Menghadapi Tantangan Dakwah dan Fitnah di Majelis Taklim

muslimah ceramah

Pak Aam, saya baru membentuk majelis taklim baru, tantangannya begitu banyak, banyak yang menyebarkan fitnah dan pembunuhan karakter saya, apa yang harus saya lakukan ? ( Hamba Allah by phone)

 

 

Tentu yang mendasar dalam setiap kita beramal adalah niat sebagai pondasinya termasuk dalam berdakwah atau syiar Islam. Niat ini harus ikhlas karena mengharap ridho Allah dan niat tidak harus diucapkan atau ditunjukkan kepada orang lain yakni cukup di hati saja. Termasuk niat Anda dalam membentuk majelis taklim ini sebagai sarana dakwah dan syiar Islam.

Sesungguhnya Allah tidak akan menerima dari semua jenis amalan kecuali yang murni (ikhlas) untuk-Nya dan untuk mencari ridho-Nya. (HR. Nasa’i)

Terkait dengan tantangan dan rintangan atau hambatan dakwah itu sudah menjadi Sunnatullah. Dapat kita baca sejarahnya bagaimana dakwah para Nabi dan Rasul zaman dahulu dalam berdakwah dari sekedar fitnah dianggap gila sampai ancaman pembunuhan bahkan beberapa Nabi dari kalangan Bani Israil sampai dibunuh umatnya. Ini menunjukkan bahwa jalan dakwah itu bukan jalan yang mulus yang setiap orang menyukai dan menerimanya.  Namun kita harus sabar menjalaninya, tugas kita hanya menyampaikan dan soal hidayah itu menjadi hak Allah.

Cara berdakwah kita termasuk dakwah Anda di majelis taklim bisa mengacu pada firman Allah SWT dalam surat An-Nahl ayat 125: yang artinya “serulah kepada jalan tuhnmu dengan Hikmah, Mau’idzatih yang baik, dan berdebat dengan mereka itulah yang lebih baik”.

Artinya dalam berdakwah termasuk Anda di majelis taklim harus dengan hikmah jangan marah-marah, dengan mau’idzatih hasanah atau perkataan yang baik dan lembut tidak kasar dan  bersabarlah dan kamu bisa bersabar hanya karena pertolongan Allah. Janganlah kamu bersedih karena mereka, jangan pula kamu merasa sesak karena ulah mereka, sungguh Allah bersama orang-orang yang bertaqwa dan berbuat baik.

BACA JUGA  Dari Sidang Ahok, Saksi Ahli Nyatakan Non-Muslim Dilarang Tafsirkan Al Quran

Jika ada fitnah maka hadapi dengan tenang jangan emosional, ajak dialog dan klarifikasi (tabayyun) hal mana yang jadi sumber fitnah kemudian jelaskan.  Yang namanya dakwah pasti ada tantangan, ini sudah menjadi sunnatullah kita dalam berdakwah. Jangan dikira dakwah para ulama, ustadz atau ustadzah tidak ada tantangan, hinaan, cacian, yang tidak suka mungkin banyak, tetapi istiqomah jalan saja. Karena mereka yang tidak suka itu bukan mau menghancurkan kita, tetapi menghancurkan dakwah Islam.

Hal tersebut merupakn bagian yang harus kita hadapi, dan pada akhirnya fitnah-fitnah tersebut seperti es di padang pasir. Makanya seperti yang di katakana ulama Hasan Al Bana  bahwa jalan dakwah itu penuh duri, terjal dan penuh tantangan, maka kamu harus punya segudang energi untuk menghadapi itu semua. Jadi Anda tetap istiqomah saja kemudian juga lakukan introspeksi diri mungkin ada metode atau cara yang kurang pas atau belum waktunya disampaikan karena kapasitas pengetahuan dan pemahaman jamaah yang tidak sama. Bacalah kembali kisah-kisah dakwah para Nabi dan Rasul dalam berdakwah sehingga akan memotivasi Anda dalam membina majelis taklim. Wallahu’alam. [ ]

Editor: iman

Ilustrasi foto: norman

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

 

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment