Tengah malam dan setelah salat fardu.

Rasulullah Saw. pernah ditanya, “Wahai Rasulullah, kapankah doa yang paling didengar Allah?” Rasulullah Saw. menjawab, “Doa di tengah malam dan doa setelah salat fardu (wajib).” (H.R. Tirmidzi). Yang dimaksud pertengahan malam pada riwayat ini sekitar pukul satu pagi. Sedangkan, yang dimaksud akhir salat wajib, yaitu setelah salam.

Setelah salat, kita berzikir seperti biasa: membaca istighfar 3 kali, subhanallah 33 kali, alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 33 kali, dan Laa ilaaha illallah 1 kali. Setelah membaca zikir-zikir tersebut, kita dianjurkan membaca doa apa saja yang kita mau karena akhir salat wajib merupakan salah satu waktu terbaik untuk berdoa.

promooktober
  1. Pada saat lapang atau senang.

Biasanya, kita rajin berdoa kalau sedang menghadapi kesulitan, sedang kepepet, atau dalam keadaan terpuruk. Padahal, doa yang paling cepat dikabulkan adalah doa di saat kita sedang merasa senang dan dalam keadaan tenang.

Rasulullah Saw. bersabda, “Barang siapa yang ingin doanya dipenuhi Allah ketika sulit, hendaklah ia memperbanyak doa di waktu lapangnya.” (H.R. Tirmidzi dan Hakim)

  1. Ketika sujud.

Rasulullah Saw. bersabda, “Jarak yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya ialah ketika sujud. Maka, perbanyaklah doa ketika sujud.” (H.R. Muslim). Hadis sahih ini menganjurkan agar kita memperbanyak doa saat sujud. Caranya, selesai membaca doa Subhaana Rabbiyal A’la, kita bisa lanjutkan dengan doa apa saja yang kita kehendaki. Hadis ini juga tidak menjelaskan pada sujud ke berapa doa itu dibaca. Hal ini mengandung isyarat bahwa kita boleh berdoa pada sujud yang mana saja, tidak harus pada sujud yang terakhir.

  1. Pada hari Jumat.

Rasulullah Saw. bersabda, “Pada hari Jumat itu ada suatu saat yang apabila kebetulan seorang muslim berdiri salat sambil meminta sesuatu (berdoa) kepada Allah Swt. Maka, Allah akan memberi apa yang ia minta.” (Muttafaq ‘Alaih). Keterangan ini memberi arahan bahwa kalau sedang salat Jumat, kita dianjurkan untuk memperbanyak doa, sebab pada waktu tersebut ada sa’tul ijaabah (waktu terkabulnya doa).

  1. Antara azan dan iqamah.

Rasulullah Saw. bersabda, “Doa antara azan dan iqamah tidak akan ditolak.” (H.R. Tirmidzi). Selesai azan, kadang ada jeda waktu menunggu iqamah, dalam jeda itulah sebaiknya kita memperbanyak doa apa saja yang kita mau karena itu merupakan waktu yang baik untuk berdoa.

  1. Pada hari Arafah (9 Dzulhijjah). Tanggal 9 Dzulhijjah merupakan hari yang sangat penting bagi para jamaah haji karena waktu tersebut diharuskan wuquf di Arafah. Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Ahajju ‘Arafah.” Artinya, puncak ibadah haji itu wuquf di Arafah. Kalau kita berada di Arafah, perbanyaklah doa karena itu merupakan waktu dan tempat terbaik untuk berdoa. Sebagaimana dijelaskan dalam riwayat Imam Muslim, “Nabi Saw. mendatangi tempat wuquf di Arafah dan beliau menghadap kiblat, terus-menerus berdoa hingga matahari tenggelam.”

 

Demikian, semoga Anda lebih termotivasi dalam memanjatkan doa sebagai bentuk komunikasi dan penghambaan kita terhadap Allah Swt. Untuk lebih lengkapnya Anda bisa membaca dan mempelajari seputar pembahasan doa ini dalam buku Doa Orang-orang Sukes yang saya tulis. Wallahu a’lam bishawab. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: panjiislam

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email aam@percikaniman.org  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

 

REKOMENDASI

Leave a Comment