NGO Indonesia Tegaskan Bantuan Kemanusiaan Langsung Diterima Pengungsi Suriah

sinergi

PERCIKANIMAN.ID – -Sejumlah media yang disinyalir pendukung rezim Pemerintahan Suriah, Bashar al Asaad di Indonesia dinilai telah melakukan fitnah kepada beberapa Non Government Organization (NGO) atau lembaga-lembaga kemanusian terkait bantuan ke warga Suriah. Dalam pemberitaannya mereka menuduh bantuan tersebut tidak sampai kepada para pengungsi Suriah.

Menanggapi hal tersebut Direktur Indonesian Humanitarian Relief Foundation (IHR) Matori menolak keras pemeberitaan yang dinilai sebagai fitnah ini. Dalam pemberitaannya menurut Matori disampaikan seolah-olah bantuan kemanusiaan masyarakat Indonesia tidak sampai ke rakyat Suriah.

“Caranya hampir sama, membuat fitnah yang dilakukan dengan berbagai pola, salah satunya adalah membunuh karakter NGO-NGO kemanusiaan yang selama ini bersama-sama ormas Islam, ulama, dan aktivis kemanusiaan menggalang semangat berbagi membantu rakyat Suriah dan Aleppo, “ ujar Matori dalam rilisnya.

Matori membantah jika bantuan IHR yang disalurkan tidak sampai ke warga Suriah. Pihak-pihak yang melakukan propaganda dinilai hanya menyandarkan kepada satu potongan berita, tanpa mau melihat informasi secara utuh. Selain itu, bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Suriah saat ini bekerjasama dengan lembaga kemanusiaan internasional yang sangat kredibel yakni İnsan Hak ve Hürriyetleri İnsani Yardım Vakfı (IHH).

Hal yang sama juga ditegaskan Ketua Dewan Pembina Sinergi Foundation (SF), Prof.Dr. KH.Miftah Faridl. Ia menegaskan bahwa seluruh bantuan kaum muslimin di Indonesia kepada rakyat Suriah telah disalurkan dan diterima para pengungsi di berbagai wilayah di Suriah.

“Adalah benar bahwa dalam hal penyaluran kepedulian untuk Suriah, SF menggandeng Indonesia Humanitarian Relief (IHR) pimpinan Ustadz Bachtiar Nasir, yang bermitra dengan IHH,” ujarnya dalam keterangan yang diterima percikaniman.id, Selasa (27/12/2016).

Miftah mengungkapkan, fitnah yang menyudutkan Lembaga Kemanusiaan dengan hanya berdasar sepenggal informasi, dan tidak melakukan proses konfirmasi serta verifikasi tersebut adalah bagian dari teror terhadap kemanusiaan.

Upaya teror ini, kata dia, dilakukan dengan mendiskreditkan, bahkan cenderung menargetkan pembunuhan karakter lembaga kemanusiaan yang selama ini bersama-sama ormas Islam, ulama, dan aktivis kemanusiaan menggalang semangat berbagi.

“Teror ini dilakukan oleh pihak-pihak yang bersuka cita di atas penderitaan rakyat Suriah. Mereka tak ingin, air mata rakyat Suriah mengetuk nurani kemanusiaan kita,” ungkapnya.

Karenanya, Kiai Miftah mengajak, untuk peduli dan merapatkan barisan melawan “Teror Kemanusiaan” yang tengah terjadi, dengan mencermati dan menelaah arus informasi yang silih berganti datang, sebelum kemudian menjadikannya sebagai rujukan kebenaran.

sinergi-1
Relawan Sinergi Foundation salurkan bantuan ke pengungsu Suriah

“Sehingga daya dan semangat berbagi, tak akan lekang tergerus fitnah isu terorisme,” tandasnya

BACA JUGA  Keutamaan Kalimah Tahlil Yang Jarang Diamalkan

Ketua MUI Kota Bandung ini juga menjelaskan bahwa bantuan tersebut dikirimkan di tiga pos layanan yatim kamp pengungsian wilayah Reihanly, Turki, Kamis (30/6/2016) waktu setempat.

Pertama, Pos Layanan Yatim Shafa, yang terdiri dari anak-anak yatim usia pra sekolah dan sekolah dasar. Kedua, Pos Layanan Yatim Halimah Sa’diyyah, yang berisi anak-anak balita sekira 40 orang, dan diasuh oleh 14 halimah. Kemudian, ketiga di Pos Layanan Yatim Ikrimah, yang hanya berisi anak-anak perempuan, mulai usia balita sampai remaja 15 tahun. Pos Ikrimah diasuh oleh 20 pengasuh.

Miftah Faridl berpendapat, penyebarluasan informasi di dunia maya hanya berdasar sepenggal informasi, tidak melakukan proses konfirmasi dan verifikasi merupakan bagian dari teror terhadap kemanusiaan.

“Upaya teror ini, dilakukan dengan mendiskreditkan, bahkan cenderung menargetkan pembunuhan karakter lembaga kemanusiaan yang selama ini bersama-sama ormas Islam, ulama, dan aktivis kemanusiaan menggalang semangat berbagi,” kata KH. Prof. Miftah.

“Teror ini dilakukan oleh pihak-pihak yang bersuka cita di atas penderitaan rakyat Suriah. Mereka tak ingin, air mata rakyat Suriah mengetuk nurani kemanusiaan kita,” pungkasnya.

Senada dengan KH.Miftah , Ketua Forum Zakat Nasional (FoZ), Nur Efendi mengatakan, penting untuk diluruskan siapa media yang menyebarkan kabar tidak benar tersebut.

“Setahu saya itu kan media-media yang berafiliasi ke salah satu faham (Syiah), yang di Indonesia sendiri tidak menerima faham itu,” ujarnya seperti dikutip dari hidayatullah.com

Menurutnya, upaya pemberitaan itu adalah fitnah terhadap Lembaga Kemanusiaan yang berusaha membantu rakyat Suriah yang menjadi korban perang dan kebiadaban rezim pemerintah disana.

Nur menilai, baiknya isu tersebut tidak perlu ditanggapi secara serius. Dikarenakan lembaga yang menghimpun dan menyalurkam bantuan ke Suriah jelas bukan untuk membantu pemberontak, akan tetapi membantu korban peperangan.

“Orang sudah bisa menilai media yang menghembuskan isu ini,” ungkapnya.

Apalagi, ia menegaskan, kebanyakan lembaga kemanusiaan yang menuju Suriah bekerjasama dengan IHH (İnsan Hak ve Hürriyetleri İnsani Yardım Vakfı) dalam penyaluran bantuannya.

“IHH itu adalah lembaga resmi yang diakui PBB. Dan yang bekerjasama dengan IHH itu banyak, ada negara, NGO internasional, dan lainnya,” paparnya.

Sehingga, Nur berkesimpulan, tudingan yang dihembuskan belakangan ini tidak terlalu terpengaruh. Dikarenakan masyarakat bisa menilai, siapa media yang membawa pesan ini, dan bagaimana lembaga-lembaga kemanusiaan yang selama ini menghimpun dan menyalurkan bantuan bekerja [Aghniya / INA]

Red: admin

Editor: iman

Foto-foto: sf

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment