Tanaman pun Bersujud Secara Sadar, Ini Penjelasan Sainnya

pohon

Oleh: Ir. H. Bambang Pranggono, MBA.*

 
PERCIKANIMAN.ID – – Sesungguhnya segala makhluk di alam raya ini adalah ciptaan-Nya maka sudah sewajarnya jika makhluk tersebut tunduk kepada Sang Khaliq. Ternyata yang mampu sujud bukan hanya manusia saja melainkan juga tumbuhan. Hal ini seperti yang tersirat dalam Al Quran:
وَالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَان

Tumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk kepada-Nya.” (Q.S. Ar-Raĥmān [55]: 6)

Menafsirkan ayat tersebut, Al-Qasimy dalam Mahasinut-Ta’wil mengatakan bahwa tunduk atau sujudnya pohon dan tanaman adalah hanya sebagai lambang bahwa mereka tumbuh sesuai hukum alam ciptaan Allah Swt. Sedangkan, At-Thabary menafsirkan bahwa yang bersujud hanya bayang-bayangnya saja. Semua didasarkan pada konsep bahwa tanaman bukan makhluk berkesadaran sebagaimana manusia. Benarkah demikian?

Sejak 1800, sudah ada riset tentang hal itu yang dilakukan oleh Jagdish Chandra Bose di India. Dia mengamati bahwa semua tanaman, baik yang utuh maupun potongannya, memiliki respon terhadap kejutan sebagaimana yang terjadi pada otot binatang. Pada 1960, Cleve Backster, peneliti yang juga spesialis interogasi CIA, secara sistematis menyusun bukti-bukti kesadaran dan respon tanaman terhadap berbagai stimulus langsung dan tidak langsung. Dia melakukan penelitiannya tersebut dengan menghubungkan tanaman pada alat pendeteksi kebohongan atau lie detector. Tidak ada reaksi apa pun. Tetapi, ketika Cleve berpikir untuk membakar daun tanaman tersebut, tiba-tiba lie detector mencatat lonjakan.

Subhanallah! Cleve belum benar-benar membakar, baru berniat membakar, dan tanaman tersebut sudah bereaksi. Maka, percobaan pun dilanjutkan pada bermacam tanaman, telur, bakteri, bibit udang, dan berbagai makhluk lain. Dan, hasil riset Cleve dimuat dalam Jurnal Internasional Parapsikologi pada 1968 dan diulas ulang oleh Horrowitz, Lewis, dan Gasteiger pada jurnal ilmiah edisi 1975.

Pada 1979, beredar film dokumenter berjudul The Secret Life of Plants dengan konsep revolusioner. Bahwa, tanaman adalah makhluk hidup yang bisa berinteraksi bukan hanya dengan manusia, tapi dengan gugusan bintang di angkasa. Pada 2007, pemerintah Swiss meratifikasi undang-undang tentang hak azasi tanaman.

Tahun berikutnya, 70% rakyat Ekuador setuju mengamandemen konstitusinya bahwa alam berhak atas perawatan, pelestarian, regenerasi siklus vital, struktur, fungsi, dan proses evolusi. Lambat laun, ilmuwan semakin menyadari bahwa setiap tanaman, pohon, batu-batuan, binatang, sungai, gunung, dan segala sesuatu di dunia ini berkesadaran dan saling berhubungan.

Sebetulnya, Al-Qur’an sudah memberi tahu tentang ini. Sayang, kita lambat memahaminya. Wallahu a’lam.

 
*Penulis adalah pendidik, pegiat dakwah dan penulis buku.

Editor: iman
Ilustrasi foto: pixabay

Bagi pembaca yang punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisannya ke email: redaksi@percikaniman.id atau: mapionline2015@gmail.com . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

REKOMENDASI

Leave a Comment