Jadi Istri Shalihah Itu Mudah, Lakukan Langkah Sederhana Ini

istri ibu shalihah

PERCIKANIMAN.ID – – Menjadi wanita shalihah khususnya bagi seorang istri adalah dambaan semua muslimah dan impian suami mempunyai pedamping hidup yang demikian. Bagi sebagian muslimah untuk menjadi shalihah adalah sesuatu yang sulit bahkan mustahil karena predikat wanita shalihah seolah hanya milik para istri nabi dan rasul serta sahabat yang hidup di zaman Rasulullah. Namun tentu Allah Maha Adil dan Maha Tahu dan anugerah shalihah itu semua orang yang beriman dan beramal shalih meski ia tidak hidup bersama Rasul. Hal ini seperti yang ditegaskan Allah Swt dalam Al Qur’an:

Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka.” (QS.An-Nisa: 34)

Dalam ayat yang mulia di atas disebutkan di antara sifat wanita shalihah adalah taat kepada Allah dan kepada suaminya dalam perkara yang ma‘ruf lagi memelihara dirinya ketika suaminya tidak berada di sampingnya. Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw  menyampaikan:

Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR. Ahmad)

Dari dalil-dalil yang telah disebutkan di atas, dapatlah kita simpulkan bahwa sifat istri yang shalihah adalah sebagai berikut:

promooktober
  1. Mentauhidkan Allah Swt dengan mempersembahkan ibadah hanya kepada-Nya tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatupun.
  1. Tunduk kepada perintah Allah Swt, terus menerus dalam ketaatan kepada-Nya dengan banyak melakukan ibadah seperti shalat, puasa, bersedekah, dan selainnya. Membenarkan segala perintah dan larangan Allah Swt.
  1. Selalu kembali kepada Allah Swt dan bertaubat kepada-Nya sehingga lisannya senantiasa dipenuhi istighfar dan dzikir kepada-Nya. Sebaliknya ia jauh dari perkataan yang laghwi, tidak bermanfaat dan membawa dosa seperti dusta, ghibah, namimah, dan lainnya.
  1. Menaati suami dalam perkara kebaikan bukan dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan melaksanakan hak-hak suami sebaik-baiknya.
  1. Menjaga dirinya ketika suami tidak berada di sisinya. Ia menjaga kehormatannya dari tangan yang hendak menyentuh, dari mata yang hendak melihat, atau dari telinga yang hendak mendengar. Demikian juga menjaga anak-anak, rumah, dan harta suaminya.
  1. Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/ safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta‘ (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan. Rasulullah Swt bersabda:

Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

  1. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.” Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits lain Rasulullah Saw pernah mengingatkan dengan bersabda: “Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya.” (HR. An-Nasai)

Demikian beberapa langkah untuk menuju tingkatan istri shalihah yang diharapkan oleh Allah, Rasul dan suami. Predikat ini tentu bukan hal yang mudah karena pasti ada ujian dan tantangannya namun jika mengetahui bahwa pahalanya adalah surga dan kita bisa memilih pintu mana yang hendak kita buka maka ini tentua sebuah hadiah dari Allah Swt. Semoga kita menjadi bagian dari para penghuni surga itu. [ ]

 

Red: eilka dan dini

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

(Visited 3 times, 2 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment