Rahasia Usia 40 Tahun Bagi Seorang Muslim

usia 40

 

Oleh: Ayat Priyatna Muhlis*

 

 PERCIKANIMAN.ID – – Semua ahli sejarah sepakat bahwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad Saw. yaitu saat usia beliau 40. Menjelang usianya yang ke-40, Muhammad sering menyendiri di Gua Hira’, sebuah gua yang terletak sekitar 6 km sebelah timur Makkah, yang kemudian dikenal dengan sebutan Jabal Nuur. Berhari-hari beliau bertafakur (merenung) dan mencari ketenangan, sikapnya itu dianggap sangat bertentangan dengan kebudayaan bangsa Arab pada zaman itu yang senang bergerombol.

Ketika itu, Malaikat Jibril datang dengan wujud seorang laki-laki. Laki-laki tersebut memeluk Muhammad sambil berkata, “Iqra! (Bacalah!). Kemudian beliau menjawab, “Ma ana biqira-in.” (Saya tidak bisa membaca). Sosok tersebut mengulang kembali perintah yang sama yang dijawab sama pula oleh Muhammad. Hal tersebut berulang hingga tiga kali. Setelah itu, Muhammad dapat membaca kata-kata yang diajarkan sosok tersebut. Di kemudian hari, kata-kata itu menjadi wahyu pertama yang diturunkan Allah kepada Muhammad

Sejak kejadian itulah, Muhammad resmi diangkat menjadi rasul pada malam hari, tepatnya tanggal 17 Ramadhan atau 6 Agustus 611 M. Usia beliau pada saat itu berusia 40 tahun 6 bulan dan 8 hari. Usia tersebut diakui oleh para ilmuan merupakan usia kematangan bagi manusia, baik secara fisik maupun psikis. Bahkan, kesempurnaan perkembangan otak pun berada pada usia 40, bukan 20 tahun sebagaimana yang kita dengar dan baca di berbagai media.

Penemuan ilmiah terbaru menegaskan bahwa perkembangan otak tidak sempurna (sampai pada batas kesempurnaan) kecuali di penghujung usia empat puluh tahun. Hal ini pernah di tulis dalam surat kabar Telegraph yang menerbitkan sebuah artikel berjudul “Brain Only Fully ‘Matures’ in Middle Age”  yang kurang lebih isinya,

“Sesungguhnya perkembangan otak tetap berlangsung sampai di pertengahan umur seseorang.” Lebih lanjut  artikel tersebut menerangkan, “Anda mungkin mengira bahwa Anda akan menjadi sepenuhnya matang (dalam berpikir) saat Anda berada di usia 21 tahun, tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa otak Anda tidak berhenti perkembangannya, sampai akhir usia 40 tahunan.” Sebelum abad 21, tidak ada satupun ilmuwan yang mengetahui bahwa perkembangan otak tidak sampai pada kesempurnaan melainkan di akhir usia empat puluh tahunan!

Dalam penemuan ini, para ilmuwan menggunakan alat yang dinamakan alat scan FMRI (Functional Magnetic Resonance) yaitu sebuah alat canggih yang bisa mengukur aktivitas dan perubahan-perubahan di daerah otak dengan cara yang menakjubkan. Peneltian tersebut menegaskan bahwa daerah otak yang terus tumbuh adalah bagian bawah ubun-ubun atau yang dinamakan oleh para ilmuwan prefrontal cortex (korteks prefrontal), bagian paling atas dan ia adalah bagian terdepan dari otak. Daerah ini berperan penting dalam pengambilan keputusan, interaksi sosial, dan fungsi-fungsi kepribadian yang lainnya, seperti perencanaan, tingkah laku, dan pemahaman terhadap orang lain. Dan, bagian otak inilah yang membedakan manusia dari makhluk lainnya. Bahkan, Rasulullah Saw. selalu mendoakan para sahabatnya sambil memegang ubun-ubunnya.

BACA JUGA  Yuk Dukung Raisa Agar Terus Berhijab Dalam Olahraga Basket

Dalam penelitian lain, Profesor Sarah-Jayne Blakemore berkata, “Sejak kurang dari sepuluh tahun yang lalu, kami meyakini bahwa pertumbuhan otak terhenti pada usia dini dari umur manusia.Tetapi percobaan/ujicoba scan resonansi magnetik (FMRI) pada otak menunjukkan bahwa pertumbuhan otak akan berlanjut sepanjang usia tiga puluhan dan sampai umur empat puluh tahunan dari umur manusia! Dan, daerah yang paling penting dan paling besar pertumbuhannya adalah bagian bawah ubun-ubun. Bagian itu adalah bagian paling atas di daerah otak depan, yang membedakan kita sebagai manusia dengan makhluk lain.”

Berbagai penelitian serupa terus dilakukan oleh para ilmuan yang hasilnya akan mambuat kita semakin yakin bahwa Al-Quran yang diturunkan 14 abad yang lalu memiliki mukjizat yang luar biasa. Mukjizat usia 40 tahun ini pun di sebutkan dalam Al-Quran surat Al-Aĥqāf [46] ayat ke-15 yang artinya,

Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang­tuanya. Ibunya telah mengandung de­ngan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah pula. Masa me­ngandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan. Sehingga, apabila anak itu telah dewasa dan umurnya menca­pai empat puluh tahun, ia berdoa, ‘Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhoi. Berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai anak cucuku. Sesung­guhnya, aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang Mus­lim.’

Ayat ini menjelaskan batasan usia empat puluh sebagai usia untuk kematangan fisik, mental, dan spiritual.

Subhanallah! Inilah hanyalah satu dari sekian banyak wahyu Allah yang luar biasa yang diturunkan kepada seorang nabi yang buta hurup, seorang nabi yang tidak bisa membaca dan menulis, tapi mukjizatnya bisa dirasakan sepanjang masa. Wallahu’alam. [ ]

 

*Penulis adalah pegiat dakwah dan penulis buku.

Ayat Priyatna

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya  ke email: [email protected] atau: [email protected]  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment