Larangan Bagi Muslimah Selama Haid, Mendulang Pahala Dengan Yang Sunnah

wanita karier

PERCIKANIMAN.ID – – Haid adalah rutinitas normal yang dialami wanita atau muslimah dewasa selama masih dalam masa subur. Rutinitas ini akan dialami selama 3 hingga 7 hari dalam setiap bulannya.  Haid ini penting sekali dipahami baik bagi wanita itu sendiri, termasuk pula bagi pria karena ia nantinya menjadi pendamping wanita atau memiliki sanak keluarga  yang mesti ia jelaskan tentang masalah ini.

Bagi muslimah selama mendapat haid ada beberapa ibadah yang justru terlarang untuk dilakukan baik yang wajib maupun sunnahnya. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut hal-hal yang tidak boleh dilakukan kaum muslimah selama menjalani masa haid:

promooktober1
  1. Shalat

Para ulama sepakat bahwa diharamkan shalat bagi wanita haid dan nifas, baik shalat wajib maupun shalat sunnah. Dan mereka pun sepakat bahwa wanita haid tidak memiliki kewajiban shalat dan tidak perlu mengqodho’ atau menggantinya ketika ia telah  suci.

Dalilnya dapat kita simak dari penjelasan Rasulullah Saw berikut ini,dari Abu Sai’d, Rasulullah Saw bersabda,

Bukankah bila si wanita haid ia tidak shalat dan tidak pula puasa? Itulah kekurangan agama si wanita”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Sementara dari Mu’adzah, ia berkata bahwa ada seorang wanita yang berkata kepada ‘Aisyah,

Apakah kami perlu mengqodho’ shalat kami ketika suci?” ‘Aisyah menjawab, “Apakah engkau seorang Haruri? Dahulu kami mengalami haid di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup, namun beliau tidak memerintahkan kami untuk mengqodho’nya. Atau ‘Aisyah berkata, “Kami pun tidak mengqodho’nya.” (HR. Bukhari)

  1. Puasa

Ibadah utama para nabi dan rasul juga para shalihin ini juga terlarang bagi muslimah yang sedang mendapat haid. Seperti yang dijelaskan dalam hadits Mu’adzah, ia pernah bertanya pada ‘Aisyah ra,

“Mengapa gerangan wanita yang haid mengqadha’ puasa dan tidak mengqadha’ shalat?’ Maka Aisyah menjawab, ‘Apakah kamu dari golongan Haruriyah? ‘ Aku menjawab, ‘Aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya.’ Dia menjawab, ‘Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat’.” (HR.)

Berdasarkan kesepakatan para ulama pula, wanita yang dalam keadaan haid dan nifas tidak wajib puasa dan wajib mengqodho’ puasanya. (lihat di Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah)

  1. Jima’ (Hubungan intim pasutri)

Para ulama sepakat larangan ini berdasarkan firman Allah Swt dalam Al Quran,

Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Jawablah, “Haid itu darah kotor.” Karenanya, jangan campuri istrimu pada waktu haid dan jangan kamu campuri mereka se¬belum suci. Jika mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan ketentuan yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya, Allah me¬nyukai orang yang tobat dan menyucikan diri.” (QS. Al Baqarah: 222).

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Kaum muslimin sepakat akan haramnya menyetubuhi wanita haid berdasarkan ayat Al Qur’an dan hadits-hadits yang shahih.” (lihat Al Majmu’). Sementara Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Menyetubuhi wanita nifas adalah sebagaimana wanita haid yaitu haram berdasarkan kesepakatan para ulama.” (lihat Majmu’ Al Fatawa)

  1. Thawaf Keliling Ka’bah

Larangan ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah ra ketika  haid saat ia melaksanakan ibadah haji. Kemudian Rasulullah Saw bersabda padanya,

Lakukanlah segala sesuatu yang dilakukan orang yang berhaji selain dari melakukan thawaf di Ka’bah hingga engkau suci.”  (HR. Bukhari dan Muslim)

Mengingat ibadah haji adalah ibadah yang berat baik fisik maupun dananya maka berdasar hadis tersebut beberapa ulama membolehkan wanita subur mengkonsumsi pil penunda haid.

Demikian berapa larangan ibadah bagi muslimah yang sedang haid, namun demikian tidak perlu berkecil hati dengan merasa kehilangan tabungan pahala. Ada beberapa amalan atau ibadah yang bisa dikerjakan kaum muslimah selama masa haid seperti: dzikir, menghadiri pengajian, berdoa, mengajar, menyantuni fakir miskin, menjenguk yang sakit, silaturrahim dan sebagainya. Dengan diniatkan untuk mencari ridho Allah maka insya Allah amalan tersebut juga berlimpah pahala.  [ ]

 

Red: eika dan dini

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment