Fenomena Empat Musim di Muka Bumi, Begini Alquran dan Sains Menjelaskan

alam-2

 

PERCIKANIMAN.ID – – Bagi kita yang tinggal di lintasan garis khatulistiwa hanya mengenal dua jenis musim saja yakni kemarau (panas) dan penghujan (dingin). Demikian juga mereka yang berada disekitaran garis tersebut. Namun bagi mereka yang tidak dilintasi khatulistiwa seperti di wilayah Eropa maupun Asia bagian utara maka akan mengalami empat musim yakni dingin, panas, gugur dan semi.

Seperti dilansir dari okezone negara atau wilayah yang mempunyai empat musim yang silih berganti mempunyai beberapa keunikan tersendiri. Dengan peralihan musim ini, memberikan keseimbangan bagi alam dan kelangsungan kehidupan manusia berikut makhluk hidup lainnya. Apabila makhluk hidup hanya merasakan satu musim saja, maka akan menimbulkan pengaruh buruk. Dengan memperhatikan keadaan matahari saat terbit maupun tenggelam, sehingga terjadi perputaran waktu serta musim.

Dihimpun dari berbagai sumber, adalah seorang ulama yang membahas fungsi dari pergantian empat musim ialah Ibnu Qoyyim Al Jauziah. Dalam beberapa penjelasnnya disebutkan saat musim dingin, hawa panas tersimpan dalam gua-gua, perut bumi dan gunung, sedangkan di luar dalam keadaan dingin. Tubuh hewan-hewan menjadi kuat, begitu juga alam, dan panas yang menerpa tubuh selama musim panas diganti dengan hawa dingin.

alam-2

Demikian juga tatkala musim semi tiba, seperti dijelaskan dalam livescience maka tanaman mulai merekah dan menunjukkan ada kehidupan baik melalui daun maupun bunganya. Sementara dari kalangan hewan maka akan mulai berkembangbiak dengan memasuki musim kawin. Sementara pada musim panas, udara memuai, tanaman serta buah menjadi sulit tumbuh. Musim panas bisa menjadi menakutkan apabila berlangsung dalam waktu yang begitu lama. Hal ini dapat disimak dalam penjelasan Al Quran:

Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Firaun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran,”  (QS.Al-A’raf: 130)

promo oktober

Berikutnya saat musim gugur tiba, udara mulai berubah menjadi dingin. Suhu panas berangsur lenyap. Allah menciptakan musim ini dengan hikmah-Nya untuk fase transisi antara musim panas dan dingin. Dengan demikian, binatang tidak mati yang disebabkan perubahan cuaca secara tiba-tiba. Saat musim gugur tiba, manusia bisa melihat daun tanaman mulai berwarna kuning dan berguguran untuk menyambut musim berikutnya, yakni musim dingin atau salju. Seperti yang Allah Swt jelaskan dalam Al Quran:

Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di Bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikannya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal,” (QS.Az-Zumar: 21). [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Ilustrasi foto: livescience

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment