Persis Minta Indonesia Putus Hubungan Diplomatik Dengan Suriah, Rusia dan Iran

persis aleppo

PERCIKANIMAN.ID – – Seribuan massa dari Persatuan Islam (Persis) Wilayah Jawa Barat menggelar aksi solidaritas untuk muslim Aleppo Suriah di beberapa titik Kota Bandung, Selasa (20/12/2016). Dalam orasinya massa meminta agar rezim Bashar Assad dan sekutunya Rusia juga Iran di seret ke pengadilan Internasional, terkait pembantaian yang terjadi di Suriah.

Dian Hardiana selaku Koordinasi Aksi menyampaikan bahwa perang yang terjadi di Suriah merupakan tindak kejahatan kemanusiaa yang melanggar prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia. Dirinya menilai kebiadaban yang dilakukan pemerintahan Suriah dengan rezim Bashar Assad sudah sangat keterlaluan dan diluar batas kemanusiaan. Pembantaian, pemboman, dan pemerkosaan sudah menjadi potret sehari-hari yang terjadi negeri tersebut.

“Kami meminta kepada pemerintahan Suriah beserta sekutunya agar menghentikan pembantaian yang terjadi disana, karena terlalu banyak korban anak-anak dan perempuan, ” jelasnya.

persis aleppo

Dian menambahkan, persoalan yang terjadi di Suriah bukan lagi mengenai masalah ekonomi ataupun politik. Namun menurutnya, ini erat kaitannya dengan ideologi syiah yang dianut oleh Pemerintah Suriah khususnya Presiden Bashar Assad.

“Sudah banyak tersebar foto dan video orang-orang suni di Suriah di paksa sujud terhadap gambar atau foto Bashar, sudah jelas ini merupakan ajaran syiah,” tegasnya.

Mengenai respon pemerintah Indonesia, dirinya merasa kecewa terhadap sikap pemerintahan yang belum mengambil sikap tegas mengenai kondisi Suriah saat ini. Padahal menurutnya Indonesia merupakan penduduk muslim terbesar di Dunia.

“Kami harap pemerintah Indonesia memutuskan hubungan diplomatik dengan Negara Suriah, Rusia, dan Iran. Sebagai cara untuk menekan negara tersebut menghentikan tindakan pembantaian yang terjadi di Negara tersebut,” ujarnya.

Dalam aksi ini, para orator tidak hentinya mengajak kepada Ummat Islam agar merapatkan barisan  dan tetap menggelorakan semangat ukhuwah membantu saudara muslimnya di Aleppo.

Sementara itu di depan halaman Gedung Sate Jl. Diponegoro Kota Bandung, Ketua PW Persis Jawa Barat Iman Setiawan Latief menyampaikan pernyataan sikap atas pembantaian terhadap muslim Aleppo, yang dilakukan oleh rezim Syi’ah Bashar Assad. Berikut petikannya:

BACA JUGA  Sumbangan Warga Saudi untuk Suriah Tembus 780 Miliar

Pertama, pembunuhan dan pembantaian massal di Aleppo sebagai tragedi kemanusiaan yang merupakan Crime Against Humanity (Kejahatan Terhadap Kemanusiaan) yang melanggar prinsip-prinsip HAM yang tercantum dalam Declaration of Human Right PBB. Oleh karena itu mendesak PBB dan OKI untuk mengambil langkah hukum untuk memberikan sanksi terhadap Assad dan sekutunya. PBB dan lembaga lainnya seperti ASEAN dan OKI harus memberikan sanksi keras terhadap Pemerintah Suriah dan menyeret Basar Assad ke Pengadilan Internasional. Termasuk para pembantunya yaitu Pemerintah Rusia dan Iran.

Kedua,meminta pemerintah Suriah dan antek-anteknya yaitu Iran dan Rusia untuk segera menghentikan pembunuhan massal.

Ketiga, meminta pemerintah RI untuk mengambil tindakan guna menyelamatkan umat Islam di Suriah. Kami meminta agar Indonesia berperan aktif untuk menekan Pemerintah Suriah dan sekutunya agar menghentikan pembunuhan massal. Dimulai dengan sikap protes Pemerintah Indonesia dengan cara memutus hubungan diplomatik dengan ketiga negara tersebut (Suriah, Iran dan Rusia).

Keempat, mengajak segenap Ummat Islam agar merapatkan barisan, menggelorakan ukhuwwah dan memberikan bantuan bagi umat Islam di Suriah khususnya di wilayah Aleppo.

persis aleppo

Usai menyampaikan pernyataan sikap, massa melanjutkan aksinya menuju kantor DPRD Provinsi Jawa Barat namun tidak ada satu pun wakil rakyat yang menemuinya. Konon 100 anggota DPRD Jabar sedang ada acara di luar. Selain melakukan orasi, peserta juga beragam spanduk dan poster.

Aksi ini diakhiri dengan penggalangan dana yang dilakukan di sekitaran jalan Merdeka, Setelah sebelumnya dilakukan longmarch dari Viaduct, Wastukencana, Dago, Gedung Sate, DPRD, Bandung Indah Plaza, dan berakhir kantor PP Persis Viaduct. [ ]

 

Rep: Zaelani

Editor: Iman

Foto: Zae

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment