Saat Hamil Ibu Meminta Selalu Membawa Pisau, Apakah Durhaka Jika Tidak Dituruti?

hamil

Saya lagi hamil anak ketiga, ibu selalu menyuruh saya untuk membawa pisau kalau pergi kemana-mana, dengan alasan-alasan tertentu, tetapi saya tidak meyakini hal tersebut. Bagaimana hukumnya ?  (Ani by email)

 

Memang terkadang antara kita dan orangtua adakalanya berbeda pandangan mengenai agama. Disisi lain ada banyak mitos tentang kehamilan yang dihubungkan dengan agama atau seolah-olah seperti bagian dari ajaran agama, padahal bukan. Banyak orangtua yang mempercayai berbagai mitos-mitos ketika kehamilan. Misalanya:

  • Mitos dilarang melihat gerhana bulan.

Ada mitos atau kepercayaan ibu hamil dilarang melihat gerhana bulan. Jika tetap melihat gerhana bulan maka bayi di dalam kandungan akan lahir dengan kondisi bibir sumbing atau gelap kulitnya.

Faktanya?

Bibir sumbing bisa terjadi karena adanya faktor genetik dan faktor lingkungan di sekitarnya. Berbeda dengan suku Aztec yang percaya bahwa gerhana bulan adalah gigitan di wajah,sebagaimana mereka meyakini bahwa ibu hamil yang melihat gerhana akan mengalami kejadian yang sama pada bibir bayi yang dikandung. Jadi dengan kata lain, bibir sumbing pada bayi tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan bulan.

 

  • Mitos larangan mandi dilaut

Ibu hamil tidak boleh mandi dilaut khusunya launt pantai selatan karena aka nada kekuatan ghaib yang akan mengganggu. Selain itu mandi dilaut dapat menyebabkan kotoran yang ada di air akan meresap dan membuat bayi terkontaminasi oleh kotoran dari tubuh ibu.

Faktanya?

Bayi terlindungi oleh selaput lendir yang membungkus rahim sehingga kotoran tidak akan sampai ke tubuh bayi. Meskipun sedang hamil, ibu dapat tetap mandi asalkan menggunakan air dengan suhu yang sejuk untuk tubuh dan air bersih.

BACA JUGA  Hakim Federal Batalkan Kebijakan, Trump Marah Besar

Begitu juga dengan mitos-mitos yang lainnya, dilarang memotong rambut termasuk harus selalu membawa pisau seperti yang ibu Anda pesankan. Kuncinya kalau kita yakin akan hal tersebut jangan diikuti. Karena kalau orangtua salah kita jangan mengikuti. Itu bukan bentuk kedurhakaan anak kepada orangtua. Durhaka itu jika orangtua memerintahkan atau menyuruh kebajikan dan Anda tidak mengikuti. Namu demikian tetap perlakukanlah orantua secara hormat dan santun. Karena seburuk-buruknya orangtua harus tetap kita hormati. Walaupun ada hal-hal yang harus kita tidak ikuti jika perintahnya khususnya terkait hal-hal yang bau mitos . Wallahu’alam. [ ]

Editor: iman

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment