MUI Kota Bandung: Wali Kota Tidak Pernah Melibatkan MUI Soal KKR

ecep-sudirman-anshori-mui-kota-bandung-2

PERCIKANIMAN.ID – –  Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku telah melakukan rapat dan terjadi kesepakatan antara Pemkot Bandung dan Majelis Ulama Indonesia, Forum Komunikasi Antarumat Beragama, Forum Silaturahmi Ormas Islam, Kementerian Agama Kota Bandung, Ditjen Bimbingan Masyarakat Kristen Kemenag Jawa Barat, Polres Bandung, dan Kejaksaan Negeri Kota Bandung pada Kamis,(8/12/2016). Kesepakatannya Ridwan Kamil memberikan sanksi kepada organisasi kemasyarakatan Pengawal Ahlu Sunnah (PAS) yang dianggap telah membubarkan acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di gedung Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Selasa, (6/12/2016).

Menanggapi hal tersebut Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung, mengaku tidak pernah dilibatkan oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil atau Emil dalam menyelesaikan masalah KKR tersebut. Terutama, dalam mengambil keputusan meminta pihak PAS (Pembela Ahlu Sunnah) meminta maaf kepada panitia KKR.

“Kami MUI Kota Bandung tidak pernah dilibatkan dalam negosiasi tersebut. Jadi itu hanya inisiatif Wali Kota Bandung dan Komnas HAM saja. Kami tidak pernah terlibat di dalamnya,” ujar Ketua Bidang Kerukunan Umat Beragama dan Bina Mualaf MUI Kota Bandung, KH. Cecep Sudirman Anshori, kepada wartawan, Ahad petang (11/12/2016).

Cecep Sudirman menambahkan, sebagai salah satu pengurus MUI dan juga tokoh kerukunan umat beragama (KUB), secara pribadi dirinya mengaku kecewa dengan langkah yang diambil Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, yang memutuskan jika pihak PAS yang akhirnya harus meminta maaf karena dianggap bersalah.

“Apalagi Wali Kota mengeluarkan pernyataan itu tanpa mengundang PAS, dan kami sebagai MUI tiba- tiba diklaim terlibat dalam rapat dan ada kesepakatan. Saya tegaskan MUI Kota Bandung tidak pernah dilibatkan,” tegas Cecep Sudirman yang akrab dipanggil Abi Cecep ini.

Padahal, sambung Abi Cecep, seharusnya Wali Kota bisa duduk bersama dengan semua pihak termasuk MUI dan PAS untuk mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut. Dari pertemuan tersebut menurut Abi Cecep, Wali Kota Ridwan Kami dapat memperoleh informasi dan penjelasan yang seimbang sehingga dapat mengeluarkan pernyataan secara bijak.

BACA JUGA  Walikota Bandung dan Tokoh Lintas Agama Hadiri Deklarasi BUNKRI

“Semua tahu Bandung itu sangat toleran terhadap keberagaman agama, jadi selama bisa di damaikan semua masalahnya pasti selesai. Jangan secara sepihak seperti ini,” katanya.

Namun, kata Cecep, pihak MUI belum mengambil langkah-langkah dan kebijakan dalam permasalahan ini. Pihaknya, baru merundingkan dan memforumkan saja masalah ini di internal pengurus MUI Kota Bandung.

“Sementara kami masih menunggu Ketua MUI Kota Bandung KH. Miftah Farid yang masih melaksanakan ibadah umrah. Setelah beliau pulang akan kami musyawarahkan untuk menentukan tindakan dan sikap MUI terkait masalah KKR,” imbuhnya.

Abi Cecep juga menjelaskan kronologis rapat dengan FKUB,Kesbangpol Kota Bandung dan panitia KKR pada Senin (5/12/2016). Menurutnya rapat tersebut deadlock dan tidak ada kesepakatan.

“Waktu itu rapat diskor untuk shalat Ashar, namun tiba-tiba selesai Ashar saudara Iwan Hernawan mewakili Kesbangpol Kota Bandung memutuskan secara sepihak kegiatan KKR tetap dilaksankan di Sabuga. Padahal belum ada keputusan dan hasil rapat apa-apa,”jelasnya.

Atas sikap sepihak dari Iwan tersebut dirinya menyatakan keluar dari ruang rapat (walkout) karena rapat belum selesai dan belum ada kesepakatan namun sudah diputuskan. Menurut Abi Cecep sikap tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap institusi MUI sebagai lembaga ulama yang resmi.

“Saya diundang dan hadir atas nama MUI lalu mengapa diputuskan sepihak?. Saya merasa mereka tidak menghargai kami sebagai institusi maka saya keluar dan diikuti yang lain termasuk perwakilan PAS,”jelasnya.

Untuk itu dirinya menyayangkan sikap tersebut yang mengambil keputusan sepihak namun diklaim telah dilibatkan.

“Jika ingin masalah ini selesai secara elegan maka libatkan semua pihak. Kita sangat setuju dan sepakat bahwa Bandung harus menjadi kota yang aman, damai, kondusif dan penuh dengan toleransi namun sekali lagi jangan diselesaikan secara sendiri dan sepihak tanpa mau mengajak kami untuk mendengar penjelasan  yang sebenarnya,”pungkasnya. [ ]

Red: iman

Editor: candra.

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment