Cara Ajak Anak Muda Memakmurkan Masjid

masjid

PERCIKANIMAN.ID – – Belakang ini pada sebagai masjid masih jarang sekali diisi oleh anak-anak muda. Masjid seolah hanya sebatas tempat ibadah yang digunakan oleh orang dewasa sehingga eksistensi masjid tidak kalah dengan tempat nongkrong atau mal. Padahal peran pemuda dalam perkembang dan eksistensi Islam sangat dibutuhkan

Jika masjid penuh dengan orangtua, hal ini bukanlah sesuatu yang aneh karena orangtua sedang mempersiapan “perjalanan” panjangnya dengan memanfaatkan masa senggangnya dengan ragam ibadah di masjid. Diakui orangtua lebih banyak waktu luangnya sehingga sangat memungkinkan aktivitas ibadah dimasjid menjadi lebih dominan.

Namun jika kaum mudanya yang juga bisa aktif maka hal ini tentu sesuatu yang luar biasa. Masa muda adalah masa mencari jati diri dengan lebih banyak aktivitas duniawi yang cenderung hura-hura dan santai. Karenanya jika kaum muda Islam lebih banyak menghabiskan waktunya di masjid ketimbang di café atau mall maka ini adalah hal yang luar biasa.

Oleh sebab itu, penting sekali mengajak peran remaja dalam meningkatkan eksistensi dan memakmurkan masjid. Melansir dari Soundvision, berikut ini beberapa cara ‘meramaikan’ lagi masjid bagi remaja di tengah situasi dan kondisi yang tidak menjadikan masjid tempat singgah saja sehingga remaja pun bagian dari memakmurkan masjid:

 

  • Libatkan aktivitas kemasjidan

Bulan Ramadan menjadi kesempatan untuk mempertahankan anak muda di masjid. Misalnya, dengan membuat konsep pengajian remaja. Sediakan pula hidangan buka puasa yang tren di kalangan anak muda, seperti piza atau popcorn. Makanan dapat mengundang anak mudah lebih cepat datang ke masjid. Selain momen Ramadhan juga bisa memanfaatkan kegiatan hari besar Islam seperti maulid nabi dan tahun baru hijrah sebagai sarana mengumpulkan remaja di masjid.

  • Rangkul dengan teknologi

Manfaatkan media sosial untuk mengundang anak muda datang ke pengajian dan salat berjamaah di masjid. Sebab, hampir semua anak muda memiliki akun-akun media sosial. Pilih pokok bahasan yang disukai anak muda. Hal ini bisa juga didukung dengan pemberian akses internet gratis terbatas (wifi) sehingga remaja lebih betah di masjid dan orangtua lebih mudah untuk mengontrol aktivitas anak-anaknya di masjid saat berselancar di dunia maya. Terapkan aturan jika mengakses situs negatif maka tidak akan diberi akses lagi.

  • Ceramah yang dinamis
BACA JUGA  Pakar Hukum: Sikap Ahok di Persidangan Sangat Arogan

Tidur atau main gadget sering kali tampak pada jamaah salat Jumat. Mungkin ini dikarenakan isi khutbah yang membosankan dan terkesan itu-itu saja. Untuk itulah buatlah isi khutbah dan cara penyampaiannya yang disenangi anak muda. Undang pula pembicara yang merupakan dari kelompok anak muda agar dapat mendorong semangat anak muda lainnya. Para pengrus masjid juga perlu mendengarkan aspirasi remejanya khususnya dalam memilih tema dan ustadznya yang dikehendaki.

remaja-masjid
Beberapa remaja mengikuti kajian di masjid (foto: tribunnews)
  • Jalin keakraban antar remaja

Liburan sekolah atau libur semesteran adalah waktu yang tepat bagi remaja untuk lebih memakmurkan masjid. Ajak mereka beraktivitas di masjid hingga larut malam dengan mengikuti kajian dan permainan yang menyenangkan. Kegiatan ini juga bisa dimanfaatkan dengan mengajak remaja yang masih malu-malu ke masjid. Katakana bahwa siapa lagi yang akan memakmurkan masjid kalau bukan remaja. Namun juga perlu dijelakan bahwa pergaulan khususnya antar muda mudi di masjid juga aturannya. Jangan biarkan remaja putra dan putri berkegiatan dimasjid dengan saling bercampur. Momen ini tepat bagi orangtua menjelankan aturan pergaulan dalam Islam.

  • Libatkan dalam merenovasi masjid

Meski ornament dan aksitektur masjid tidak sama dengan rumah sehingga bisa boleh menempel sembarang gambar atau apa pun di dinding masjid namun saat hendak mengecat ulang masjid ada baiknya melibatkan remaja. Libatkan remaja meski sekedar dimintai kritik dan  sarannya. Mungkin para remaja juga perlu ruang khusus semacam secretariat untuk pusat kegiatan. Beri pemahaman bahwa masjid juga milik remaja sehingga ada tanggung jawab untuk menjaga, merawat dan memelihara. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

 

(Visited 7 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment