KLARIFIKASI PAS TENTANG KEGIATAN KKR NATAL BANDUNG 2016

pas jabar

PERCIKANIMAN.ID – – Kegiatan KKR di Sabuga telah menimbulkan polemik seolah-olah Ormas Islam yang tergabung dalam Pembela Ahlu Sunnah (PAS) yang membubarkan kegiatan tersebut. Padahal fakta di lapangan tidak lah demikian.

Untuk itu PAS melalui Ketuanya Muhammad Roinul Balad melakukan klarifikan dan pelurusan pemeberitaan yang beredar di masyarakat. Hal ini agar masyarakat khususnya Ummat Islam paham persoalan yang sebenarnya sehingga mampu bersikap jernih dan berpihak pada fakta yang benar.

Sebagaimana yang di bacakan ustadz Roin yang didamping Farchat SH selaku penasihat hukum PAS dan KH.Cecep Sudirman dari MUI Kota Bandung di Masjid Istiqomah Kota Bandung, Ahad (11/12/2016), berikut penjelasan lengkapnya:

 

بسم الله الر حمن الر حيم

Sehubungan adanya pernyataan klarifikasi dari Panitia Nasional KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani)  Natal Bandung 2016 tertanda Jakarta 7 Desember 2016, mengatasnamakan (cop surat pernyataan) tertulis “Stephen Tong Evangelistic  Ministries International “ dengan nomor kontak Sekretariat STEMI Hp 0822 1367 8214, email [email protected] serta adanya surat Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Nomer 653/PGI-XVI/2016 Hal Larangan Beribadah yang ditandatangani Ketua Umum Pdt Dr. Henriette T.H Lebang dan Sekretaris Umum, Pdt. Gomar Gultom yang ditujukan kepada Kapolri, maka kami pimpinan ormas Islam menyatakan hal-hal sebagai berikut :

  1. Kami menyatakan PROTES KERAS kepada PGI yang terbukti mendeskreditkan, menista, dan menyatakan hal yang tidak benar berkaitan dengan penyelenggaraan KKR Natal di Sabuga ITB, Selasa, 6 Desember 2016. Karena, yang terjadi sebenarnya justru Panitia KKR Natal Bandung 2016 terbukti melakukan TINDAK PELANGGARAN HUKUM berupa TIDAK MELENGKAPI persyaratan perizinan sebagaimana diatur dalam perundang-undangan yang berlaku, serta terbukti TIDAK MENEPATI JANJI/KESEPAKATAN dengan ormas Islam yang melakukan perundingan dengan mediasi Kapolrestabes Bandung, Kombes Winarto. Untuk itu, kami menuntut PGI meminta maaf atas tindakan PENDESKREDITAN, PENISTAAN dan penyebaran informasi DUSTA terkait dengan kasus KKR Natal di Bandung tersebut.
  2. Terkait dengan pernyataan klarifikasi Panitia Nasional KKR 2016, kami nyatakan sebagai berikut adalah benar bahwa situasi kondisi umat beragama di Kota Bandung SEBELUM rencana penyelenggaraan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal Bandung 2016 tampak harmonis, rukun, dan damai. Namun, SETELAH adanya publikasi dan atau penyebaran informasi rencana penyelenggaraan KKR Natal Bandung 2016 di tempat-tempat umum seperti di Ruang public, angkot dan perempatan jalan dengan bahasa untuk konsumsi umum, maka terjadi KERESAHAN di tengah masyarakat Kota Bandung, khususnya kaum Muslimin. Adanya potensi kerawanan gangguan Kamtibmas sehubungan penyelenggaraan KKR Natal Bandung 2016 itu, menjadi pembicaraan di kalangan umat Islam. Mengapa? Karena, KKR dengan menghadirkan Pendeta Stephen Tong di Bandung maupun di daerah lain terbukti melibatkan masyarakat yang sudah beragama lain (selain Kristen), yang notabene hal ini bertentangan dengan UU dan atau peraturan yang berlaku di NKRI (lihat
BACA JUGA  Ubad Badruzzaman : Menjadi Marbot karena Panggilan Jiwa

http://www.panjimas.com/news/2015/04/16/inilah-alasan-umat-islam-jogja-tolak-kebaktian-pembaruan-iman-nasional-pdt-stephen-tong-di-kridosono/)

  1. Adalah benar bahwa kami menerima banyak aduan secara lisan dan atau tertulis dari sejumlah elemen masyarakat Kota Bandung berkaitan dengan rencana penyelenggaraan KKR yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas dan atau menimbulkan ketidakharmonisan hubungan antarumat beragama yang selama ini sudah tercipta di Kota Bandung. Hal itu didasarkan pada pengalaman penyelenggaraan KKR di waktu-waktu sebelumnya, baik di Kota Bandung maupun daerah lain di Jabar dan atau di wilayah NKRI. Yakni terbukti panitia KKR di beberapa daerah MELECEHKAN HUKUM dan aparat Polri dan TNI serta instansi terkait dengan TIDAK MELENGKAPI perizinan serta MEMAKSAKAN KEHENDAK dalam penyelenggaraan acara KKR. Kami sependapat dengan penjelasan Polda Jabar, dalam hal ini Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Yusri Yunus yang menyatakan, panitia KKR Natal tersebut tidak memiliki izin menggelar ibadah (Natal) secara lengkap. Karenanya, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Winarto memediasi panitia KKR dan ormas sehingga sepakat tidak ada agenda kebaktian KKR malam hari (CNN Indonesia, edisi Selasa 06/12/2016 22.04, reporter Abraham Utama)

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment