Hukum Bermakmum pada Imam yang Bacaannya Kurang Tartil

subuh-pusdai-5

Ustadz kadang kita shalat berjamaah namun mendapati imam yang bacaan Al Quran nya kurang baik (tartil) sehingga membuat hati kurang sreg dan khusyuk. Bagaimana hukumnya menjadi makmum yang bacaan imamnya  kurang baik dan cepat ? (Indra via apps)

 

 

Bagi seorang muslim, khususnya laki-laki yang telah baligh, selama tidak ada udzur syari maka maka wajib bagi shalat berjamaah di masjid. Ada banya dalil khususnya hadits tentang perintah untuk shalat berjamaah ini. Demikian pula Anas bin Malik  radhiyallahu ‘anhu, beliau tidak akan datang ke masjid bani Rifa’ah maksudnya untuk melaksanakan shalat berjamaah. Kemudian Imam al-Bukhari  menyebutkan beberapa hadits yang menunjukkan keutamaan shalat berjamaah. Di antaranya dari Abdullah bin Umar  radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian dengan 27 derajat.” (HR.Muslim)

Demikian juga dengan beberapa hadits yang menyebutkan tentang pahala atau keutamaan orang yang shalat berjamaah di masjid, seperti yang disabdakan Rasulullah Saw,

Seorang yang berjalan ke masjid, maka tiap langkah kakinya akan diberikan satu pahala, dihapuskan satu dosa, dan dinaikkan satu derajat oleh Allah Swt”. (HR.Ibnu Majah dan Muslim).

Terkait dengan bacaan imam yang Anda anggap kurang baik atau kurang tartil, jika Anda atau kita bermakmum pada imam yang memang ternyata bacaannya kurang baik dan cepat tentunya tidak akan menggugurkan pahala shalat berjamaahnya dan shalat berjamaahnya tetap dianggap sah atau tidak batal. Tetapi jika Anda merasa terganggu dengan hal tersebut, dan sekiranya membuat Anda tidak khusyu maka diperbolehkan memisahkan diri. Namun jika memang tidak mengganggu kekhusyuan dalam shalat maka tetap lanjutkan shalat berjamaahnya.

BACA JUGA  Makan 5 Kali Sehari Itu Lebih Sehat, Begini Caranya

Imam itu harus memperhatikan kondisi makmum, jangan sampai imam membuat makmum tidak khusnyu karena kepanjangan atau kecepatan dalam bacaan suratnya. Pernah suatu saat Nabi memendekkan bacaan shalatnya, lantas sahabat pun bertanya kepada rasul, mengapa rasul memendekkan bacaan dalam shalatnya. Maka rasul menjawab, tidakkah engkau mendengar tangisan anak kecil, karena ada makmum yang membawa anaknya, dan pasti ibunya khawatir akan tangisan anaknya tersebut. Jadi imam itu harus bijak dan melihat kondisi makmum.

Imam shalat juga harus mengukur atau melihat kondisi jamaahnya, istilahnya jangan “egois” misalnya mentang-mentang sudah hafal 30 juz lantas bacaan suratnya saat jadi imam panjang-panjang sementara jamaahnya ada orangtua yang mungkin tidak kuat berdiri lama, ada anak-anak yang justru bisa menimbulkan kegaduhan atau mungkin ada jamaah yang akan segera ada keperluan atau menunaikan amanah dan sebagainya. Atau ketika shalat di mushola mall yang kecil, imam shalat bacaannya panjang sementara yang menunggu giliran shalat panjang atau masih banyak. Nah, inikan kurang bijaksana. Kecuali kalau ia shalat sunnah atau shalat sendirian, silakan memanjang bacaan suratnya sesuai dengan kemampuan. Jadi sekali lagi bijaksanalah ketika menjadi imam shalat. Wallahu’alam. [ ]

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: aly

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment