Muslimah Tetap Eksis di Medsos, Perhatikan Yang Ini

muslimah dan medsos

PERCIKANIMAN.ID – – Jumlah pengguna media sosial semakin meningkat setiap tahun. Kategori penggunanya juga melibatkan perempuan muslim. Lantas, bagaimana cara wanita muslim bermedia sosial yang baik? Tak dapat dipungkiri wanita kerap menjadi objek di segala lini, terlebih di media sosial. Tentunya, khusus bagi wanita muslim mereka perlu menempatkan batas-batas berselancar di media sosial. Maka, seperti inilah cara bermedia sosial yang baik bagi wanita muslim seperti dilansir Soundvision, Senin,(6/1/2017).

  • Update tweet tentang info Islam

Twitter adalah jaringan media sosial yang paling cepat berkembang. Maka manfaatkan jasa Tweeter untuk berbagi inspirasi Islami. Seperti, “Khadijah: Perempuan Muslim yang luar biasa – pengusaha, terpercaya, dan tingkat keimanannya sangat tinggi.

  • Menulis konten tentang kehidupan sebagai perempuan Muslim

Buatlah tulisan yang menginspirasi tentang wanita muslim. Kemudian share ke halaman Facebook atau akun Twitter. Tulisan inspirasiratif ini tidak harus kisah atau tulisan sendiri. Kaum muslimah bisa share kisah inspiratif dari teman muslimah lainnya.

  • Sebarkan dakwah Islam

Siarkan jadwal kajian dan dakwah Islam yang diselenggarakan di masjid-masjid setempat yang diselenggarakan organisasi mahasiswa atau asosiasi Islam. Keuntungan jamaah Islam untuk menghadiri tausiah lewat media social dan beragam info keislaman lainnya.

Namun demikian bagi kaum muslimah yang aktif di medsos ada baiknya menghindari atau tidak melakukan beberapa hal saat berselancar di dunia maya. Seperti dikutip dari muslimcare berikut beberapa aktivitas yang perlu dihindari kaum muslimah di medso:

  • Tidak upload foto yang membuka aurat

Pergaulan muslimah di dunia maya jelas disyaratkan untuk menutup auratnya secara penuh. Hal ini sebagaimana perintah Allah Ta’ala dalam QS Al Ahzab: 59. Namun sebagian ulama juga tetap mengharamkan muslimah memajang fotonya di medsos dengan alasan lebih banyak mudharatnya dan berpotensi timbulnya fitnah serta mengundang kaum lelaki bukan mukhrimnya untuk memandangnya. Lihat QS. An-Nur: 30 – 31.

 

  • Tidak mengunggah video atau suara dengan mendayu-dayu

Pada sebagian fasilitas medsos tersedia aplikasi yang dengan mudah penggunanya mengunggah video sehingga dapat dilihat temannya yang sedang online. Suara atau video tersebut bisa saja bermuatan dakwah namun jika suaranya mendayu-dayu maka akan berakibat sebaliknya. Ingat, tidak semua teman di medsos adalah kaum wanita. Hal tersebut akan menjadi kebalikannya jika suara yang dimunculkan oleh muslimah tersebut penuh nada merayu nan mendayu-dayu. Oleh karena itu sebagian ulama menyatakan bahwa nyanyian perempuan yang mendesah dan mendayu-dayu serta memancingan rangsangan syahwat haram hukumnya. Hal ini sejalan dengan larangan Allah Ta’ala yang tertuang dalam QS. Al-Ahzab: 32.

Maka jelaslah jika suara seorang muslimah yang dengan sengaja dibuat untuk menarik perhatian lawan jenisnya itu dilarang. Seharusnya pula perbuatan tersebut dihindari.

 

  • Jangan menyebarkan aib orang lain

Aib atau keburukan tersebut bisa berupa gambar atau foto atau juga tulisan dari orang lain yang mencerikan tentang keburukan orang lain. Untuk itu sebaiknya jangan ikut menshare atau berkomentar yang turut mendukung aib tersebut. Hal ini sebagaimana yang diperintah Rasulullah Saw:

Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat” (HR. Tirmidzi).

Meski ini terkait dengan aktivitas muslimah dimedsos namun sebaiknya kaum muslim juga memperhatikan hal-hal tersebut. Kaum pria muslim pun tetap harus berlaku terpuji meski hanya di medsos sekalipun sehingga aktivitas di dunia maya tetap bernilai ibadah dan dakwah. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: norman

(Visited 10 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment