Belajar Berdzikir, Meraih Budi Pekerti Luhur

dzikir

Oleh : Deni Kusuma * 

Buya Hamka dalam bukunya, Falsafah Hidup, membahas tentang karakteristik-karakteristik orang yang berakal. Sesorang disebut orang yang berakal menurut beliau adalah pertama,selalu menyediakan bekal untuk kemudian hari; kedua, selalu mencari kelezatan untuk jiwanya; ketiga selalu menyelidiki arti kehidupan (Buya Hamka, 2015: 36). Dari ketiga karakteristik tersebut sekarang kita dapat bercermin pada diri kita sendiri. Apakah sekarang kita sudah termasuk orang-orang yang berakal?

iklan donasi pustaka2

Nampaknya, orang yang berakal menurut Buya Hamka bukan hanya diukur dari sisi kecerdasan kognitif seseorang saja, misalnya, cerdas intelektual yang ditandai dengan fasihnya berbicara, berdialektika, ber-retorika, nilai IPK dan lapornya bagus. Akan tetapi orang yang berakal juga diukur dari sisi yang lain yaitu dari kecerdasan perilaku diri. Orang yang berakal adalah ia yang senantiasa belajar memperbaiki dirinya. Hal ini karena kecerdasan kognitif sifatnya cenderung terukur (measured) dan terbatas (limited). Sedangkan kecerdasan perilaku, dalam hal ini adalah kecerdasan belajar memperbaiki diri, itu sifatnya tak terbatas (unlimited) dan senantiasa terus menerus (continues) berproses selama ruh masih dikandung badan.

Oleh sebab itu lah kiranya, belajar memperbaiki diri itu amat penting bagi kita. Dengan belajar memperbaiki diri sesungguhnya kita sedang berusaha mencapai ketiga karakteristik orang berakal sebagaimana yang disebutkan Buya Hamka di atas. Dengan belajar menjadi orang baik lah kita juga akan menjadi orang yang berakal. Kalau begitu, tentu kita ingin menjadi orang yang baik. Akan tetapi bagaimanakah caranya agar kita dapat menjadi orang baik, agar menjadi orang yang disayang oleh Allah?
Tentu pertanyaan itu lah yang kita tunggu-tunggu. Orang baik, kata sederhana ini tidak boleh kita sepelekan karena kata ini mempunyai filosofi yang dalam. Hal ini karena pada saat kita berucap dalam hati ingin menjadi orang baik, sebagai umat Islam, sesungguhnya kita sedang mencoba melihat Rasulullah. Bersyukur kita mengetahui Rasululloh, ia adalah insan yang kamil, terbaik, yang kemudian menjadi teladan untuk seluruh umat manusia.

Kebaikan, keteladanan, kemuliaannya sudah diabadikan Allah dalam firman-Nya: “Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah SAW, budi pekerti luhur untuk kalian semua”. Sekali lagi kita mengucap syukur sepenuh hati karena sudah beragama Islam. Karena anugrah beragama Islam lah akhirnya kita mempunyai peluang dan kesempatan untuk meneladani budi pekerti luhur beliau. Sukses atau tidaknya kita dalam meneladani Rasulullah bukan lah ukuran, yang perlu kita lakukan adalah melakukan yang terbaik dalam meneladaninya.

Akhlak Rasulullah adalah akhlak yang terpuji, bersahaja, utama dan yang terutama. Terbukti sampai sekarang ini, sudah 13 abad berlalu sejak sepeninggalan Rasulullah, kita masih selalu berusaha setia mengikuti amaliyahnya, baik itu amaliyyah wajib maupun sunnahnya. Dengan harapan kita dapat memperoleh keberlimpahan sifat beliau yang humanis, yang siddiq, amanah, fathanah, dan tabligh. Beliau adalah manusia paling humanis diantara ribuan insan humanis di dunia ini.

Sebagai insan yang utama, Rasulullah ingin umatnya juga menjadi umat yang utama, tak hanya dalam tingkatan kelompok akan tetapi juga pada tingkatan individu. Caranya adalah dengan mengikuti, mengamalkan dan melestarikan prinsip-prinsipnya. Prinsip Rasulullah sebagaimana dikabarkan para ulama kepada kita semua adalah berdzikir. Banyak sekali hadits rasul tentang hal itu dan hampir setiap kali saya mendengar sabda Rasulullah tentang hadits, semuanya baik. Hal ini ternyata dapat ditemukan alasannya dari firman Allah dalam Al-Qur’an; “Dan sungguh, dzikrullah adalah paling agung”, bahwa dzikir adalah prinsip yang utama.

Dengan demikian kita pun mengetahui bahwa berdzikir kepada adalah kegiatan yang dapat kita lakukan untuk meraih yang utama, yaitu menjadi insan yang baik, berbudi pekerti luhur, soleh solehah, dan humanis. Namun satu hal yang kita sayangkan, kita merasa telah jauh dari Rasulullah walaupun kita telah berteriak sekuat nadi menyebut namanya. Apa ini mungkin karena hati kita yang kotor atau mungkin kita tidak sepenuh hati mencintainya? Bagaimana jika ternyata itu benar?. Walaupun demikian, kita tak boleh akan putus asa. Hal ini karena Rasulullah telah memberikan kita kunci agar kita mendapatkan kemudahan dalam menempuh perjalanan menjadi orang yang baik.

Untuk menjadi orang yang baik sesuai dengan apa yang dicontohkan Rasulullah adalah berdzikir Laa-Ilaaha Illallah. Kenapa? Laa Ilaaha Illallah adalah dzikir yang utama, yang dapat membuka pintu kebaikan, pintu surga, dan kita bisa masuk dengan leluasa setelah penghalangnya terbuka. Dzikir kalimat Laa-Ilaaha Illallah juga adalah dzikir yang timbangannya paling berat andai saja ditimbangkan dengan bumi dan langit beserta apa yang ada di dalamnya. Demikian sabda Rasulullah sebagaimana diriwayatkan oleh At-Thabrani yang termaktub dalam Fadloilul A’maal.

Alangkah bahagianya bilamana kita dapat melakasankan dzikir Laa-Ilaaha Illalah, setiap setelah selesai sholat lima waktu, baik sendirian maupun berjama’ah, dan alangkah bahagianya juga andai saja kalimat tersebut kemudian sampai tertanam dalam hati sanubari kita sehingga kita dapat mendaraskannya dalam hati kita, memanggil, mengadu, meratap dan kemudian berserah diri kepada-Nya baik pada saat kita merasa sedih, terhimpit dan gelisah maupun pada saat kita bahagia. Sehingga tiada lagi waktu yang tersisa sedikit pun kecuali senantiasa bersama Allah.

Sesuai dengan artinya, Laa-Ilaaha Illallah,adalah tiada Tuhan selain Allah. Sesuai pula dengan firman-Nya, inallaha ma’anaa; Allah lah yang selalu bersama kita. Semoga dengan terus menerus berdzikir kepada Allah, kita dapat meraih kesuksesan menjadi orang yang berbudi pekerti luhur seperti yang diharapkan oleh baginda kita Nabi Muhammad.
* Mahasiwa di Departemen Ilmu Sejarah, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta serta santri di Madrasah Al-Muhith Pencerah Jiwa, Prof. Subandi, Sleman, Yogyakarta.

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment