Polisi Tangkap Pria Yang Posting Status Hina Nabi Di Medsos

sosialmedia

PERCIKANIMAN.ID – – Aparat Polrestabes Bandung menangkap seorang pria berinisial MZ (33) atas dugaan kasus ujaran kebencian (hatespeech) melalui akun media sosial Facebook miliknya sendiri. MZ menulis status yang menyinggung suku, agama dan ras (SARA) dan provokatif.

Kapolrestabes Bandung Kombes (Pol) Winarto mengatakan, MZ ditangkap karena telah menuliskan status yang berpotensi menimbulkan kebencian.

“Pelaku ini menyebarkan informasi melalui media sosial Facebook tentang kata-kata yang ditunjukkan untuk menimbulkan kebencian atau permusuhan berdasarkan agama,” ujar Winarto di Mapolrestabes Bandung, seperti dilaporkan detikcom, Jum’at (9/12/2016).

MZ ditangkap di kediamannya di Jl Kacapiring, RT 01/03 Kelurahan Kacapiring, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. MZ juga telah menyebarkan foto tato yang berada di anggota tubuhnya dengan gambar-gambar yang dianggap menghina agama lainnya.

“Pelaku ini membuat sebuah tulisan di akun medsos pribadinya dengan perkataan yang tidak pantas karena telah menghina agama,” kata dia.

Kasus ini terungkap setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat, mengenai adanya akun Facebook yang isinya menimbulkan kebencian. Polisi lalu melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan pihak MUI Kota Bandung dan saksi ahli pidana.

“Setelah kita selidiki dan tim kami juga ikut melacak kita temukan adanya informasi yang dilaporkan warga tersebut. Setelah berkoordinasi dengan pihak Kemenkominfo dan ahli bahasa jika fakta-fakta yang dituliskan pelaku itu memang menimbulkan kebencian sehingga kami langsung ambil tindakan,” jelasnya.

mz-penista-agama-hate-speech

MZ membuat status di akun Facebooknya pada hari Rabu tanggal 27 Nopember 2016 sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itulah polisi bergerak cepat untuk melacak keberadaan pelaku. Alasan MZ menebar ujaran kebencian memang untuk menghina agama.

BACA JUGA  Polisi Berjlbab New York Dapat Ancam dan Diteriaki ISIS

“Kita tahan langsung karena alasan dia melakukan itu memang untuk menghina agama,” tuturnya.

MZ penjaga keamanan di sebuah perkantoran di Kota Bandung ini mengakui perbuatannya. Dia mengaku khilaf dan mengaku tanpa sadar menulis ujaran kebencian.

“Saya meminta maaf kepada umat beragama di seluruh Indonesia yang telah dirugikan oleh saya. Saya menyesal,” sesalnya.

MZ dijerat dengan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UU ITE Nomor 11 Tahun 2008. [ ]

 

Red: admin

Editor: iman

ilustrasi foto: pixabay

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment