Waspadai Hati Yang Telah Mati, Cek Ini Tandanya

batu

Ustadz dalam beberapa bulan ini saya merasa gelisah. Beberapa amal shalih atau kebaikan juga rasanya berat untuk dikerjakan sementara kecenderungan berbuat dosa justru semakin besar. Ada teman yang menyebut bahwa hati saya telah mati, namun saya bingung apa maksudnya. Mohon dijelaskan apa yang dimaksud dengan hati yang mati dan seperti apa bentuknya ? (Ani-by bbm)

 

Berungtunglah Anda segera menyadari akan kondisi hati Anda yang mulai tidak sesuai fitrahnya, kemudian berusaha untuk kembali kepada hati yang mulia dengan penuh amal shalih.

Perlu diketahui bahwa shalih tidaknya manusia itu tidak ditentukan oleh kecerdasan intelektualnya, akan tetapi ditentukan oleh kesehatan hatinya. Hati itu bagaikan panglima atau lokomotif, maka dari itu doa yang harus sering kita bacakan adalah surat Al-Imran ayat 8 :

“..Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami pada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya, Engkau Maha Pemberi.”.

Mengapa kita minta kepada Allah, jangan palingkan hati dari sifat buruk dan segala tindakan dosa lainnya?. Karena hati ini adalah panglimanya sementara raga itu ibarat prajuritnya. Prajurit itu di gerakkan oleh panglima. Tubuh, tangan, lisan kita itu tergantung kepada perintah hati. Atau seperti lokomotf, apakah gerbong itu  berjalan cepat atau lambat bergantung pada kualitas lokomotif.

Oleh sebab itu kita diperintah oleh Allah untuk meminta hati yang sehat. Gambaran hati yang sakit itu, ketika seseorang kamu kasih peringatan atau tidak itu sama saja. Adakalanya diajak mengerjakan kebaikan itu susah bahkan tidak mau, itulah hati yang mati. Bahkan tingkat pendidikan tinggi sekalipun, kalau hatinya mati akan sulit diajak pada kebaikan.

Hati yang mati itu disebabkan beberapa hal, pertama karena hati ini tidak pernah dirawat, ini dijelaskan dalam dalam Al Quran: “Tidakkah orang-orang beriman punya waktu untuk mengingat Allah secara khusyuk dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan kepada mereka? Janganlah berperilaku seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelumnya. Terlalu lama mereka tidak mengingat Allah sehingga hati mereka menjadi keras. Banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik”. (QS. Al-Hadid: 16)

BACA JUGA  Anda Yakin Bahagia ? Cek Indikasinya

Bahwa orang-orang ahli kitab menjadi mati hatinya karena mereka tidak pernah mempelajari ayat suci. Cara merawat hati yaitu seringnya mendengar peringatan. Kalau kita sedang bicara kebaikan, berarti kita sedang melakukan perawatan hati kita. Hati itu mati karena tidak pernah di rawat.

Kedua, yang membuat hati rusak itu lingkungan. Sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Kahfi ayat 28. “Bersabarlah kamu bersama orang yang menyeru Tuhan pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridhoan-Nya. Janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan kenikmatan kehidupan dunia. Janganlah kamu ikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Ka­mi. Mereka hanya menuruti hawa naf­sunya dan sudah melewati batas”.

Prilaku kita bisa buruk karena lingkungan. Kalau lingkungan buruk hati kita akan mati. Kualitas hati seperti kualitas fisik. Jika kualitas fisik kita fit, lingkungan buruk tidak akan berpengaruh kepada fisik kita, namun bila fisik kita lemah, walaupun lingkungan bagus, kita rentan terkena sakit. Selanjutnya bagaimana cara menghadapi orang yang hatinya mati ?, Pertama doakan dengan ikhlas, kedua ikhtiar terus- menerus dengan ajakan yang santun dan hikmah. Hendakanya kita harus mewaspadai hati yang mati sebab itu akan menjadi musibah baik di dunia maupun di akhirat kelak. Wallahu’alam. [ ]

 

*  Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email: [email protected] atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

 

(Visited 1 times, 2 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment