Adakah Budak di Zaman Sekarang?

perbudakan

Ustadz, di daerah saya, masih ada praktek majikan yang sengaja mencampuri para pembantunya. Dengan dalih ‘budak belian adalah halal.’ Apa betul hadist-hadist dan keterangan tentang perbudakan dalam Islam masih berlaku? Atau itu cuma alasan semata para hidung belang. Mohon pencerahannya.

Status budak yang dikemukakan al-Quran dimaksudkan untuk menggambarkan perilaku perbudakan yang sempat terjadi di awal-awal sejarah Islam. dan perbudakan yang dimaksud sangat tidak sama dengan status pembantu untuk saat ini.

Adapun mereka yang menyamakannya, hanyalah upaya pembenaran akan perilaku bejad dan tidak bermoral terhadap pembantu yang seharusnya dimulyakannya karena berjasa akan kelangsungan hidupnya khususnya berkenaan dengan kebutuhan sehari-hari di rumah.

Peristilahan budak pada jaman dulu dipakai pada seseorang yang menunjukkan kebalikan dari seseorang yang merdeka. Seseorang menjadi budak dan akhirnya suka tidak suka diperbudak tuannya, bermula dari tahanan atau tawanan perang namun tidak lantas dieksekusi karena penawan/penahannya bermaksud menjadikannya sebagai budak.

Seorang budak yang memiliki anak dari hasil hubungannya dengan sesama budak atau tuannya, maka anak tersebut berstatus budak lagi. Meyedihkan memang. Tapi Islam lahir dengan membawa ajaran untuk menghapus perbudakan, terbukti dengan perintah dari sejumlah syari’at agar membebaskan budak. Aturan yang dimuat al-Quran hadits untuk memberi batasan-batasan mengingat system perbudakan yang saat itu masih berjalan.

Berbeda sekali dengan pembantu yang diangkat atas kesefakatan kerja antara ia dengan majikannya. Maka statusnya tetap menjadi manusia mereka yang berhak atas kesefakatan kerja yang dibuat dan mengajukannya hal-hal lainnya yang dianggap perlu. Wallahu a’lam

*  Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected] atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

(Visited 4 times, 2 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment