Kajian dan Praktik Psikologi Positif Ternyata Berbasis Al Quran

psikologi

PERCIKANIMAN.ID – – Dewasa ini begitu demam gagasan tentang psikologi positif dengan konsep tak ada lagi ruang untuk hal-hal negatif. Tujuannya adalah ingin membangun karakter positif dan etos kerja ke arah yang lebih sehat serta seimbang dengan gaya hidup modern.

Sekilas gagasan ini seolah baru dan sedang menjadi tren khususnya dikalangan psikolog. Padahal, jauh sebelumnya Al Quran berserta ayat-ayat di dalamnya telah membahas tentang masing-masing karakter positif tersebut.

promooktober1

Beberapa prinsip-prinsip psikologi positif yang ada di dalam Al Quran dapat menjelaskannya. Senantiasa melatih diri melakukan kebaikan secara berkala akan menjadikan manusia menjadi pribadi yang positif. Seperti dikutip Soundvision belum lama ini dari penelitian otak pada altruisme (menolong orang lain) dan lovely kasih sayang, terbukti memiliki sirkuit otak, membuat manusia lebih disukai berdasarkan seleksi alam.

Sementara itu, dalam Al Quran tidak mengejutkan bahwa berulang kali disebutkan tentang tindakan perilaku altruistik.

Kamu tidak akan memperoleh ke¬bajikan sebelum menginfakkan se¬ba¬gian harta yang kamu cintai. Apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui,”(QS. Ali Imran:92).

Kebajikan itu bukan menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, melainkan beriman kepada Allah, Hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, serta memberikan harta yang dicintai kepada ke¬rabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan, peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, menepati janji apabila berjanji, serta sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka adalah orang-orang bertakwa“. (QS.Al Baqarah: 177)

Kemudian, tindakan tanpa pamrih terhadap orang lain yang secara tidak sadar menambah energi positif untuk diri sendiri. Dalam Al Quran disebutkan untuk pribadi yang murah hati dengan banyak beramal.

Orang-orang yang telah menempati Kota Madinah (kaum Ansar) dan telah beriman sebelum kedatangan mereka (Muhajirin) mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Mereka tidak menaruh keinginan terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin). Mereka mengutamakan kaum Muhajirin atas dirinya meskipun mereka juga memerlukan. Siapa yang dijaga dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang beruntung. ” (QS. Al Hasyr: 9)

Al Quran juga sangat jelas dalam menyajikan pesan bahwa kita pada dasarnya membantu diri kita sendiri dengan membantu orang lain.

Allah lebih mengetahui musuh-musuhmu. Cukuplah Allah menjadi pelindung dan penolong bagimu. ” (QS.An Nisa:85).

Dengan demikian terbukti bahwa ilmu pengetahuan moderen yang saat ini digandrungi bukan sesuatu yang baru. Setidaknya sejak 14 abad yang lalu prinsip dasar itu sudah ada ditangan ummat Islam. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment