Layanan Keuangan Digital Kini Hadir di Pondok Pesantren

santri

PERCIKANIMAN.ID – Penggunaan transaksi nontunai untuk segmen pelajar madrasah atau pesantren di daerah kini mulai direalisasikan secara bertahap.

Untuk tahap awal, langkah tersebut dimanifestasikan melalui peluncuran Layanan Keuangan Digital (LKD) di Pondok Pesantren (PP) Darul Aman Gombara Makassar, Sulawesi Selatan yang diproyeksikan mampu memfasilitasi pemanfataan transaksi non tunai.

Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sulsel Wiwiek S. Widayat mengatakan dalam implementasi LKD itu terdapat pula pelibatan pihak ketiga sebagai agen agar memudahkan santri dalam menggunakan layanan non tunai.

“Sebagian besar [pondok pesamasih bertransasi secara konvensional, tunai. Melalui LKD tentu akan memperluas akses keuangan ke masyarakat sekaligus membiasakan transaksi non tunai serta mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren,” katanya, Rabu (14/12/2016).

Adapun dalam implementasi LKD di Sulsel, bank sentral menggandeng tiga perbankan yakni Bank Mandiri, BRI dan BNI yang mana diharapkan mampu menjangkau sekitar 150 pesantren yang tersebar di Makassar, Luwu dan Bulukumba.

Menurut Wiwiek, setelah PP Darul Aman akan dilanjutkan ke 41 pondok pesantren lain yang telah menyatakan minat dan komitmen untuk penerapan maupun perluasan implementasi LKD di Sulawesi Selatan. Sementara itu, untuk mitra perbankan pada masing-masing PP bakal disesuaikan dengan kesiapan infrastuktur penunjang dari bank.

“Masing-masing PP untuk implementasi LKD dilakukan dengan kerjasama bank sesuai dengan kesiapan, yakni Mandiri, BRI dan BNI,” katanya.

Sebelumnya, sosialisasi dan edukasi telah dilakukan bank sentral bersama dengan MUI Sulsel yang terbagi dalam tiga zona meliputi Zona Makassar hingga Barru, kemudian Zona Palopo dan Luwu Raya serta Zona Bulukumba yang meliputi sejumlah kabupaten di wilayah selatan Sulsel.

BACA JUGA  Pentingnya Pemenuhan Gizi untuk Kesehatan Reproduksi

Sumber : Kabar24.com

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment