Muslim Indonesia Saatnya Bangkit Membangun Ekonomi Keummatan

icmi jabar seminar

PERCIKANIMAN.ID – – Jargon Indonesia sebegai negeri yang kaya bukanlah isapan jempol belaka. Kekayaan sumber daya alam (SDA) dan komoditas yang beragam melimpah sepanjang pulau dan lautannya. Namun kenyataannya kesejahteraan dan kemakmuran seperti masih menjadi impian. Salah satu sebabnya adalah semangat bangsa Indonesia dalam mengedepankan ekonomi kerakyatan untuk mengganti tirani ekonomi kapitalis belum terwujud.

Demikian sepenggal pemaparan Wakil Ketua Umum Kadin Jabar,Januar P. Ruswita yang disampaikan dalam acara seminar “Peran Ummat Islam (ICMI) Dalam Ketahanan Bangsa” yang diselenggarakan ICMI Orwil Jabar di Bandung,Kamis (22/12/2016).

Lebih lanjut Januar menambahkan penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 255 juta jiwa dimana mayoritasnya adalah kaum muslimin mempunyai potensi sekaligus peluang untuk mengedepankan system ekonomi keummatan yang berbasis pada bisnis syariah dan mengembangkan industri produk halal.

“Ummat Islam harus sadar bahwa system ekonomi tidak sekedar mengetasi kemiskinan, pengangguran, kesenjangan social dan juga kesejahteraan tetapi juga harus terikat dengan akidah, moral hingga syariah,” jelasnya.

Junuar juga menyebutkan beberapa tantangan yang masih dihadapi Ummat Islam Indonesia ini yakni system ekonomi Islam belum “membumi” disbanding ekonomi keummatan ditengah hegemoni kapitalis seperti pada industri perbankan dan jasa keuangan yang masih dominan dengan system konvensional. Demikian juga dengan SDM khsusunya bidang ekonomi yang belum memadai ditambahkan diperbolehkannya SDM asing masuk.

“Nasabah perbankan konvensional mayoritas masih kaum muslim sementara untuk SDM sebenarnya Ummat Islam masih bisa bersaing bahkan lebih unggul. Namun karena kuantitasnya sedikit maka belum mampu mewarnai system perekonomian secara menyeluruh,”imbuh Januar yang juga Ketua ICMI Kota Bandung ini.

BACA JUGA  Ada Provokator, Aksi Solidaritas Muslim Jabar Di Mapolda Berakhir Ricuh

Meski demikian Januar mengajak Ummat Islam tidak perlu pesimis dan sebaliknya harus terus optimis untuk mewujudkan ekonomi keummatan tersebut. Menurutnya peluang itu masih terbuka lebar dan luas untuk menguasai ekonomi nasional, regional bahkan global. Bertambahnya jumlah muslim dunia dari tahun ke tahun menjadi peluang nyata sebagai pangsa pasarnya.

“Menjadikan spririt 212 kemarin sebagai momentum kebangkitan, persaudaraan dan kemajuan bersama untuk mewujudkan ekonomi keummatan yang mempunyai cakupan lebih luas dan komprehensip dibanding ekonomi kapitalis. Semangat Ummat Islam untuk mengembangkan bisnis syariah seperti perbankan, asuransi, hotel hingga mini dan supermarket layak untuk didukung bersama,”ujarnya.

Namun ia juga mengingatkan ummat Islam untuk membangun dan mengembangkan industry hulu yang mampu menghasilkan produk-produk halal untuk kemandirian sehingga warung dan supermarket tersebut juga diisi oleh produk dari kaum muslimin sendiri. Sebab, sambungnya, sebagaimana diketahui saat ini jaringan produksi dan distribusi masih dikuasai dan dimiliki mereka. [ ]

Rep: Iman

Editor: Candra

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment