Arti dan Cara Bertafakur Sesuai Ajaran Islam

muslimah

Pak ustadz apa arti tafakur dan dengan cara apa kita bertafakur ? Terimakasih (by: Rena)

 

 

Tafakur secara luas dimaknai sebagai sikap kita dalam merenungi dan memahami ayat-ayat Allah di muka bumi dengan tujuan untuk meningkatkan dan menambah keimanan kita. Ayat tentang perintah untuk tafakur dalam Al-Quran lebih dari 50 ayat. Salah satunya dapat kita baca dan sering kita dengar adalah Q.S Al-Imron ayat 190-191:

Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), Ya tuhan kami, tidaklah engkau menciptakan semua ini sia sia, Maha suci engkau, lindungilah kami dari azab neraka”.

Dalam surat tersebut disebutkan  Ulul albab yaitu orang yang mengingat Allah saat berjalan duduk berbaring. Maksudnya, setiap langkah dan jalan hidupnya selalu dibimbing oleh Allah. Orang-orang beriman itu selalu berzikir saat berbaring, berjalan, berdiri ataupun duduk. Semisal, Mahasiswa yang berjuang sungguh-sungguh untuk kuliahnya, sampai orang tuanya menjadi senang , itu bisa dikatakan berzikir, berzikir secara prilaku.

Lahirnya ilmu-ilmu itu dihasilkan dari proses tafakur. Karena tafakur itu proses mengasah intelektual sehingga orang yang banyak tafakur akan menjadi orang berilmu pada bidangnya masing-masing. Dengan demikian ia cerdas secara intelektual  memahami ayat Allah dengan akal sehingga melahirkan ilmu pengetehuan. Juga cerdas secara spiritual dimana keimanan dan ketakwaannya kepada Allah semakin tinggi.  Manusia itu dimuliakan karena akalnya, sehingga akal harus kita sesuaikan dengan minat dan potensi kita untuk bertafakur, sehingga dari tafakur akan lahir kemuliaan dan peradaban.

Cara tafakur harus dikembalikan kepada bidangnya masing-masing. Orang yang ahli kedokteran harus tafakur di bidang tersebut, juga berlaku bagi bidang lainnya. Sebagai contoh ketika telinga kita terbatas untuk mendengar, dengan tafakur lahirlah alat telekomunikasi yang bisa menghubungkan orang dari belahan dunia, dan mengatasi pendengaran kita yang terbatas tadi. Karena kita bisa mendengar suara dari jarak jauh, yang sebelumnya belum terpikirkan.

BACA JUGA  Puluhan Peraih Nobel Desak PBB Hentikan Pembersihan Etnis Muslim Rohingya

Orang yang tafakur akan perilaku burung kemudian melahirkan dan tercipta pesawat terbang. Orang tafakur akan perilaku ikan maka akan melahirkan kapal laut dan kapan selam. Demikian juga dengan lahirnya ilmu pengetahuan dan tenologi lainnya. Jadi tafakur itu bagaimana cara kita mengarahkan seluruh pikiran kita untuk menemukan ilmu, setelah menjadi orang berilmu yang harus dimunculkan adalah kerendahan hati. Orang-orang yang beriman (kaum muslim) seharusnya mampu melahirkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebanyak-banyak karena ia mengimani ayat-ayat Allah dan memikirkannya. Wallahu’alam. [ ]

Editor: iman

Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected]  atau melalui i Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment