Besi Berasal dari Bumi atau Matahari ? Ini Penjelasan Ilmiahnya

besi paku

 

Oleh: Ir. H. Bambang Pranggono, MBA*

 

 

PERCIKANIMAN.ID – – Keberadaan besi sebagai salah satu logam untuk kebutuhan manusia sudah dikenal sejak lama. Ribuan abad yang lamu manusia sudah mampu memanfaatkan besi untuk senjata maupun alat memudahkan dalam membuka hutan. Namun darimana besi berasal?. Ada yang berpendapat dari bumi (tanah) namun ada juga teori dari matahari.

 

“…Dan Kami turunkan besi, didalamnya kekuatan dan manfaat bagi manusia…” (Q.S. Al-Hadiid [57]: 25)

 

Logam besi diperoleh dari tambang di dalam tanah. Maka, ayat di atas yang menyebutkan bahwa Allah “menurunkan” besi terasa menggelitik. Dr. Zahlul an-Najjar, ahli geologi terkemuka di Amerika dan Eropa, menjelaskan bahwa besi memang tidak terbentuk di bumi dan pasti berasal dari angkasa luar. Bahkan, matahari pun tidak bisa membentuk besi karena panas permukaannya “hanya” 6000 ºK (derajat Kelvin) dan panas di dalam intinya “hanya” 15.000 ºK. Untuk terbentuknya besi, dibutuhkan suhu ratusan juta derajat Kelvin dan itu hanya ada didapur bintang-bintang besar nun jauh di angkasa luar.

 

Diduga, besi berasal dari batu-batu meteorit dengan kandungan 90% besi yang terus turun menghujani bumi. Harun Yahya juga memperkuat pandangan ini. Namun demikian, belakangan ini ada teori baru yang dikemukakan oleh Dr.Oliver Manuel, ahli kimia nuklir dari University of Missouri. Ia mengajukan teori bahwa tata surya berasal dari ledakan sebuah bintang supernova lima milyar tahun yang lalu. Planet-planet luar (termasuk Jupiter) berasal dari lapisan luar supernova. Karenanya, planet-planet tersebut tersusun dari elemen ringan seperti hidrogen dan helium. Sementara itu, planet-planet sebelah dalam (termasuk Bumi) tersusun dari elemen berat yang berasal dari bagian dalam supernova tadi.

 

BACA JUGA  Jadi Saksi Sidang, Ketum MUI Tegaskan Ucapan Ahok Masuk Kategori Penghinaan Terhadap Islam

Adapun matahari berasal dari inti supernova sehingga ia tersusun dari besi, xenon, dan elemen berat lainnya dan inti matahari ini terus menerus memancarkan energi ledakan supernova tadi. Ini membantah teori populer bahwa matahari tersusun dari gas hidrogen. Fusi hidrogen memang menghasilkan panas tinggi ketika dia muncul ke permukaan matahari. Tetapi, sebagian besar panas matahari berasal dari intinya yang terbuat dari besi. Analisis meteorit yang jatuh di Bumi menunjukkan adanya jejak helium primordial dan campuran xenon normal maupun asing. Demikian juga data dari satelit NASA Galileo tahun 1996 menunjukkan adanya gas xenon di atmosfir Jupiter yang padat helium.

 

Teori bahwa matahari adalah besi memang menentang pendapat lama. Tetapi, hal tersebut tidak mengubah tafsir ayat ke-25 surat Al-Hadid tersebut di atas yang menyatakan bahwa besi memang diturunkan dari atas, bisa dari angkasa luar yang jauh atau pun dari matahari besi. Wallahu a’lam.

 

 

*Penulis adalah seorang pendidik, pegiat dakwah dan penulis buku.

 

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: [email protected] atau: [email protected]  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment