Eksepsi Ahok Ditolak, Masyarakat Merasa Puas

ahok4

PERCIKANIMAN.ID – –  Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara memutuskan menolak eksepsi atau bantahan yang diajukan terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sidang pun tetap dilanjutkan namun lokasinya dipindah.

“Menyatakan sah surat dakwan penuntut umum registrasi PDM 147/jkt/ut/ 2 tanggal 1 Desember sebagai dasar pemeriksaan pada terdakwa,” kata Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto dalam amar putusan sela di PN Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari okezone, Selasa (27/12/2016).

Didampingi empat hakim anggota, Dwiarso dalam putusannya juga memerintahkan jaksa penuntut umum (JPU) untuk melanjutkan proses penyidikannya terhadap kasus Ahok yang juga gubernur nonaktif DKI Jakarta.

“Memerintahkan untuk melanjutkan penyidikan perkara atas nama terdakwa Basuki Tjahaja Purnama,” ujar Dwiarso.

Majelis hakim juga membebankan Ahok mengganti biaya perkara hingga sidang putusan berakhir. “Menangguhkan biaya perkara sampai dengan putusan akhir,” sebut Dwiarso.

promo oktober

Dengan ditolaknya eksepsi, sidang penistaan agama dengan terdakwa Ahok tetap dilanjutkan ke tahap mendengarkan keterangan saksi-saksi. Namun, lokasi sidang dipindah ke Gedung Auditorium Kementerian Pertanian di Ragunan, Jakarta Selatan.

Usai memberi kesempatan bicara kepada terdakwa dan JPU, majelis hakim menunda sidang Ahok hingga Selasa 3 Januari 2017.

Menanggapai putusan hakim tersebut PP Pemuda Muhammadiyah mengaku puas dengan putusan Majelis Hakim dalam sidang sela kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI non aktif Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Majelis Hakim bekerja sesuai dengan fakta hukum yang ada.

“Dan saya yakin hakim akan bekerja sesuai dengan nalar hukum yang ada dengan memperhatikan rasa keadilan untuk publik sehingga kasus serupa seperti ini tidak kembali terjadi,” ujar Dahnil seperti dilaporkan republika.co.id, Selasa (27/12/2016).

Ia menjelaskan, kasus ini memberikan pembelajaran bagi seluruh pejabat publik agar tidak menabrak norma yang sangat sensitif bagi masyarakat serta dapat menjaga lisannya. Dahnil mengaku tidak sepakat dengan upaya pihak Ahok dan tim kuasa hukumnya yang menyatakan tidak berniat menistakan agama Islam. Menurutnya kunjungan kerja yang dilakukan ke Pulau Seribu tidak ada kaitannya dengan pemilihan gubernur DKI. Namun dalam kunjungan tersebut Ahok justru menyampaikan hal-hal terkait dengan Pilgub. Hal ini bisa menjadi fakta bahwa Ahok memang berniat menyampaikan kalimat penistaan tersebut.

Ia berharap pada sidang selanjutnya tidak ada lagi aksi-aksi yang dilakukan oleh organisasi tertentu. Dia meminta aksi-aksi tersebut tidak dimanfaatkan kelompok tertentu untuk menciderai perjuangan dan proses hukum yang sedang dilakukan. “Kita kawal dan pastikan saja proses hukum sesuai dengan prosedur yang berlaku dan transparan,” katanya.

Hari ini Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahja Purnama menjalani sidang lanjutan yang beragendakan pembacaan putusan sela dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Majelis Hakim memutuskan menolak semua keberatan terdakwa dan tim kuasa hukumnya. [ ]

 

Red: admin

Edito: iman

Foto: republika

REKOMENDASI

Leave a Comment