GNPF MUI Kota Bogor Masih Temukan Perusahaan Suruh Karyawan Muslim Kenakan Atribut Natal

gnpf-mui-bogor-2

PERCIKANIMAN.ID – –  Ummat Islam khususnya di Indonesia menyambut gembira keluarnya fatwa MUI No.56 tertanggal 14 Desember 2016 tentang Hukum Menunggunakan Atribut Keagamaan Non Muslim. Fatwa tersebut sangat jelas bahwa menggenakan atribut agama lain adalah haram.

Sehari setelah kluar fatwa di atas, GNPF MUI Kota Bogor melakukan sidak di toko dan supermarket yg ada di kawasan Jl. Pajajaran khususnya di depan kantor MUI Kota Bogor.

promooktober1

“Ternyata tim GNPF MUI Kota Bogor masih menemukan realitas bahwa terdapat perusahaan yang menginstruksikan karyawan yang muslim untuk memakai topi merah sinterklas,” ungkap anggota GNPF MUI Kota Bogor Wardhani dalam keterangannya,Kamis (15/12/2016).

Oleh karena itu, tim GNPF MUI Kota Bogor langsung melakukan diskusi dan teguran kepada manajemen perusahaan dan juga karyawan yg muslim untuk tidak mengenakan atribut tersebut demi menjaga aqidah dan kondusifitas kebhinekaan serta tidak salah kaprah terhadap toleransi beragama.

gnpf-mui-bogor-1

“Alhamdulillah mereka paham dan berterima kasih atas sosialisasi dan teguran tersebut, sehingga dengan suka rela melepas atribut topi sinterklas tersebut. Kepada GNPF MUI MUI Kota Bogor pihak menejen pun berjanji tidak akan menyuruh karyawan muslimnya mengenakan atribut natal,”imbuhnya.

Sementara itu sejumlah anggota Front Pembela Islam (FPI) Bekasi Raya mendatangi PT Honda Mitra Jatiasih di Jl. Raya Jatiasih No. 258 Bekasi, Rabu (14/12/2016), untuk meminta dicabutnya aturan pemakaian atribut natal bagi pegawai muslim.

Setelah didatangi, akhirnya PT Honda Mitra Jatiasih menyutujui tidak akan lagi menerapkan kebijakan tersebut.

Mewakili pimpinan Honda Mitra Jatiasih, Andri Suherman selaku Service Manager menyatakan tidak akan melakukan pemaksaan memakai atribut natal kepada pegawai muslim.

“Bilamana di kemudian hari terulang maka saya siap di proses hukum,” tulis Andri dalam surat pernyataannya seperti dilansir eramuslim.com.

Dalam surat pernyataan tersebut yang menjadi saksi adalah Muhammad Husein (FPI Bekasi Raya), Heru Mulyawan (Laskar Pembela Islam) dan Gunawan (Intel Kodim).

fpi-honda-bekasi

Sebelumnya, pemaksaan menggunakan atribut natal oleh PT Honda Mitra Jatiasih heboh di media sosial. Hal tersebut muncul setelah salah satu pelanggan mendatangi kantor Honda tersebut dan menemukan informasi bahwa di tempat itu ada 10 orang muslim dan muslimah yang menjabat sebagai front office (FO) yang wajib mengenakan topi santa. Mereka kemudian dipantau dari kamera CCTV. Bila tidak memakai topi santa maka akan dikenakan sanksi Rp 200.000,-/hari. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

Foto-foto: tim gnpf mui kota bogor

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment