Waspadai ! Dibanding Pria, Wanita Lebih Rentan Terkena Stres di Tempat Kerja

wanita kerja

PERCIKANIMAN.ID – – Saat ini peran wanita dalam ruang publik semakin besar khususnya wanita pekerja baik di lapangan maupun di kantoran. Ragam profesi yang digelutinya juga bermacam-macam  dari sekedar pelayan di pertokoan, pegawai pemerintahan bahkan hingga anggota parlemen. Alasan wanita bekerja di luar rumah juga bervariasi dari tuntutan ekonomi keluarga, mengisi waktu luang hingga mengejar karier.

Terkait dengan mengejar karier ini tak jarang harus menyita waktu hingga lembur di tempat kerja. Namun aktivitas ini hendaknya diwaspadai kaum wanita karena wanita lebih mudah terserang sakit dan juga stres. Wanita karier rupanya lebih mudah terserang stres di tempat kerja dibandingkan karyawan pria. Bahkan, hal yang dibuktikan lewat studi ilmiah itu juga mengarah ke peningkatan risiko kecemasan dan depresi.

Dilansir dari metro.co.uk, dan dikutip dari republika.co.id menyebutkan angka resmi dari Health and Safety Executive (HSE) menunjukkan bahwa wanita berusia 25-54 tahun di Inggris lebih kerap terpapar stres yang berhubungan dengan pekerjaan daripada laki-laki. Utamanya, para perempuan dalam rentang usia 35-44 tahun yang sudah berkeluarga dan memiliki anak.

Psikiater di Priory’s Wellbeing Centre, Judith Mohring, menyebutkan alasan yang mencetus kecenderungan tersebut. Beberapa faktor termasuk seksisme tempat kerja, kurangnya dukungan, kesulitan menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan keluarga, serta tekanan konstan untuk membuktikan diri.

Mohring menyeru kepada para pengelola perusahaan untuk ikut andil dalam mengatasi stres di kalangan karyawan perempuan, yang pada akhirnya juga akan memberikan manfaat untuk perusahaan. Misalnya, dengan melakukan peningkatan fleksibilitas kerja dan lebih banyak memberikan kesempatan untuk kemajuan karier.

Memungkinkan karyawan untuk bekerja dari rumah pada saat tertentu bila diperlukan juga disebut Mohring akan membantu terciptanya keseimbangan. Peningkatan keamanan kerja pun akan membuat pekerja merasa lebih dihargai, termasuk jaminan layanan kesehatan yang baik.

Apalagi, angka-angka HSE juga menunjukkan bahwa stres yang berhubungan dengan pekerjaan, depresi, dan kecemasan menyumbang sekitar 45 persen dari hari-hari sakit pada 2015-2016. Jadi, jika tempat kerja menginginkan performa terbaik dari karyawan mereka, penanggulangan stres agaknya perlu menjadi prioritas utama di tahun 2017.

Sementara itu dikutip dari worldislamic.net menyebutkan bahwa bekerja adalah bagian dari tuntunan agama Islam maka harus juga diniatkan sebagai aktivitas ibadah. Agar terhindar dari stress, berikut dijelaskan mengenai kiat atau cara menghilangkan stress menurut Islam, yakni:

  1. Mendasari niat dengan ikhlas

Segala sesuatu yang kita perbuat, hendaknya di dasarkan kepada mengharap ridha Allah semata. Biasakan diri untuk menanamkan keikhlasan atas segala perbuatan yang mana akan membuat kita sadar bahwa apapun yang kita lakukan dan apapun yang kita dapatkan semuanya adalah dari Allah SWT. Allah yang menentukan, sementara kita hanya mampu merencanakan (planning) dan mengusahakan (doing).

Jika semua perbuatan kita niatkan dengan ikhlas demi mengharap ridha Allah, insya Allah apapun hasil yang diperoleh tidak akan membuat kita stress. Allah SWT berfirman yang artinya;

BACA JUGA  Pintu Menuju Kebahagian

Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah,  orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang  akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. tidak ada jalan sedikit pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q. S. At-Taubah : 91).

  1. Shalat

Shalat merupakan media untuk kita berkomunikasi kepada Allah SWT. Dengan menjaga shalat (shalat wajib lima waktu) serta mengerjakan shalat sunnah yang telah dianjurkan, turut membantu menjaga ketentraman hati sehingga mampu mengatasi segala permasalahan emosional yang kita rsakan sebagaimana firman Allah SWT:

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai  penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah : 153).

  1. Berdzikir

Dzikir artinya mengingat Allah; tidak hanya dalam lisan tetapi juga untuk setiap perbuatan yang kita lakukan. Hadirkan Allah disetiap hela napas kita dengan berdzikir, dengan begitu kita akan menjadi tenang sebagaimana firman Allah SWT:

Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q. S. Ar-Ra’d: ).

  1. Berdoa

Selain shalat, cara untuk kita bisa berkomunikasi dengan Allah SWT ialah dengan memanjatkan doa kepada-Nya. Allah memang sudah pasti mengetahui apa yang kita inginkan sekalipun kita tidak mengucapkannya, akan tetapi dengan berdoa langsung kepada Allah yang artinya kita berbicara kepada-Nya secara tidak langsung juga akan membuat kita menjadi lebih lega. Anggap saja kita sedang curhat kepada Allah SWT tentang apa yang sedang kita hadapi yang membuat kita menjadi stress. Allah SWT berfirman:

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat (stres) sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami, ampunilah kami,  dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Al-Baqarah  : 286).

  1. Tawakkal

Timbulnya stres, lebih sering disebabkan oleh manusia yang senantiasa lebih banyak berpikiran negatif dibandingkan berpikir positif. Padahal, jika ditelaah dengan baik, semua kejadian, ujian, musibah, bencana, semuanya itu adalah atas takdir Allah SWT.

Tawakkal kepada Allah mengajarkan kita untuk selalu bersikap dan berpikiran positif. Seorang yang tawakkal kepada Allah akan bisa bersyukur terhadap apapun yang ia terima. Kemudian apabila ia ditimpakan suatu musibah atau cobaan, ia selalu berserah diri kepada Allah dan sabar menghadapinya.

Orang yang tawakkal, adalah mereka yang sabar dan sadar untuk berserah diri kepada Allah sehingga ia tidak akan cemas sekalipun menghadapi masalah hidup yang sulit. Orang yang tawakkal kepada Allah pun menjadi tidak mudah terkena stres. [ ]

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment