Bukti Kalau Kehidupan di Dunia Berasal dari Langit

langit

Oleh : Bambang Pranggono

 
وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ

Dan buatkanlah bagi mereka perumpamaan kehidupan di dunia ibarat air yang Kami turunkan dari langit sehingga menyuburkan tumbuh-tumbuhan. (Al-Kahfi:45)

Al-Qurtuby menafsirkan ayat tadi bahwa hidup diibaratkan seperti air, ketika sedikit dia bermanfaat, kalau banyak jadi merusak. Namun, barangkali bisa juga kita memaknai bahwa sebagaimana air diturunkan dari langit, maka kehidupan juga berasal dari langit.

Tim yang dipimpin oleh Prof.Milton Wainwright dari Deopartemen Biologi Molekuler University of Sheffield menemukan bukti adanya makhluk organisme mikroskopik yang hidup di ketinggian 27 km di atas atmosfir Chester, Inggris. Sampel itu diperoleh dari balon yang diterbangkan ke lapisan stratosfir pada saat hujan meteor Perseid 31 Juli 2013.
Mereka mendapati makhluk-mahluk bersel tunggal yang disebut diatom, dan mengandung DNA . Ketika rasio dari isotop tertentu menunjukkan sebuah angka tertentu maka makhluk organisme tadi berasal dari bumi, ketika rasio menunjukkan angka lain maka mereka berasal dari angkasa luar.

Prof.Wainwright yakin bahwa makhluk itu turun dari angkasa luar, terbawa oleh komet dan meteor yang meleleh ketika menembus atmosfir bumi lalu menyebarkan makhluk-mahluk tadi. Juga karena mereka bersih dari debu maka tentu bukan diterbangkan ke atas dari permukaan bumi. Di awal 2013, NASA juga menemukan adanya bakteri yang melayang di ketinggian 8 km.

Lalu juga sampel udara yang diambil dengan pesawat yang terbang di lapisan troposfera di atas Lautan Atlantik ternyata berisi 314 jenis bakteri. Sebuah Tim peneliti Inggris yang lain melakukan ekspedisi Cloud-Lab mengumpulkan sampel di awan, dalam rangka mencari bukti adanya bakteri dan jamur yang hidup di sana.

BACA JUGA  Mendidik Diri Dengan Puasa

Prof.Felicity Aston, pimpinan tim yang ahli meteorologi mengatakan bahwa bukan hanya kehidupan yang dipengaruhi oleh cuaca, tetapi cuaca juga dipengaruhi oleh jasad renik makhluk-mahluk hidup di angkasa. Walhasil semua kehidupan di bumi diduga berasal dari angkasa luar, sebagaimana isyarat dari ayat al-Qur’an di atas. Wallahu a’lam.

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment